
Jangan pernah menyerah ketika kamu dihadapkan dengan sebuah kesulitan. Berusahalah untuk melewati kesulitan itu karena akan ada hikmah indah dibalik itu semua. ~Reynaldi Johan Pratama & Jessica Alexzandra Caroline~
****
Hari demi hari pun dilalui bertiga. Hingga tak terasa umur Shira sudah memasuki tiga bulan. Bayi mungil itu semakin mengeluarkan kecantikannya. Pipinya yang semakin montok kemerahan. Serta tubuhnya yang gembul semakin membuat semua orang yang melihatnya begitu ingin menggendongnya.
Sesuai janji Rey pada sang istri. Jika hari ini mereka akan berangkat liburan menuju pulau Bali. Keinginan sejak Shira berumur satu bulan akhirnya bisa diapresiasikan hari ini.
Hitung-hitung Rey ingin membuat istrinya tak mengalami baby blues. Sungguh Rey bisa melihat sendiri bagaimana istrinya merawat putrinya itu dengan begitu telaten.
Bahkan meski Rey memaksa untuk memakai jasa babysitter, sang istri menolak dengan dalih dia ingin merawat anaknya sendiri. Akhirnya dengan segala keterpaksaan Rey menuruti keinginan istrinya itu.
Tapi semakin kesini, Rey bisa mengambil hikmah kenapa Jessi ingin merawat anaknya sendiri. Selain agar mereka bisa melihat dan memperhatikan tumbuh kembang Shira sendiri, merawat anak tanpa babysitter mampu mengharmoniskan dan mendekatkan orang tua dengan bayi. Bahkan tak ayal butuh kerjasama yang baik antara mama dan papa untuk merawat satu buah hati mereka.
Setelah semua perlengkapan siap. Rey mengambil Shira yang sedang tengkurap di ranjang dan membawanya turun ke bawah.
"Sudah siap, Yang?"
"Udah tinggal ngerapihin kotak makan ini aja."
"Kita tunggu diluar ya, Mama," ucap Rey meniru suara anak kecil hingga membuat Shira tertawa.
__ADS_1
Akhirnya perjalanan menggunakan pesawat dari Jakarta ke Bali tak membuat Shira rewel. Bahkan bayi mungil itu terlihat begitu bahagia karena sejak di dalam pesawat dia hanya berceloteh dan tak mau tidur.
"Kemarikan, Sayang. Kamu pasti capek 'kan? Dari tadi Shira gak tidur," ujar Jessi merasa kasihan pada sang suami.
"Gak usah, Sayang. Biar Shira aku gendong sampai hotel."
Setelah pesawat mendarat dengan baik. Iring-iringan mobil yang membawa keluarga Rey dan Jessica mulai bergerak menuju salah satu pantai yang menjadi tujuan mereka.
Rey sudah mencari destinasi terbaik dan pilihannya jatuh ke Pantai Nusa Dua. Kenapa Rey memilih pantai ini?
Karena pantai Nusa Dua salah satu pantai terbersih di pulau Bali. Kebersihan pantai di Nusa Dua yang selalu terjaga membuat saya menaruh pantai Nusa Dua Bali di nomer satu dalam daftar 10 pantai terindah di Bali.
Penyebab pantai Nusa Dua sangat bersih, karena di sepanjang bibir pantai Nusa Dua terdapat hotel-hotel berbintang lima dan selalu ada petugas kebersihan yang membersihkan pantai.
****
Hamparan pasir putih dan indahnya pantai terlihat begitu memanjakan mata. Bahkan bibir Jessica selalu tersenyum ketika melihat sang suami membawa putrinya ke pantai dan membasahi kakinya dengan air hingga membuat Shira tertawa.
Sungguh pemandangan ini begitu membuat Jessica mengingat bagaimana duku dia mengejar cinta atasannya itu. Melupakan gengsinya sebagai seorang wanita dan mengesampingkan kepribadiannya karena hatinya yang sudah terpaut dengan Rey.
Karena keasyikan melamun. Tanpa sadar membuat Jessi tak tahu jika Rey berjalan ke arahnya dengan membawa anaknya yang menggerak-gerakkan kakinya.
"Astagfirullah," kaget Jessi ketika rambutnya ditarik oleh sang putri.
__ADS_1
"Ngelamunin apa, Sayang?"
"Gak ada. Sini anak Mama." Jessi menggendong Shira dan membawa anaknya ke tepi pantai bersama sang suami.
Senja mulai terlihat dan sinar orange itu begitu indah ketika dilihat dari Pantai Nusa Dua. Tapi keindahan ini tak membuat Rey berpaling. Pria itu menatap wajah sang istri yang terlihat begitu cantik terkena sinar senja.
Jessi yang merasa diperhatikan pun menoleh. Dua wajah itu saling bertatapan dan tersenyum.
"Terima kasih sudah mau mengejar cintaku sampai pertahanan hatiku goyah dan berlabuh denganmu, Sayang. Kalau kamu menyerah, mungkin sampai saat ini aku tak akan bahagia,"ucap Rey menatap istrinya penuh cinta.
"Aku juga terima kasih, Sayang. Karena kamu sudah mau berkorban dengan meminta restu papa sampai beliau mengizinkan kita bersama," balas Jessi membuat keduanya tersenyum dan mendekat.
Tanpa sadar dua orang itu saling berdekatan hingga wajah mereka terus menempel sampai hidung keduanya bersentuhan. Terbawa suasana, spontan mata mereka menutup dan bibir mereka hendak bertemu. Namun, sebuah tepukan di pipi mereka membuat mereka menoleh dan tertawa ketika Shira lah yang mengacaukan momen indah mereka.
~TAMAT~
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
__ADS_1