
Sungguh melihat bagaimana suamiku yang begitu heboh menjadi hiburan untukku ketika rasa sakit ini kembali menjalar di seluruh tubuh. ~Jessica Alexzandra Caroline~
****
Malam semakin larut. Waktu menunjukkan pukul setengah 1 Malam. Semua orang masih nyaman bergelung di dalam selimut sambil terbuai akan alam mimpi.
Namun, ada seorang wanita yang tidurnya terasa tak nyaman. Bahkan beberapa kali dia menggerakkan tubuhnya untuk mencari tempat ternyaman tetap tak berhasil. Sampai-sampai dia menyangga punggungnya dengan bantal tapi tetap saja gagal.
Entahlah, ia merasakan perutnya tak nyaman dan seperti ada sesuatu yang ingin keluar. Lama kelamaan rasa mulas itu berganti rasa sakit.
Sakit yang begitu luar biasa hingga menembus ke punggung. Uhh rasa linu, sakit dan panas membuat wanita yang tak lain adalah Jessica tanpa sadar meremas lengan tangan Rey hingga membuat pria itu terbangun.
"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Rey panik melihat istrinya kesakitan dengan gerakkan tubuh yang tak beraturan.
"Hah hah perutku sakit banget, Yang!" teriaknya sambil mengatur nafas.
Rey melompat dari ranjang. Dia mondar mandir bingung harus melakukan apa. Sungguh melihat istrinya kesakitan mampu melumpuhkan otak pria yang biasanya pintar itu.
Jessica mencoba mengatur nafasnya. Dia berusaha tenang agar suaminya ini tak bertingkah laku bodoh. Ah siapapun yang melihat ekspresi Rey malam ini tentu saja akan tertawa terbahak.
Wajah bingung, panik dan cengo sudah seperti orang bodoh sangat. Hingga lama-lama membuat Jessica yang melihatnya terkekeh geli.
"Tolong bilang sama Mama, Yang. Kalau aku mau melahirkan," ucap Jessica pelan setelah kontraksi itu menghilang.
Menurut, Rey segera keluar menuju lantai satu. Semenjak usia kandungan Jessica membesar. Baik Mama Ria maupun Daddy Stevent memilih tinggal di rumah besar Rey. Mereka berkata jika sesuatu terjadi maka mereka tak perlu buru-buru meski rumah mereka juga berdampingan.
"Mama mama!" teriak Rey sambil menggedor pintu di tengah malam.
Suara gedoran yang kencang mampu membuat semua orang yang tidur di lantai satu menjadi terbangun. Mama Ria pun yang mendengar suara ramai langsung keluar membukakan pintu.
"Ada apa, Nak?"
__ADS_1
"Ada apa, Rey?"
Mama Ria dan Daddy Stevent yang baru saja keluar dari kamar mereka masing-masing langsung menatap aneh pria yang gelisah itu.
"Istriku, Ma. Istriku," ujar Rey sambil menunjuk lantai atas.
"Ada apa, Rey?" tanya keduanya panik.
"Itu, Ma. Itu…"
Sungguh rasanya malam ini seorang Reynaldi Johan Pratama mendadak menjadi pria bodoh dan linglung. Tingkah laku Rey yang aneh tentu saja membuat Mama Ria, Daddy Stevent, Bima dan Amanda yang menunggu pun menjadi kesal sendiri.
Hingga saat kesabaran mereka mulai habis. Teriakan dari tangga atas membuat semua orang ebr gegar berlari ke sumber suara.
"Astaga menantuku!" teriak Mama Ria menutup mulutnya.
"Jessi!"
Ah sungguh semua orang yang berada di bawah membelalakkan matanya. Mereka melihat Jessica yang berusaha menahan tubuhnya berdiri sambil berpegangan di ujung tangga itu terlihat begitu kesakitan.
Tanpa babibu lagi, Bima, Amanda dan Daddy Stevent berlari kesana. Sedangkan Mama Ria memukul kepala anaknya itu karena kesal.
"Aduh sakit, Ma," keluh Rey mengelus kepalanya.
"Kamu ini, istri mau lahiran jadi bodoh. Cepet gendong istrimu!" seru Mama Ria mendorong anaknya itu.
Segera tanpa disuruh Rey berlari dan menggendong istrinya keluar kamar. Sebuah mobil sudah berada siap disana setelah Mama Ria berteriak memanggil supir dan satpam.
Sebelum mobil melaju Jessica menahan pintu yang ingin ditutup dan berpesan pada sahabatnya itu.
"Tolong bawakan tas untukku dan bayiku yang sudah aku rapikan di kamar bayi ya, Man."
"Beres," ucapnya mengangguk.
__ADS_1
"Hati-hati ya, Pak!" Nasehat Daddy Stevent pada supir yang menyetir mobil Rey.
"Siap, Tuan."
"Ati-ati, Rey. Daddy bakalan menyusul sama Bima dan Amanda," ucap Stevent lalu dia menutup pintu mobil.
Setelah itu kendaraan roda empat itu mulai meninggalkan rumah Rey dan menembus gelapnya malam. Suasana di mobil begitu menegangkan. Bahkan ketika kontraksi itu hadir, yang menjadi sasaran oleh Jessica adalah suaminya sendiri, Rey.
Tapi hal itu tak membuat Rey mengaduh. Dalam pikirannya saat ini hanya berharap semoga istri dan anaknya selamat dan baik-baik saja tak kurang suatu apapun.
~Bersambung~
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
OTW Hijrah (On Going ****)
__ADS_1