Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Siapa Dia?


__ADS_3


Jurus ampuh untuk membangun seorang suami dari tidurnya ya hanya dengan cara itu. Jika tidak dicium maka beri ancaman agar mereka segera membuka matanya. ~Jessica Alexzandra Caroline~


****


Sebuah kecupan lembut di bibirnya, mampu membuat tidur nyenyak seorang pria yang sedang berada di posisi miring itu terganggu. Apalagi, ditambah suara-suara seksi dari wanita yang begitu dia cintai membuat hatinya selalu menghangat.


"Bangun, Sayang." Jessi mengusap hidungnya ke telinga sang suami hingga membuat pria itu bergerak.


Tiba-tiba, wanita yang duduk di atas ranjang dengan memakai dress serta rambut diikat ke atas memekik keras. Tubuhnya ditarik hingga ia terjatuh di samping tubuh sang suami. Dengan sekali gerakan. Dia sudah berada di pelukan sang suami dengan posisi begitu intim.


"Sayang, bangun!" 


"5 menit lagi," ucap Rey dengan mempererat pelukannya.


"Bangunlah, Suamiku tercinta." Rayu Jessi dengan mengusap dada bidang sang suami. "Dalam waktu 5 menit kamu gak bangun. Nanti malam gak ada yang namanya making baby." Ancamnya dengan bangun dari pelukan sang suami.


Mendengar ancaman itu. Tentu saja mata Rey langsung melebar. Dia segera mengusap kedua matanya dengan masar dan menegakkan tubuhnya untuk duduk dengan bersandar di kepala ranjang.


"Gitu aja langsung bangun. Emang suamiku yang mesum!" seru Jessi sambil berlari kecil menuju kamar mandi. 


Rey yang melihat tersenyum geli. Kenapa istrinya itu begitu menggemaskan. Bahkan ingin sekali dia membawa Jessi ke lembah kenikmatan jika tak ingat bahwa sang mama sudah menunggu di bawah.


Hanya butuh waktu hampir 30 menit akhirnya mereka keluar dari kamar sambil bergandengan tangan. Baik Rey dan Jessi saling berbicara ringan sambil terdengar tawa cekikikan dari bibir istrinya itu. Keduanya berbagu cerita apa saja yang mereka lakukan saat tak bersama pasangannya di luar atau di dalam rumah. 


Mama Ria yang sudah duduk di kursi makan menatap kedatangan menantu dan anaknya itu tersenyum bahagia. Dia bersyukur melihat bagaimana anaknya benar-benar bahagia. Tak ada lagi raut wajah Rey yang sedih. Tak ada lagi air mata di mata tajam putranya itu. Itu semua membuat kebahagiaan dan rasa bersyukur dari seorang Mama Ria muncul dalam dirinya. 


"Tolong jaga kebahagiaan putraku, Ya Allah. Melihat senyumannya saja, sudah membuat rasa bersalahku sedikit berkurang."


Jangan lupakan akan kejadian masa lalu tentang Rey. Jika ditanya siapa yang paling sakit hati saat kejadian Almarhum Rossa meninggal? Ya Mama Ria sendiri. Karena permintaannya lah akhirnya kedua anak adam dan hawa itu terjebak dalam lembah keterpaksaan. Maka dari itu, Mama Ria sudah bertekad tak akan lagi menolak atau mengatur putranya lagi. 

__ADS_1


Dia akan percaya dan membantu serta mendukung Rey apapun yang dilakukan olehnya. Selagi itu baik dan membuat Rey bahagia, maka Mama Ria akan menjadi garda terdepan untuk anaknya ini. 


"Malam, Ma." Rey mendekat dan menghadiahi ciuman di pipi mamanya. Lalu diikuti oleh Jessi untuk melakukan hal yang sama.


"Malam juga, Nak." Mama Ria tersenyum. Dia melihat sang menantu duduk di depannya dengan Rey mengambil tempat kepala keluarga di tengah. 


"Daddy kemana, Sayang?" tanya Rey bingung.


Pasalnya memang Jessi selalu meminta jika ada waktu. Mama Ria dan Daddy Stevent harus sarapan dan makan malam bersama di rumah Rey. Tapi sekarang, melihat mertuanya tidak hadir, tentu saja membuat rasa khawatir akan kesehatan Stevent pun muncul kembali.


"Daddy istirahat. Tadi aku sudah suapin beliau karena Dad yang minta." 


"Oh." Rey hanya ber oh ria lalu segera mengambilkan makanan untuk suami dan mertuanya. 


"Mama mau ikan apa, Ma?" tanya Jessi dengan tangan menjulur ke depan.


"Mama mau daging aja, Nak." 


Setelah semuanya sudah siap di depan mereka. Dipimpin oleh Rey mereka berdoa bersama dan diakhiri oleh usapan lembut di kedua wajahnya.


"Selamat makan." Celoteh gadis muda itu begitu bersemangat. 


Tak ada suara lagi di antara mereka. Hanya bunyi denting sendok dan garpu yang terdengar menggema di ruangan makan ini. Dalam sekejap, makanan yang berada di atas piring sudah berpindah ke dalam perutnya membuat mereka bersyukur bersama.


"Rey," panggil Mama Ria pelan dan membuat Rey yang sedang asyik melihat tabletnya segera mendongak.


Ketiganya sedang berada di ruang tamu yang dihiasi oleh sofa mewah milik mereka berdua. Memang seperti inilah Keluarga Pratama. Jika selesai menyelesaikan makan malam, mereka akan bercakap-cakap di ruang tamu atau keluarga untuk membahas hal penting atau berbicara tentang perusahaan. 


"Ya, Ma?" 


"Apa perusahaan dari New York sudah datang ketemu kamu dan mengajak kerja sama, Rey?" tanya Mama Ria meletakkan majalah yang ada di tangannya di atas meja ruang tamu.

__ADS_1


"Gak ada sama sekali, Ma." Rey menggeleng. Sungguh dia bingung klien mana yang dimaksud mamanya ini. Karena memang mamanya ini juga sudah lama tak pernah menanyakan tentang calon klien kepada dirinya. 


"Dia itu perusahaan besar juga, Rey. Dibawahnya Tuan Stevent. Kamu harus bisa mengajaknya bekerja sama, oke?" 


"Iya, Ma."


"Mungkin pihak sana sedang menunggu putrinya sebelum bertemu denganmu, Rey." Pria itu hanya mengangkat bahunya acuh. Dia tak peduli pada orang lain.


"Iya kali, Rey. Tapi biar tenang, besok mama kabarin papanya deh. Karena Tuan Sanoci bilang yang akan menangani kerja sama dirinya dengan kita adalah putrinya sendiri."


~Bersambung~


Wah wah kira-kira siapa putrinya nih siapa, yah?" 


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di nome)

__ADS_1



__ADS_2