Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Otak Mar Makin Gila


__ADS_3


Keinginanku saat ini hanya dirimu, Sayang. Aku akan membuatmu menjadi milikku dan tak akan pernah melepaskanmu. ~Marlena Sanoci~


****


Marlena tertawa begitu puas ketika melihat kedatangan orang-orang dari prianya itu. Saat ini, gadis itu berada di ruang bawah tanah dan menatap banyak layar yang terpasang di rumahnya ini. Beberapa menit lalu memang setelah Rey tak sadar, dia segera memerintah membawa prianya itu ke suatu tempat dan lantas dirinya disini.


Marlena hanya ingin melihat apakah ada seseorang yang mencari pujaan hatinya itu. Ternyata tebakannya memang benar. Dua pria yang begitu dikenali olehnya terlihat berusaha mendobrak pintu utama hingga membuatnya tertawa mengejek. 


"Carilah sampai ke sudut rumah ini pun, pujaanku sudah tak ada," ujarnya dengan senyum miring.


Mata tajamnya menatap begitu teliti ke arah layar yang begitu banyak. Dia bisa melihat orang-orang berpakaian hitam berpencar di dalam rumahnya dengan cepat. Semua pintu didobrak dan mereka membawa senjata tajam.


"Hee mau melawanku?" serunya dengan senyum sinis. "Jangan harap. Kalian bukan tandinganku." 


Hingga hampir satu jam dia betah di ruangan ini sampai orang-orang di tarik mundur. Menyisakan rumah yang sudah di modif kosong. Marlena beranjak dari dudukannya. Dia segera berbalik dan menatap ke arah 5 penjaga yang ada dibelakangnya.


"Urus rumah ini! Jangan sampai mereka curiga, oke?" 


"Baik, Nona." 


"Baiklah. Aku akan menyusul kekasihku terlebih dahulu," ucapnya dengan tawa mengembangkan.


Marlena segera menaiki sebuah tangga hingga bertemu pintu besi disana. Dia segera memberikan tanda pengenal melalui jempolnya lalu perlahan pintu terbuka.


"Tunggu aku, Darling. Kita akan bertemu sebentar lagi dan aku pastikan kau akan berada di atasku." 

__ADS_1


Tanpa banyak kata segera Marlena memasuki mobil dan melesat dengan cepat. Senyumnya mengembang sambil menghidupkan musik di dalamnya. Kepalanya bergerak kesana kemari dan mengangguk menandakan jika mood seorang Marlena begitu baik. 


Bahkan sesekali tangannya terangkat ke atas dan bergerak melampiaskan segala bunga yang ada dihatinya. Akhirnya penantiannya selesai saat ini. Keberadaan Rey membuatnya berusaha mengambil hatinya. Entah apa yang Marlena akan lakukan tapi dia bertekad akan menggoda pria itu. 


Hingga tak lama mobil yang dikendarai mulai berhenti di sebuah lapangan lepas landas. Terlihat dari balik kaca mobil sebuah helikopter sudah siap menantinya. Marlena mengambil kacamata hitamnya dan segera keluar setelah dibantu membuka pintu oleh anak buahnya.  


"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Marlena sambil berjalan.


"Siap, Nona. Tuan Rey sudah dibawa oleh helikopter pertama." 


"Kerja bagus. Sekarang bereskan mobilku!" perintahnya dan langsung dijawab anggukan oleh anak buahnya. 


Marlena mulai melangkahkan kakinya begitu cepat ke arah kendaraan terbang itu. Dia sudah tak sabar ingin bertemu dan hidup bersama dengan sang pujaan hatinya, Reynaldi Johan Pratama. Hingga tanpa sadar, dia melupakan jika apa yang dilakukannya terlacak dan terdeteksi oleh seseorang.


Hampir satu jam dia berada di udara tak lama helikopter yang membawanya mulai menurun. Senyumnya mengembang ketika melihat mansion mewah dan megah di daerah bukit sudah didepan mata. Ide licik di otaknya mulai tersusun rapi untuk apa yang akan dilakukan kedepannya. 


"Selamat datang, Nona," sapa kepala pelayan yang menjaga mansion mewah ini. 


"Dimana suamiku berada?" tanya Jessica tanpa peduli sapaan pelayannya.


Dia segera masuk dan berjalan dengan cepat. 


"Tuan ada di kamar utama, Nona," ujae Kepala pelayan sambil mengikut langkah nona nya.


"Apa dia sudah sadar?" tanya Marlena sambil melirik tajam ke arah kepala pelayan.


"Belum, Nona." 

__ADS_1


Jawaban itu tentu saja membuatnya tertawa licik. Dia segera melepaskan rompi anti peluru dan melemparkannya ke arah pelayannya itu.


"Tolong siapkan wine untukku dan antar ke kamar. Lalu nanti siapapun jangan ada yang naik ke lantai dua sampai aku memanggil kalian. Mengerti?" 


"Mengerti, Nona."


~Bersambung~


Pen banget gue tabok lu Mar.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di ****)

__ADS_1



__ADS_2