Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Kehadiran Mario


__ADS_3


Penyesalan memang ada di akhir. Itulah yang benar-benar aku rasakan hingga membuat dadaku terasa sesak untuk bernafas. ~Jessica Alexzandra Caroline~


****


Tak ada hal yang mampu dibantah oleh seorang Sanoci. Pria itu hanya bisa diam dan menatap nanar punggung sang putra ketika pergi meninggalkannya. Saat dia mendengar pintu apartemennya ditutup, perlahan sudut matanya mengalir air mata sedih. 


Senyum getir timbul di wajah tuanya. Dia merasa seolah apa yang dilakukannya selama ini sia-sia. Ternyata kasih sayang yang selalu dilimpahkan tak pernah cukup untuk kedua anak-anaknya. Dia baru menyadari ketika putranya mau membuka suara.


Menghela nafas berat. Dia merasakan sebuah elusan di pipinya hingga membuatnya membuka mata.


"Pergilah!" pintanya lalu beranjak berdiri.


Sanoci memang sudah berusia hampir 60 an tetapi jangan ditanyakan ketampanannya masih terlihat begitu jelas. Bahkan kejantanan dan kekuatannya masih tidak bisa diremehkan. 


Maka dari itu dia masih sanggup mencari kesenangannya sendiri. Tetapi setelah mendengar segala keluh kesah sang putra entah kenapa membuat sesuatu dalam dirinya tertampar. Tanpa ingin diganggu akhirnya pria tua itu lebih memilih masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan otaknya.


Biarlah kali ini dia mempercayakan semuanya pada putranya. Karena dia yakin apa yang dilakukan Mario tak akan pernah menyakiti adiknya sendiri. 


****


Di sebuah rumah mewah miliki Rey dan Jessica. Banyak keluarga yang berkumpul untuk menyambut kepulangan wanita yang sedang hamil penerus pertama dari keluarga Pratama dan Alexzandra.


Tak ada senyum kebahagiaan dari wajah ayunya. Hanya ada kesedihan dan air mata yang terlihat ketika wanita hamil itu baru turun dari mobil.


Semua orang yang melihatnya pun menjadi ikut iba. Bahkan Amanda yang awalnya paling heboh ingin menyambut berubah diam. Dia seperti merasakan kesedihan yang dialami sahabatnya ini. Tapi mengingat banyaknya orang, gadis itu memilih diam dan menunggu semua orang masuk.


"Ayo masuk, Nak! Jangan menangis terus," bujuk Mama Ria sambil menghapus air mata Jessica dengan lembut.


Dia begitu paham bagaimana keadaan batin dari menantunya ini. Bahkan jika dibanding dengan hatinya, dia juga tak kalah merasakan sakit. Sakit ketika tak tahu dimana putranya berada. Sakit ketika melihat putranya harus berada jauh dari istri dan calon anaknya. 


"Percayakan semua pada Allah, Nak. Mama yakin Rey akan segera pulang."


Jessica menatap mama mertuanya dengan mata berkaca-kaca. Dia bersyukur diberikan seorang mertua yang berasa seperti ibunya sendiri. Tanpa banyak kata dia memeluk Mama Ria dengan erat dan menumpahkan segala sakit di hatinya. 

__ADS_1


Sungguh dia begitu menyesal telah menyakiti hati suaminya. Sungguh dia menyesal ketika mengusir sang suami dari ruangannya. Sungguh dia menyesal ketika lebih percaya pada sebuah foto daripada penjelasan sang suami. Ketika mengingat semua itu kembali, sungguhnya dadanya terasa nyeri dan membuat Jessi sulit untuk bernafas 


"Tenanglah, Nak. Mama yakin putra Mama akan kembali dan pulang. Karena rumah sebenarnya hanyalah kamu bukan mereka."


Jessi mengurai pelukannya. Dia tersenyum dan mengangguk. Kemudia perlahan mereka berjalan masuk dan disambut oleh sang sahabat Amanda.


"Selamat datang, Calon Mama Muda." Godanya dengan mengedipkan sebelah mata.


Jessica tersenyum tipis. Dia begitu senang dengan kehadiran Amanda yang selalu menghiburnya. Tak segan wanita itu mencubit pipi sekretaris keuangannya ini hingga membuatnya mengaduh.


"KDRT Nih." 


"Darimana KDRT?" tanya Jessi dengan menahan tawa.


"Ya dari sini. Nih dicubit-cubit aku. Bahaya jahat bener." 


Tak lama tawa kecil muncul di bibir Jessica. Hingga membuat siapapun yang melihat ikut tersenyum. Semua orang menjadi lebih dekat dengan Amanda karena kepribadiannya yang humoris dan mudah bergaul. Dan mampu membuat siapapun yang berkenalan dengannya merasa nyaman dan bahagia.


Tak mau membuat ibu hamil ini lelah. Daddy Stevent menyuruh semua orang masuk. Mereka segera menuju ke ruang tamu dan duduk santai disana. Para pelayan mulai meletakkan minuman dan cemilan untuk menemani cemilan mereka. Karena sepertinya apa yang akan mereka obrolkan akan menyangkut dalam hal serius kali ini. 


Bima menggeleng lemah. Dia merasa kemampuannya mencari seseorang menjadi lemah ketika mencari keberadaan bosnya sendiri. Tapi sungguh keberadaan Rey seakan hilang ditelan bumi dan tak ada jejak. 


Melihat hal itu raut wajah Jessica berubah. Dia beralih dan menatap pria yang sudah dianggap kakaknya itu. 


"Kak Jack?"


"Info terakhir Rey dibawa dengan helikopter." 


"Apa!!" Nafas Jessi tersenggal. 


Dia tak percaya jika sang suami dibawa hingga menggunakan kendaraan terbang itu. Banyak pertanyaan dan pikiran buruk mulai menyergap. Dari dia takut ditinggalkan, takut jika calon anaknya tak bisa melihat ayahnya ketika dia lahir.


"Tenanglah, Jess. Tarik nafas buang," pinta Amanda dengan tenang. Dia harus berusaha membuat ibu hamil ini nyaman dan tak banyak pikiran. "Jangan terlalu banyak berpikir. Ingat ada calon buah hatimu disini." 


Ketika semua orang diliputi rasa kalut dan bingung. Sebuah suara klakson mobil terdengar hingga membuat semua orang saling pandang. Tak banyak kata, Jessi spontan beranjak berdiri dan berjalan tergesa menuju pintu untuk melihat siapa gerangan yang datang. 

__ADS_1


"Jangan lari, Nak!"


"Jangan lari, Jess!"


Teriakan semua orang tak digubris olehnya. Jessi berdoa semoga suaminya lah yang datang. Dengan semangat dia menuju pintu dan ternyata, lagi-lagi harapannya patah.


Matanya menatap nanar ke arah seorang pria yang sudah lama tak ia temui.


"Kak Mario?" 


~Bersambung~


Uhuy kurang 1 atau 2 bab lagi konplik selesai. Akhirnya uhuyy.


Si Mar Mar meresahkan ya, Bun.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di ****)


__ADS_1


__ADS_2