
Rasa sakit ketika seorang wanita hamil menghadapi kontraksi akan terbayarkan ketika telinganya mendengar sebuah suara tangisan bayi yang membuatnya begitu bahagia. ~Jessica Caroline Alexzandra~
****
Suasana di Ruang Bersalin begitu menegangkan. Bukan karena jeritan dan lenguhan seorang ibu hamil yang sedang kontraksi. Melainkan karena bentakan dan amukan seorang calon ayah yang tak tega melihat istrinya kesakitan.
Berulang kali Dokter menjelaskan jika ini merupakan prosedur jika ingin melahirkan normal. Tapi apalah daya, pria itu hanya tak kuat melihat istri yang begitu dia cintai kesakitan hingga air matanya beruraian.
"Berikan obat agar sakitnya reda, Dokter!" untuk kesekian kalian permintaan pria ini terlontar hingga membuat wanita yang sedang menahan sakit itu mulai lelah.
"Sayang," panggil Jessica pelan hingga membuat Rey yang sedang marah langsung menoleh.
"Ada apa? Kamu butuh apa? Bilang sama aku," ujarnya sambil menghapus keringat yang membasahi dahi sang istri.
"Aku baik-baik aja, Sayang. Plis jangan marahi Dokter. Ini udah konsekuensi seorang ibu hamil yang ingin melahirkan," ucap Jessica mencoba memberikan pengertian sambil menahan sakit yang semakin menjalar di punggungnya.
"Tapi aku gak tega liat kamu gini, Yang. Kita operasi saja yah?" bujuk Rey namun dibalas gelengan oleh Jessi.
"Biarkan aku merasakan indahnya melahirkan, Sayang. Kamu disini dukung aku seharusnya. Jangan marah-marah, ntar Rey junior takut liat kamu," ucap Jessi sambil mengatur nafasnya.
"Aku gak marah kok, Yang. Iya 'kan Baby?" tanya Rey mengelus perut sang istri.
Ah sepertinya bujukan Jessica berhasil hingga membuat para dokter dan suster yang berada disana bernafas lega.
Akhirnya dengan sabar, Rey menunggu sambil mengelus punggung Jessi yang kesakitan. Bahkan pria itu merelakan tangannya yang dicengkeram kuat. Jarinya yang digigit bahkan sampai perutnya yang menjadi kekuatan sang istri ketika sakit kontraksinya semakin bertambah.
"Kita cek dulu ya, Nyonya."
Huh huh huh.
Jessica hanya bisa mengatur nafasnya. Rasa sakitnya semakin sering. Bahkan dapat teratur ketika kapan sakit itu datang dan kapan sakit itu hilang. Bahkan frekuensi dan sakitnya semakin berlipat hingga seperti tulang yang dipatahkan secara bersamaan.
__ADS_1
Namun dengan sabar, gadis itu menahan segala kesakitannya untuk tak menjerit dan berteriak. Dia takut jika bertindak seperti itu ,suaminya ini akan semakin menggila.
"Pembukaan sempurna. Siapkan semuanya!" perintah Dokter dengan mulai mengambil posisi serta suster yang mulai menyiapkan semua perlengkapan proses melahirkan.
"Ikuti perintah saya ya, Nyonya?"
"Iya, Dokter."
"Jangan diangkat pinggulnya ya, Nyonya. Dan mengejanlah setelah saya memberikan instruksi."
Jessica hanya mengangguk. Sakitnya sudah semakin menjadi. Dia dengan begitu lihat mengatur nafasnya agar bisa mengontrol dirinya yang mulai ngos-ngosan.
"1...2...3 kejan!"
"Eughhhhhh."Jessica mengejan hingga kukunya menancap di tangan sang suami dengan wajah penuh perjuangan.
"Lagi ya, Nyonya. Kejannya seperti orang mau poop. Oke. 1...2...3 lagi!"
"Euggggggg."
Jessica mulai merasa tubuhnya lemas. Matanya juga mulai mengerjap dan ingin sekali dia pejamkan. Namun, ketika dia hendak terpejam, sebuah ciuman dan tangisan di tangannya membuat matanya yang tadinya begitu lelah langsung terbuka.
"Semangat, Sayang. Kumohon jangan tinggalkan aku. Aku tau kamu pasti kuat demi aku dan Baby," uajr Rey sambil terisak dan berbisik di telinga istrinya.
Pria itu begitu ketakutan ketika melihat bagaimana lelahnya wajah sang istri hingga membuat jantungnya berdegup kencang tak karuan.
"Ayo, Nyonya. Semangat!"
"Ayo, Sayang. Kamu pasti bisa. I Love You." Rey menjatuhkan sebuah ciuman di dahinya hingga membuat kekuatan dalam dirinya kembali muncul.
Saat rasa sakit itu kembali menyerang akhirnya Jessica mengejan sekuat tenaga.
"Eughhhhh."
__ADS_1
Oek oek oek
Akhirnya penantiannya terbalaskan dengan sebuah suara tangisan bayi hingga tanpa sadar membuat suasana haru di dalam ruang bersalin itu.
Tak henti-hentinya Rey menjatuhkan banyak kecupan di wajah sang istri karena rasa bahagianya yang tak bisa dijabarkan. Akhirnya penerus dari Alexzandra dan Pratama yang pertama telah lahir di dunia dengan selamat.
~Bersambung~
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1442 H
Kalau Je ada salah mohon maaf lahir dan batin yah.
Maaf baru up sekarang soalnya aku ngetik sampai tamat kemarin.
Jadi Yok semangat bacanya dan jangan lupa like
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1
OTW Hijrah (On Going ****)