Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Tamu Istimewa


__ADS_3


Masa lalu itu hanya untuk dikenang. Dan kita hanya perlu menatap ke depan dan menjadi sesuatu yang pernah terjadi di kehidupannya sebagai sebuah pelajaran. ~JBlack~


****


Kabar Kelahiran bayi mungil Arrisa Lashira tentu saja dengan cepat menyebar. Bahkan bayi mungil yang digadang-gadang memiliki paras cantik rupawan itu menjadi kejar-kejaran wartawan disana.


Tapi tak satupun baik pihak keluarga maupun teman yang berkunjung mengekspos foto kecil bayi Shira. Karena sebelum melihat anak dari Rey dan Jessica, kedua orang tua itu sudah meminta jangan pernah mengambil foto putrinya secara diam-diam. 


Tentu saja semua tamu yang datang menuruti pemilik rumah. Bagaimanapun mereka hanyalah seorang tamu, dan wajib mematuhi semua permintaan tuan rumah.


Seperti pagi ini, meski sudah hari ketiga. Rekan kerja Rey tak henti-hentinya berkunjung dan menemui bayi cantik itu. Sungguh kebahagiaan yang dirasakan oleh Rey maupun Jessi dapat menyebar ke seluruh orang-orang yang datang.


Tidak terkecuali kedatangan keluarga dari pihak Kerajaan. Kabar bahagia dari pasangan Rey dan Jessica temu saja sampai di telinga keluarga Haura dan Khali.


Dan hari ini, sesuai rencana mereka. Haura, Aqila dan Khali akan datang berkunjung menemui bayi yang viral itu. Setelah mendapatkan kabar jika keberadaan posisi Haura sudah turun dari pesawat.


Mama Ria tentu saja sudah menata dan menyiapkan semua untuk menyambut kehadiran tamu istimewanya itu. 


Iring-iringan mobil yang membawa kedatangan tamu istimewa mulai memasuki pekarangan rumah Rey. Perlahan para pengawal yang dibawa membukakan pintu untuk tuan mereka.


"Selamat datang." Mama Ria tersenyum melihat tamunya sudah turun dari mobil. 


"Assalamualaikum, Tante." Aqila dan Haura mendekat.


Mereka meraih punggung tangan wanita paruh baya itu dan diciumnya.


"Waalaikumsalam. Ayo masuk Nak Khali," ujar Mama Ria setelah membalas pelukan dari dua wanita yang tampil cantik dan anggun itu. 


"Iya, Tante."


Mereka semua akhirnya masuk dan langsung disambut oleh Rey, Bima, Jessica dan Amanda. 

__ADS_1


"Selamat atas pernikahannya, Asisten. Maaf aku tak bisa hadir karena ada pekerjaan," ucap Haura pada Bima dan membuat pria itu menunduk.


"Santai saja, Putri. Saya tahu anda begitu sibuk."


Haura mencebik. Dia paling gak suka jima sikap semua orang berubah dan tidak seperti biasanya.


"Mari duduk!" 


Aqila duduk di samping suaminya. Lalu tak lama Jessi dan Rey datang membawa putri kecil mereka di gendongan Jessica 


"Masya allah. Jelas saja kamu viral, Bayi Mungil. Kamu cantik sekali seperti mamamu," puji Haura sambil mencium pipi Shira.


"Siapa namanya?" tanya Haura lagi.


"Arrisa Lashira."


"Nama yang bagus dan cantik."


Mama Ria mengalihkan pandangannya ke arah Aqila dan Khali. Dua orang itu masih duduk sambil menatap Haura yang menggendong bayi mungil itu. 


Terlihat sekali jika wanita itu sedang memaksakan senyumnya. 


"Apakah boleh?" 


"Tentu saja, Nak."


Haura memberikan bayi mungil di tangannya itu pada kakak iparnya. 


"Bismillahirrahmanirrahim."


Aqila tersenyum dengan tangan gemetar menggendong bayi Shira di tangannya. Tanpa terasa air matanya menggenang ketika melihat bagaimana manis dan lucunya bayi mungil ini.


Tangannya terulur menyentuh pipi gembul dan menghadiahi ciuman di dahi dan pipinya. Khali yang berada di sampingnya pun tak kalah antusias. Pria itu memegang tangan mungilnya dan memainkan janggutnya.

__ADS_1


Tapi perhatiannya lebih tertuju pada sang istri yang hanya diam.


"Sayang."


Aqila hanya menggeleng dan mengatur nafasnya agar tak menangis. Dia berusaha agar tak membuat suasana disana menjadi canggung.


Setelah puas menggendong dan emosinya sudah membaik. Aqila tersenyum dan mengembalikan bayi itu kepada ibunya.


Tak ada yang menyinggung hal tentang anak. Semua orang juga tahu pertanyaan itu sangat sensitif. Jadi menghindari kecanggungan Mama Ria mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kalian bertiga akan lama di Indonesia?" tanya Mama Ria membuat Khali mengangguk.


"Ya mungkin selama dua minggu kami disini."


Hampir satu jam mereka berada di rumah Rey. Akhirnya tamu spesial itu berpamitan untuk pulang. 


"Aku pulang dulu ya, Kak," ucap Haura pada Jessi lalu dia beralih menatap bayi mungil yang sedang membuka matanya. "Sampai jumpa lagi, Bayi Mungilku. Assalamualaikum."


"Kami pulang dulu, Tante."


"Terima kasih sudah datang berkunjung," ucap Rey tersenyum menatap wanita yang dulu pernah ia cintai.


Namun, sekarang tak ada lagi perasaan itu untuk Aqila. Saat ini seluruh hatinya benar-benar untuk sang istri dan anaknya. Karena bagaimanapun Rey masih ingat bagaimana perjuangan sang istri yang mendobrak pertahanan hatinya dan melahirkan bayi mungil di antara mereka. 


~Bersambung~


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.

__ADS_1



__ADS_2