Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Sebentar Lagi


__ADS_3


Tunggulah sebentar lagi sayang. Kita akan bertemu kembali dan bersatu untuk merawat dan menjaga Baby Rey di dalam perut secara bersama-sama. ~Jessica Alexzandra Caroline~


****


Di sebuah ruang kamar besar dan mewah. Terdapat seorang pria yang sedang duduk merenung sendirian. Ingatan tentang tawa sang istri, senyumannya dan pelukan nyaman tentu membuat jauh di dasar hatinya begitu merindukan sosok itu.


Sosok perempuan bertahta di hatinya yang begitu dia cintai setelah mama dan papanya. Keberadaan dirinya disini tentu membuat tekanan batin pada pria itu semakin menguat. Dia memikirkan bagaimana keadaan istrinya, calon anaknya, keluarganya pasti semua khawatir padanya. 


Pria yang tak lain adalah Reynaldi Jihan Pratama itu sedang berpikir bagaimana dia bisa keluar dari mansion yang begitu besar ini. Beberapa hari berada disini membuatnya sedikit tahu tentang seberapa luasnya tempat ini. Bahkan ketika dia melihat keadaan di luar sana, Rey hanya bisa menatap pohon-pohon tinggi yang mengelilinginya. 


Beranjak dari duduknya. Dia berjalan menuju dinding kaca pembatas menuju balkon. Matanya menerawang ke depan dan membayangkan bagaimana dia bisa keluar dari kamar ini. Harapannya bertemu dan rindu dengan sang istri membuat gejolak semangat dalam dirinya naik.


Dia bertekad untuk keluar dari sini saat semuanya sepi dan terkendali. Dirinya tak boleh ceroboh karena Rey sudah bisa membaca bagaimana bahayanya seorang Marlena. 


Pria itu tak habis pikir dengan wanita yang terobsesi padanya itu. Sudah seperti wanita gila yang selalu mengangguk dirinya selama dia disekap disini. 


Tapi jujur satu hal yang selalu membuatnya kepikiran adalah kejadian itu. Kejadian dimana di dadanya terdapat kissmark yang begitu jelas. Lalu dia tidur seranjang dengan wanita gila itu dan lagi, keadaan dimana Marlena yang telanjang tentu membuat pikiran Rey frustasi.


Tapi sungguh dia tak merasakan apapun pada malam harinya. Bahkan dia tak mengingat kejadian apapun. Itulah yang membuatnya aneh dan sering frustasi sendiri. 


Saat dirinya asyik berperang batin dengan otaknya. Rey tak menyadari kedatangan seorang wanita yang selalu ia umpat dalam hati sudah berdiri di belakangnya. 


Dalam sekali gerakan, dia langsung memeluk tubuh Rey dari belakang hingga membuat pria itu tersentak kaget. Tentu pria itu segera melepaskan ikatan tangan di pinggangnya dan membalik tubuhnya dengan amarah yang memuncak. 


"Sudah kukatakan padamu, jangan pernah menyentuhku, wanita gila!" serunya dengan nafas naik turun. 


Marlena tersenyum miring. Bukannya takut dia malah bersedekap dada sambil menatap Rey dengan pandangan cemooh. 


"Ayolah, Sayang. Bukankah kita sudah melewati malam yang panas? Apakah kau tidak…,"


"Stop. Menjijikkan sekali kau. Tidak tahu malu menceritakan hal tak senonoh disini," seru Rey menatap wanita itu kesal.


"Tentu saja aku tak malu, Sayang. Itu adalah waktu yang begitu ku tunggu," ujarnya dengan berbalik dan berjalan sambil melenggak lenggok.


Marlena menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan berpose menggoda disana. Mungkin menurutnya Rey akan tergoda pada dirinya tapi ternyata semua itu salah. Pria itu malah menjauh dari merasa jijik akan semua yang dirinya lakukan.

__ADS_1


Bahkan adik Rey saja tak berdiri tegak meski melihat Marlena seperti itu. Bukan berarti itu sudah menjadi tanda bahwa pria itu tak mudah termakan hasutan atau tergoda dengan wanita itu. 


"Kemarilah, Sayang. Apa kau tak merindukanku?" 


"Pergilah! Jangan membuat dirimu terlihat memalukan di hadapanku. Karena sedikitpun aku tak merasa tergoda denganmu," seru Rey lalu duduk di sofa yang tadi digunakan melamun.


Ucapan Rey tentu menjadi tamparan untuk wanita itu. Marlena segera turun dari ranjang dan mendatangi Rey dengan nafas menderu. Sungguh ia merasa dihina dan tak menyangka jika pria yang ia sukai begitu kejam di lidah.


Wah Jessi belum tau aja kalau Rey juga kadang bisa bikin orang emosian. Dulu Jessica juga dapetin Rey sambil menahan diri, hehehe. Tahan akan tingkah menyebalkan pria itu maksudnya hahaha. 


"Berani sekali kau mengatakan itu padaku, Rey!" ah sepertinya habis kesabaran wanita gila itu. 


"Lihat saja kau! Aku akan mengurungmu disini dan akan mengirimkan pasukan milikku untuk membunuh calon bayi dan istrimu."


Deg.


Rey tertegun. Dia segera mendongak dan menatap tajam wanita itu. Dengan kilat, tangan Rey sudah mencekik leher Marlena hingga membuat wanita itu bukannya takut malah tertawa terbahak-bahak. 


"Kau tak akan bisa membunuhku, Rey," ucapnya mengejek  dengan nafas naik turun. "Jika sampai kau membunuhku aku yakin papaku tak akan tinggal diam." 


Dengan sekali gerakan Rey menghempaskan tubuh wanita itu dan berbalik. Ingin rasanya Dia memukul wajah Marlena untuk melampiaskan segala amarah yang sudah wanita itu ciptakan. Tapi jujur Rey tak mau gegabah.


"Jangan banyak tingkah. Karena keselamatan istrimu di luar sana adalah tanggung jawabmu," ancam Marlena lalu keluar dari kamar itu. 


Rey menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa. Dia menyandarkan punggung dan meluruskan kaki untuk menurunkan emosinya yang begitu tinggi. Sungguh ancaman gadis itu selalu Rey takuti.


Pria itu takut jika istrinya akan mendapatkan imbas karena tingkahnya disini. Dia tak mau menyaki Jessica kembali. Cukup karena ketidak jujurannya kemarin semua ini bisa terjadi. Setelah semua selesai, Rey berjanji tak akan pernah menutupi hal apapun lagi. Dia akan berkata jujur dan terbuka agar semuanya tak berdampak sampai seperti ini lagi.


****


Di sebuah tempat, Mario membawa Daddy Stevent, Jack, Bima dan Jessica ke tempatnya dimana ada layar CCTV besar disana. Selama beberapa hari mereka mematangkan rencana dan akhirnya hari ini mereka akan beraksi. 


Tapi sebelum itu, Mario akan mengajak wanita yang dicintai itu untuk ikut karena Jessi memaksa untuk melihat kondisi Rey walau hanya melalui layar saja. Hingga akhirnya disinilah mereka berada.  


Jessica menatap takjub ke arah layar yang hidup di depannya. Banyak kotak-kotak disana dengan view berbeda hingga membuatnya harus sedikit mendekat. Sedangkan Mario, pria itu menggerakkan kursor dan menunjukkan dimana keberadaan Rey saat ini.


"Itu suamimu, Jess," ujar Mario sambil menghentikan gerakan kursor.

__ADS_1


Jessica semakin mendekat. Matanya berkaca-kaca melihat pemandangan di depannya. Ditambah Mari yang memperbesar layar itu hingga membuatnya bisa melihat wajah sang suami meski sedikit buram. 


Setitik air mata mengalir di matanya dan wanita itu mengulurkan tangan dengan pelan. Tangannya yang mulus ia gunakan untuk mengusap layar itu membayangkan jika pria yang begitu dia rindukan ada di depannya. 


"Ini papa, Nak. Apa kamu sama dengan Mama sedang merindukan papamu?" gumamnya dalam hati dengan air mata yang makin banyak mengalir.


Tak lama isak tangis wanita itu terdengar dan membuat Stevent yang melihat langsung mendekat. Didekapnya tubuh sang anak yang bergetar karena menangis hingga membuat semua orang begitu tahu bagaimana perasaan Jessica pada suaminya. 


"Tenanglah, Nak. Kita akan menyelamatkan Rey sebentar lagi," ucap Stevent yakin dengan mengelus punggung anaknya. 


Jessica tak menjawab tapi wanita itu membatin dan memanjatkan doa yang sungguh dia tujukan untuk sang suami disana. 


"Tunggulah sebentar lagi, Sayang. Kita akan kembali berkumpul dan menjaga calon Baby Rey bersama-sama."


~Bersambung~


Besok aksi penyelamatan geng.


Gimana mau kalian? si Mar Mar dikasih apa biar jera? komen oke.


Ternyata aku bisa update dua ban ternyata alhamdulillah. Besok bab mendebarkan yah...


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)

__ADS_1


My Teacher is My Husband (end di ****)



__ADS_2