Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Haura Jack?


__ADS_3


Aku tak tahu apakah ini cinta atau hanya obsesi semata. Tapi melihatmu di depanku lagi setelah sekian lama, membuatku semakin yakin untuk mendapatkanmu. ~Jackson~


****


Menetralkan deru nafasnya yang naik turun karena berlari. Dia segera membuka pintu setelah melihat penampilan dan menenangkan dirinya. 


"Assalamualaikum."


Suara gadis begitu lembut membuat semua yang ada di dalam ruangan seketika menoleh. 


"Waalaikumsalam, Haura," jawab Jessica tersenyum.


Gadis yang tak lain adik dari Pangeran Brunei itu berjalan menuju gadis yang sedang duduk dengan tenang. Keduanya saling bersalaman dan berpelukan sambil menanyakan kabar. 


Jika ditanya apakah mereka dekat?


Jawabannya adalah dekat.


Malahan dekat banget. Bagaimana bisa?


Semenjak menikah dengan Rey, setelah perkenalannya dengan Haura waktu itu. Hubungan keduanya berlanjut melalui pesan singkat.


Keduanya sudah seperti saudara jauh. Bahkan tak jarang, Jessica sering meminta pendapat dan belajar bagaimana menjadi muslimah yang baik apdq Haura. Dengan senang hati, gadis itu mengajarkannya tanpa pamrih. Hingga akhirnya ya beginilah sikap keduanya, begitu dekat sehingga siapapun yang melihat ikut merasa senang. 


"Kapan kamu sampai kesini, Ra?" 


"Barusan," jawab Haura dengan santai.


"Kamu langsung kesini?" tanya Bima yang ikutan nimbrung.


Haura tentu saja mengangguk. "Aku hanya sebentar disini."


"Loh kenapa?" tanya Jessica yang tak terima. 

__ADS_1


Sungguh ia ingin sekali bertukar cerita dengan gadis yang umurnya hampir sama dengannya. Berbincang dengan Haura melalui handphone saja sudah bisa membuatnya nyaman, apalagi jika langsung. Bisa dipastikan dia akan banyak mendapatkan ilmu dari Haura dan lebih masuk ke dalam jiwa. 


"Pekerjaanku masih banyak. Ini aja aku harus membujuk Kak Khali untuk mendapatkan izin." 


"Yah." Jessica cemberut.


Dia memalingkan wajahnya dan memeluk sang suami di sampingnya.


"Padahal aku pengen tukar cerita sama kamu." 


Haura tersenyum. Dia ikut bahagia melihat sepasang suami istri itu yang sudah berbaikan. Semua yang terjadi Haura sudah tahu karena Jessica sudah bercerita padanya. 


"Aku usahakan secepatnya balik kesini."


"Janji yah?" Jessica berbalik dan menyodorkan kelingkingnya.


Harus tersenyum kecil namun dia juga mengaitkan kelingking itu dan tersenyum. "Aku gak berjanji. Insya allah aku akan kesini jika Allah masih memberikanku kesehatan." 


"Aamiin." 


Tanpa mereka sadari. Sepasang mata tajam tak henti-hentinya menatap gerak-gerik wanita cantik yang begitu menarik atensinya itu. Senyumannya mampu membuat jantungnya semakin berdetak kencang.


"Ehemmm, gak usah melotot gitu gak bakal ilang," celetuk Bima sambil memejamkan matanya di sofa hingga membuat Jessica dan Haura yang sedang asyik bercerita menoleh. 


Keduanya mengerutkan kening tak paham akan maksud asisten dari Rey itu. Namun tidak dengan suami dari Jessica. Dia menahan tawa ketika melihat raut terkejut dari wajah Jack.


Pria itu sungguh mampu menutupi rasa malu canggung saat ketahuan sedang mengamati seseorang. Rey bahkan acungi jempol untuk Jack yang hanya memberikan tatapan datar setelah kepergok.


"Ada apa, Bim?" tanya Jack tiba-tiba menatap pria itu yang sedang asyik terpejam.


Bima membuka matanya dan menggeser sedikit.


"Hati-hati matamu bisa lepas. Liatin Haura sampai segitunya," bisiknya namun sukses membuat Jack gugup. 


Bahkan pria itu sampai memalingkan wajahnya untuk menutupi wajahnya yang mulai memanas karena ocehan asisten lawan hatinya dulu.

__ADS_1


"Jack!" goda Bima lagi namun pria itu hanya diam.


Hingga tiga kali akhirnya Jack beranjak berdiri dan segera meninggalkan ruangan tanpa pamit. Hingga hal itu mampu mencuri atensi Jessica dan Haura yang sedari tadi berbincang.


"Untung saja pria gila itu keluar," gumam Haura dalam hati. 


Sebenarnya bukan hanya Jack yang terkejut dan tak percaya akan kedatangan Haura. Namun, gadis bergamis itu juga terperangah akan kehadiran pria yang beberapa bulan ini selalu menerornya. 


Entah dapat dari mana, Jack selalu mengirimkan pesan pada nomor Haura hingga membuat gadis itu begitu risih. Dia juga menjaga jarak bukan karena apa. Melainkan Haura sadar bahwa dirinya dan Jack adalah dua manusia berbeda agama yang tak bisa bersatu tanpa harus mengalah salah satunya.


~Bersambung~


Ehemmm. Jadi anuu jadi bingung.


Haura Jack?


atau


????


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)

__ADS_1


My Teacher is My Husband (end di ****)



__ADS_2