Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Kemarahan Jack


__ADS_3


Meskipun ada gadis lain yang jauh lebih sempurna darimu. Namun, tak akan ada yang mampu menggantikan posisi dirimu di dalam hatiku. ~Reynaldi Johan Pratama~


****


Ada yang panas tapi bukan api. Ada yang meledak namun bukan bom. Wajahnya sudah memerah dan tangannya mengepal erat.


Rasa marah, kesal dan benci sudah memuncak dalam dirinya. Dia tak pernah menerima kekalahan dan hari ini, untuk pertama kali dirinya harus kalah dengan seorang gadis muda.


Menahan emosinya yang semakin menaik. Jackson memejamkan matanya dengan mengatur oksigen yang masuk ke paru-paru.


"Maafkan kami, Bos," ucap lelaki memakai pakaian serba hitam dengan kaki gemetar ketakutan.


Siapa yang berani dengan kemarahan seorang Jackson. Dia sama persis seperti Stevent Alexzandra. Marahnya seperti harimau yang mengaum keras dan bisa memecahkan apapun yang berada di dekatnya.


"Bodoh kalian semua. Keluar!" teriak Jackson dengan lantang.


Dia tak ingin kemarahannya sampai memukul salah satu anak buahnya seperti dulu. Dirinya harus bisa menahan dan menyuruh anak buahnya pergi. Jackson rasanya ingin mencekik seseorang yang dengan tak tahu malunya ikut campur dalam urusannya.


Namun, mengingat jika dia hanyalah seorang gadis. Membuat Jackson ingin menemui gadis itu dan melihat seberapa beraninya dia.


Suara telepon di dekatnya, membuat Jackson segera meraih benda elektronik itu dan menempelkannya di dinding.


"Siapa?" seru Jackson karena tak ada suara dari seberang. 


"Jangan bermain-main denganku!" ancam dengan nafas memburu.


Dia kesal karena kekalahannya dan sekarang ada orang yang tak ia kenal sedang iseng dengannya. 


"Bagaimana dengan kejutanku hari ini?" 


Suara ini, suara ini aku begitu mengenal. Jackson menajamkan telinganya dan memutar otak untuk mengingat siapa pemilik suara yang begitu lembut namun terkesan misterius.


"Kau melupakanku?" tanya gadis di seberang sana dengan kekehan kecil. "Sayang sekali, kau tak mengingatku," sambungnya.


Jackson terdiam, dia ingat. Suara ini adalah suara gadis yang dia dengar melalui ponselnya tadi pagi. Suara dari konferensi pers di Indonesia yang membuatnya marah bukan main. 


"Kau!" geram Jack.


"Salam kenal, Jack." Suara itu kembali terdengar, "oh bukan, yang betul Jackson." 


"Jangan main-main denganku!" 


Terdengar suara kekean disana. Sepertinya, gadis itu tertawa karena keberhasilannya hari ini.


"Kau itu hanya tikus kecil daripada Penciptaku yang luar biasa." sindirnya langsung, "tak ada hal yang membuatku takut darimu, Jackson." 


Saat Jack hendak membuka suara, gadis itu sudah kembali melanjutkan perkataannya.


"Kenalkan, aku Khadijah Haura. Panggil saja Haura. Jika kau ingin meneruskan perbuatan licikmu. Temui aku di Indonesia!" 


Klik.

__ADS_1


Jack menggeram marah. Berani sekali gadis itu bermain-main dengannya. Siapa dia? Seenaknya menyuruh dirinya datang ke Indonesia hanya karena hal tak penting. Namun, mengingat keberanian  dalam setiap perkataan gadis itu, entah kenapa memercik rasa penasaran dalam diri Jackson.


"Jika kau ingin bermain-main denganku. Baiklah, aku turuti semua keinginanmu."


****


Bagaimana dengan kabar seorang Reynaldi Johan Pratama? Kesibukan yang semakin membuatnya kekurangan istirahat, tetap tak menyurutkan semangatnya. Jam tidurnya semakin berkurang memang. Namun, melihat bagaimana kurva saham, investor dan klien yang mengajukan kerjasama semakin banyak. Membuatnya sebanding dengan apa yang dia korbankan.


Komunikasi yang dia lakukan dengan sang kekasih pun sudah jarang dilakukan. Benar-benar selama hampir seminggu ini. Dia dengan tekun mengerjakan semuanya dibantu oleh David. Rey begitu kagum dengan kepandaian pria itu. 


Ternyata, dibalik sikap David yang lugu dan pendiam. Di dalamnya terdapat banyak kejutan dari dirinya. Jika dinilai, kepandaian dan kecekatan akan pekerjaan yang David lakukan sudah sama persis dengan Bima, asistennya.


Mereka berdua seperti robot hidup yang tugasnya untuk menemani dan membantu Rey dalam hal ini. Tak henti-hentinya dia mengatakan terima kasih pada David karena kebaikan pria itu begitu banyak.


Rey selalu dibantu tanpa memperdulikan waktu yang sudah tengah malam hingga pagi hari. Dengan sukarela David membantunya hingga Perusahaan yang bangkrut itu mulai kembali naik.


"Bagaimana hari ini, David?" tanya Rey dengan menatap pria yang berdiri di depannya itu.


Sejak dia bekerja disini. Rey sudah mengajak David untuk menjadi sekretarisnya selama di New York. Pria itu juga menggaji David dengan gaji yang sudah melebihi porsi dirinya. Namun, Rey selalu mengatakan jika David memang pantas untuk menerima apa yang dia berikan.


"Sudah ada 5 berkas kerjasama baru yang diterima, Tuan." David memberikan berkas yang dia maksud dan diletakkan di atas meja Rey.


Rey manggut-manggut dia membuka salah satu berkas dan membacanya.


"Sepertinya, karena kerjasama kita dengan Tuan Khali. Banyak perusahaan yang mulai percaya dengan perusahaan ini. Ditambah nama anda mulai kembali naik setelah konferensi pers yang dilakuan Nona Haura dan Asisten Bima.


"Pers?" ulang Rey.


"Iya, Tuan." 


Tanpa banyak bicara segera ia mencari berita yang begitu dia cari.


Ketemu.


Matanya berbinar serta lengkungan senyum lebar terpatri di bibir kissable miliknya. Tak henti-henti rasa syukur selalu ia panjatkan dalam hatinya. Ternyata, Allah masih baik pada keluarga dan dirinya.


"Terima kasih, Ya Allah. Kau masih mau menjaga apa yang sudah aku perjuangkan," ucapnya dalam hati. 


"Terima kasih, David. Kembalilah ke mejamu!" 


David mulai undur diri dan tinggallah Rey yang sendirian di ruangannya. Saat dia hendak menghubungi Haura. Tersemat nama sang kekasih di ponselnya dan langsung diangkat oleh Rey.


"Congratulations Honey. Semoga Perusahaan Pratama selalu berjalan lancar dan semakin kuat." 


Terharu? Tentu saja.


Meski sang kekasih gak ada disampingnya. Tak bisa dipeluk oleh tubuhnya. Namun, semangat dari seorang Jessica Alexzandra Caroline tak pernah .


Gadis itu selalu menghubungi Rey melalui telepon maupun pesan singkat. Kata semangat dan cinta selalu meluncur dari bibirnya untuk menyemangati sang kekasih. Kemudian, mendengar berita tentang Perusahaan sang kekasih yang sudah tenang, pasti hatinya juga ikut lega dan bahagia.


"Thank you. Semua ini berkat kerja keras Haura Bima dan Asisten Haura," ucap Rey memberitahu. 


"Apakah perempuan yang pernah datang ke kantormu itu? Dia Haura?" tanya Jessi mengingat wajah gadis yang menurutnya begitu cantik. 

__ADS_1


"Ya. Dia Haura," sahut Rey. "Kenapa?" 


"Tak ada." Jessi menggeleng di seberang sana. 


"Kau cemburu yah?" goda Rye gencar.


"Apa sih?" kesal Jessi.


"Jujur padaku. Apa kau cemburu?" 


"Jika ya? Memangnya kenapa? Gak boleh?" cerocos Jessi tak sabaran.


Bukannya menjawab, Rey malah terbahak. Dirinya begitu senang dan lucu bersamaan. Rey ingin melihat bagaimana wajah cemburu sang kekasih ketika melihat kedekatannya dengan wanita lain. 


"Jess, dengarkan aku."


"No!" tolaknya.


"Sayang. Dengarkan!" 


Jessi diam. Jika bertingkah manis begini kan, Rey begitu menggemaskan menurut bayangan Jessi.


"Bagaimanapun cantiknya seorang Haura. Aku tak akan menyukai bahkan sampai mencintainya. Hatiku sudah ada kamu didalamnya dan tak akan ada yang mampu menggantikan posisimu." 


~Bersambung~


Bisa ae lu bang, ngegombal hahaha.


Duh gimana yah pertemuan Jack sama Haura besok, hihihi. 


Nantikan!


Aku rencana, kisah Haura mau kujadikan satu disini. gimana?


Jadi ada :


Tim JesRey


Tim Bimanda


Tim Haura .... sapa siapa yah? hihi


Jangan lupa likenya geng dan kalau mau dukung abang dude klik vote atau beri hadiah. Terima kasih.


Mampir diceritaku yang lain.


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di nome)

__ADS_1



__ADS_2