Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Love You My Husband


__ADS_3


Melihat dari sikapnya saja. Aku bisa menebak jika dia begitu mencintaiku. Love you My Husband. ~Jessica Alexzandra~


****


Acara demi acara terus berlangsung. Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Jessica yang sejak pagi tadi bergerak kesana kemari akhirnya merasakan kakinya sakit.


Perlahan ia menundukkan kepalanya dan menatap tak percaya ke arah kakinya yang sudah membengkak. Segera Jessi mencari keberadaan sang suami hingga tanpa sadar dirinya hampir saja terjatuh.


"Kamu gapapa, Jess?" tanya pria yang memakai jas berwarna hitam rapi.


Jessi mendongak. Dia bernafas lega ketika sosok yang menangkapnya adalah Jack. Pria yang sudah dianggap seperti kakak nya sendiri itu.


"Aku baik-baik aja, Kak. Makasih yah, kalau gak ada Kakak aku gak tau deh," ujarnya sambil mengelus perutnya. 


"Iya, Jess. Kamu mau kemana emang? Kemana suami kamu?" 


Saat Jessi hendak bersuara. Tiba-tiba ada panggilan namanya dari suara yang begitu dia hafal. 


"Sayang." Jessi menoleh. Senyum mengembang terpancar di wajahnya ketika melihat suaminya ada disini.


"Lain kali jangan tinggalin istri kamu sendiri. Untung saja ada aku, kalau nggak udah gak tau apa yang terjadi sama Jessi," seru Jack lalu segera meninggalkan Rey dan Jessi tanpa menoleh lagi.


Rey yang mendengar langsung menoleh. Dia menatap wajah istrinya penuh tanya.


"Aku tadi hampir jatuh, Yang. Tapi untung ada Kak Jack yang nangkap aku," ujar Jessi menunduk.


Dirinya merasa bersalah karena tubuhnya dipegang oleh lelaki lain. Jessi sudah siap akan kemarahan Rey. Namun ternyata, tanggapan Rey sungguh berbeda jauh.


Pria itu terlihat khawatir sambil mengelus perut sang istri.


"Tapi kamu gapapa kan, Yang?" tanya Rey panik.


Jessi menoleh. "Kamu gak marah?" 

__ADS_1


Rey mendongak. Kedua mata mereka saling menatap dengan tatapan dalam.


"Untuk apa aku marah?" tanya Rey pelan.


"Karena Kak Jack memegang tubuhku, Sayang," sahutnya.


"Hey lihat aku!" Rey mendongakkan dagu sang istri hingga kedua wajah mereka saling tatap.


"Dia memegangmu karena ingin menyelamatkan kamu dan Rey junior. Jadi aku tak akan marah, Sayang." 


Jessi bahagia, dia menghambur ke pelukan sang suami dengan begitu erat. Dia begitu mencintai pria ini. Dan dia tak mau kehilangannya. Sungguh, apapun yang terjadi dia akan selalu menurut pada perkataan Reynaldi Johan Pratama.


Jessi mulai merasakan linu dan akhirnya dia tersadar akan tujuannya. Ringisan di wajahnya membuat Rey yang sudah melepaskan pelukannya pun menoleh.


"Ada apa, Sayang?" 


"Sebenarnya tadi aku nyariin kamu soalnya kakiku bengkak, Yang." 


Rey menunduk. Matanya terbelalak melihat kedua kaki sang istri benar-benar bengkak. Tanpa kata, segera dia menggendong tubuh Jessi hingga membuat beberapa orang yang melihat saling menatap.


Mama Ria, Daddy Stevent dan Jack yang saat itu ikut hadir dalam pesta pernikahan Bima dan Amanda menjadi kalut. Mereka sama-sama mengikuti sang menantu dan putranya membawa Jessi keluar dari ruangan pernikahan.


"Iya, Nak. Ada apa?" 


Mama Ria dan Daddy Stevent saling memberondong pertanyaan kearah Rey yang mulai menurunkan Jessi ke kursi panjang.


"Kaki Jessi bengkak, Ma." 


Mama Ria mendekat. Dia melepaskan sepatu sang menantu dan meletakkan kedua kakinya di atas paha miliknya.


"Mama," tolak Jessi namun Mama Ria menggeleng.


"Gapapa, Sayang. Mama pijit dikit terus nanti rendam air hangat." 


Akhirnya Jessi menurut. Perlahan kulit tangan Mama Ria mulai memijat kakinya hingga membuat otot-otot yang sedari tadi tegang akhirnya lemas. Perasaannya mulai nyaman dan akhirnya Jessi tak merasakan linu lagi.

__ADS_1


Namun sebentar, kenapa punggungnya terasa sakit. Menatap ke arah snag suami yang setia memegang tangannya. Akhirnya Jessi menarik ujung jarinya hingga membuat Rey menatap sang istri. 


"Ada apa, Yang?" 


"Punggungku sakit. Elusin!" manjanya hingga membuat Rey tak bisa menolak.


Dia perlahan mengusap punggung sang istri dengan lembut dan benar memang. Perlahan rasa berat dan sakitnya berkurang. Namun ide jahil kembali muncul untuk mengerjai sang suami.


"Pundak aku, Yang. Sakit!" tunjuk-nya menepuk kedua pundaknya.


Tak membantah. Rey memijat kedua bahu istrinya dengan begitu pelan. Jelas sekali terlihat bagaimana Rey begitu mencintai istrinya ini hingga ia paling tidak mau membuat Jessi merasa kelelahan.


"Kita pulang saja, Rey. Nanti Mama panasin air dan kita rendam kaki menantu Mama."


Akhirnya keluarga Rey dan Jessi mulai pamit untuk undur diri. Bagaimanapun keselamatan ibu hamil yang mengandung keturunan pertama Pratama dan Alexzandra begitu disayangi banyak orang. Hingga keselamatannya saja harus dijaga ketat oleh siapapun.


~Bersambung~


Duh Mamud ni ada-ada aja.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)

__ADS_1


My Teacher is My Husband (end di ****)



__ADS_2