Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
MCDT (27)


__ADS_3

Satu bulan kemudian ....


Victor mendatangi apartemen Nana. Victor tampak kacau dan wajahnya murung. Ia langsung memeluk Nana dan menangis. Ia meminta maaf pada Nana. Ternyata Victor mengaku telah ditipu temannya dan semua uangnya habis. Bahkan ia harus menjual mobil dan apartemen untuk bisa membayar hutang pinjaman karena sebagaian uang yang dipinjamkan pada temannya adalah uang orang lain. Ia pinjam untuk modal bisnis, dan minta uang Nana untuk tambahan. Namun, semuanya habis tak tersisa.


Nana kaget mendengar cerita Victor. Seolah tak percaya begitu saja. Melihat pria yang dicintainya sangat berantakan, Nana pun iba dan bertanya apa yang dibutuhkan Victor? Kalau soal tempat tinggal, ia dengan senang hati menerima Victor tinggal di rumahnya. Misalkan tidak mau tinggal bersama, ia bisa menyewakan apartemen untuk Victor.


Victor menggelengkan kepala, ia berkata tak mau lagi menyusahkan Nana. Ia berterima kasih pada Nana yang selalu membantunya, tapi ia malah menyia-nyiakan pemberian Nana. Victor benar-benar menyesal dan minta maaf. Air matanya tak henti-hentinya keluar. Melihat Nana diam kebingungan, Victor tersenyum dalam hati. Ia telah berhasil memenuhi isi pikiran Nana tentangnya.


"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Nana.


"Aku akan pergi. Aku datang untuk menyampaikan itu, Nana. Maaf, kita tak bisa bersama lagi. Aku sangat malu menghadapimu dengan keadaanku saat ini. Daripada terus menerus menyusahkanmu, lebih baik aku pergi," kata Victor menundukkan kepala.


Nana keget. Ia tidak menerima kepergian Victor begitu saja. Victor berkata, ia sudah tak memiliki apa-apa? Bagaimana bisa orang yang tak punya apa-apa bersanding dengan Nana? Victor meminta Nana merelakannya, dan mendoakan Nana bertemu pria baik kedepannya.


Victor kembali meminta maaf dan berterima kasih, ia lantas pergi meninggalkan Nana. Baru selangkah Victor berjalan, Nana memeluk Victor dari belakang dan menangis ingin Victor tetap tinggal. Nana berkata, ia sangat mencintai Victor. Ia tidak akan bisa hidup tanpa Victor disisinya.


"Akan kuberikan semua yang kumiliki untuuk menggantikan milikkmu yang hilang. Asalkan kamu tidak pergi, aku rela melakukan apapun. Kumohon, Victor." kata Nana.

__ADS_1


"Nana ... aku tak bisa merepotkanmu." kata Victor.


"Tidak. Aku tidak kerepotan. Tolong jangan pergi. Kamu bisa mulai bisnismu lagi, kan. Aku akan memberimu modal," bujuk Nana.


"Memulai usaha membutuhkan modal yang besar, Nana. Bagaimana bisa aku ... " kata-kata Victor terhenti oleh Nana yang menyela.


Nana melepas pelukan dan membalikkan tubuh Victor menghadapnya, "Bisa. Semua bisa kulakukan. Aku memang tak punya banyak uang sekarang. Tapi aku memiliki beberapa barang yang bisa kujual." kata Nana.


Victor tersenyum dalam hati. Ia benar-benar membuat Nana sepenuhnya tunduk di kakinya. Nana lantas bertanya, berapa uang yang dibutuhkan Victor untuk modal usaha? Victor menjawab dab menyebutkan kisaran nominal uang yang ia butuhkam untuk modal. Nana kaget, jumlah tersebut memanglah cukup banyak. Dan jumlah seluruh tabungannya hanya seperempat dari nominal yang disebutkan. Nana terdiam, ia berpikir barang apa yang bisa ia jual.


Tiba-tiba Victor berbisik, bertanya apakah Nana punya sejumlah uang yang dia sebutkan? Nana menggeleng, ia menjawab jujur kalau tabungannya hanya seperempatnya saja. Victor lantas memasang wajah kecewa. Melihat wajah kecewa Victor, Nana pun panik dan berkata ia bisa menjual semua perhiasan atau mobilnya. Namun, Victor menolak ide Nana itu. Victor bertanya, apakah Nana yakin semua perhiasan Nana kalau dijual bisa menutupi kekurangannya? Nana kembali diam. Ia memang tak yakin akan hal itu. Nana menjawab, latas apa yang harus dilakukannya? Victor pura-pura berpikir, Victor lantaa berkata, kalau ia sebelumnya punya saham dan karena ia butuh uang makanya ia menjual saham itu dengan harga tinggi. Menjual saham lebih memungkinkan daripada perhiasan. Victor bergumam, sayangnya Nana tak punya saham, kan. Jadi, pasti sulit mengumpulkan uang.


"Kalau ini dijual ... ahh ... tidak, tidak. Tidam boleh. Ambil ini dan simpan saja. Aku tak bisa membuatmu kesusahan." kata Victor berakting.


Nana diam menerima dokumen dari Victor. Karena tak punya jalan lain, dan ia sangat berharap kekasihnya tak pergi meninggalkannya, Nana pun menyerahkan dokumen itu kembali pada Victor.


"Ambil ini. Ini tidaklah lebih berarti darimu," kata Nana.

__ADS_1


Victor kaget. Ia jadi merasa bersalah. Dalam hatinya Victor meminta maaf pada Nana karena ia sudah memanfaatkan Nana dan jahat pada Nana. Semua ia lakukan demi bisa membantu Aline, Bossnya sekaligus teman lamanya. Victor pura-pura diam, dan menolak. Namun, Nana memaksa dan mendekatkan dokumen ke dalam pelukan Victor. Nana berkata, Victor tak perlu sungkan padanya. Mulai saat ini, semua milik Nana adalah milik Victor.


Victor sangat berterima kasih. Ia memeluk Nana dan berkata akan terus membahagiakan Nana. Tak lama pelukan terlepas, Victor mengusap wajah Nana, mendekatkan wajahnya, lalu mencium bibir Nana. Segera Nana langsung mengalungkan tangannya dan membalas ciuman Victor. Keduanya sudah satu minggu tak bertemu. Victor memang sengaja manarik ulur Nana, agar semakin lekat padanya. Ciuman panas itu akhirnya berujung pada permainan panas Victor dan Nana.


***


Sore harinya ....


Aline bertemu Victor. Victor menyerahkan dokumen kepemilikan saham Nana pada Aline. Aline yang sudah menyiapakan semuanya pun memberikan dokumen pembelian untuk ditanda tangani Nana dan juga Victor. Sebagai bukti, kalau saham Nana benar-benar dijual dan dibeli oleh perusahaan Aline. Victor meceritakan semuanya pada Aline. Mendengar cerita Victor, Aline tertawa lepas tak henti-henti. Ia menilai Nana terlalu bodoh, jauh dari perkiraannya.


"Dia sungguh tak curiga?" tanya Aline.


Victor menggelengka kepala, "Tidak sama sekali. Awalnya aku sengaja menarik ulurnya dan ternyata dia benar-benar memberikannya padaku." jawab Victor menjelaskan.


Aline memuji Victor dan mengacungkan dua ibu jari tangannya. Ia mengatakan kalau Victor sangatlah keren bisa menyelesaikan misi dengan begitu cepat. Aline bertanya, apa yang Victor akan lakukan dengan uang hasil penjualan saham? Victor berkata akan menyimpannya dulu.


Karena sudah dicari Maximilian, Aline lantas menyudahi pertemuanannya dengan Victor. Aline berkata pada Victor, esok hari Victor harus mengajak Nana menemui orang kantor yang nantinya akan ditugaskan Aline sebagai pembeli saham, menggantikannya. Meminta Victor untuk memimpin jalannya proses jual-beli saham sampai akhir. Victor menganggukkan kepala. Ia mengerti maksud Aline.

__ADS_1


Sebelum pergi, Aline mentransfer sejumlah uang kepada Victor. Aline berkata, itu setengah bayaran Victor. Setengahnya lagi akan ia transfer begitu saham sudah terbeli olehnya. Setelah itu Aline pergi meninggalkan Victor.


__ADS_2