
Sebuah masa lalu itu ada, hanya untuk dikenang dan dijadikan sebuah pembelajaran di masa depan. Berikanlah waktu untuk memulai dari awal semua yang terasa menyakitkan. Yakin lah jika akan ada seseorang yang hadir untuk menarikmu dari lubang masa lalu yang begitu membekas di hati. ~JBlack~
****
Sinar mentari mulai naik menghangatkan bumi. Mencoba menembus celah-celah jendela untuk menyinari ruangan yang ada di dalamnya. Embun pagi, masih terlihat begitu jelas membasahi rumput dan daun-daunan. Harum tanah khas di pagi hari masih tercium jelas. Tapi, itu semua tak membuat tidur sepasang suami istri ini terusik.
Keduanya masih dalam keadaan tak berbusana dan hanya dilapisi oleh sebuah selimut tebal. Sepertinya, keduanya selesai menghabiskan malam panas. Karena terbukti dengan keadaan kamar yang acak-acakan, gaun pernikahan dan jas yang berceceran dimana-mana serta keadaan meja rias yang sudah berantakan.
Jangan tanyakan apa yang sudah terjadi semalaman. Malam pengantin yang berakhir dengan panas dan liar itu ditutup sekitar hampir pukul 3 pagi. Rey benar-benar membuktikan seberapa kuatnya dia. Hingga akhirnya, pria itu lebih memilih berhenti setelah sang istri benar-benar kewalahan.
Udara di pagi hari, terasa begitu menusuk kulit yang terbuka lebar. Dengan mata terpejam, sebuah tangan mencari selimut yang sedikit melorot ke bawah dan menarik lagi untuk menghangatkan tubuhnya.
Erangan terdengar dari bibir polos berwarna pink dengan tangan terangkat untuk meregangkan otot-ototnya. Namun, saat dirinya hendak menggerakkan bagian bawahnya, rasa sakit dan nyeri membuat Jessi membuka matanya perlahan.
Setelah menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke kornea matanya, Jessi menoleh ke samping. Rasa berat di bagian perutnya, membuat dia tersadar jika ada sebuah tangan yang melingkar disana.
Senyum terkembang mulai tercetak jelas ketika melihat raut wajah damai Rey yang sedang terlelap. Wajah putih dan mulus serta rahang tegas itu terlihat lebih tampan dari biasanya.
Rambut yang acak-acakan serta hidung memerah membuat Jessi teringat jika semalam dia tak sengaja menggigit hidung suaminya itu karena gemas.
Timbul rasa jahil dalam diri Jessi hingga dirinya menggerakkan tangannya ke samping. Mengusap dagu milik Rey, membuat Jessi sedikit mencondongkan tubuhnya dan menggigit dagu prianya ini.
Merasakan pergerakan dan sakit, segera Rey mengerjapkan matanya. Tak sengaja ketika pertama kali dia membuka kelopak matanya, wajah Jessi lah yang menjadi pemandangan pertama yang ia lihat.
"Selamat pagi, Suamiku tersayang." Goda Jessi suara manja dengan tangan terus mengusap dagu Rey.
"Selamat pagi juga, Istriku," balas Rey dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Kedua manik mata itu saling bertatapan. Menyalurkan rasa cinta yang semakin membuncah dan debaran jantung yang mampu dirasakan keduanya.
Rey bersyukur, dia tak menyangka jika perjalanannya dan pengorbanan nya membawa dia ke posisi ini. Petualangan dirinya untuk mendapatkan restu seorang Stevent Alexzandra mampu menggores hati Rey hingga dia tak melupakan kenangan itu.
Namun, mendapati bahwa kekasihnya lah yang berada didekapannya saat dia bangun dan menutup mata. Membuat perasaan Rey begitu bahagia. Dia menarik tubuh sang istri dan memeluknya erat hingga tak ingin melepaskan.
"Aku gak bisa nafas, Rey." Tegur Jessi dengan memukul lengans suaminya itu.
"Oh maafkan suamimu ini, Istriku."
Jessica mengulum sebuah senyuman. Entah kenapa panggilan suami dan istri begitu tiba-tiba membuat pipinya menghangat. Mungkin untuk sebagian orang, panggilan itu sudah lumrah terdengar. Tapi, bagi mereka yang masih baru saja memulai jalan sebuah biduk rumah tangga. Rasanya panggilan itu begitu manis dan memabukkan.
__ADS_1
"Ayo kita mandi, Rey!" ajak Jessi saat dia merasakan rasa lengket di tubuhnya. Terutama bagian inti tubuhnya terasa lengket dan ngilu.
Rey menyibak selimutnya dengan pelan. Lalu dia beranjak berdiri dan berjalan menuju celana kolornya dengan cuek. Dia tak menyadari raut wajah terkejut sang istri. Sungguh lelaki itu tak malu berjalan dengan kejantanan yang berdiri tegak mengacung seperti keadilan.
"Rey!" pekit Jessi dengan mata melotot.
Dia segera menarik selimutnya ke atas dan menutupi kepalanya.
"Kenapa kau telanjang seperti itu?" tanya Jessi dengan debaran jantung yang semakin kencang.
Masih dia ingat bagaimana bentuk keadilan milik Rey hingga membuatnya meringis ngilu.
"Untuk apa kau menutup wajahmu, Istriku? Bukankah kau sudah melihatnya?" goda Rey makin menjadi.
"Astag, Rey!" teriak Jessi hingga melempar bantalnya sembarangan. "Dasar mesum!"
"Mesum begini juga hanya denganmu."
Tanpa berkata, selimut yang dipakai Jessi tertarik ke bawah. Ternyata, Rey yang membuat ulah hingga membuat Jessi terpekik. Dia ingin menarik benda itu lagi namun dijauhkan oleh Rey hingga membuat mata pria itu berbinar.
Oh tubuh seksi dan indah itu terpampang kembali. Hingga membuat sesuatu yang berada di dalam dirinya menaik. Tak ingin bersolo karier. Akhirnya Rey segera menggendong tubuh sang istri dan menuju kamar mandi.
"Aku ingin mandi," sahut Rey santai.
"Lalu kenapa kau mengajakku?"
"Karena aku takut mandi sendirian, Sayang." Wajah Rey dibuat se-imut mungkin. Hingga membuat Jessi yang melihatnya begitu gemas. "Maka dari itu, aku mengajakmu untuk mandi bersama."
****
Ruang makan yang terdiri dari 8 kursi itu mulai terisi. Senyum terukir indah di wajah Rey dan Jessica saat melihat Mama dan Daddynya sudah duduk tenang dengan makanan yang sudah dimasak oleh koki profesional.
"Selamat pagi, Ma, Dad," ucap Jessi dengan mencium pipi Stevent dan Mama Ria.
"Pagi juga, Nak," sahut keduanya bersamaan.
Seperti permintaan Jessica sendiri sebelum mereka menikah. Gadis itu hanya meminta waktu sarapan dan makan malam selalu bersama di rumahnya.
Jadi, Stevent dan Mama Ria menuruti permintaan putri dan menantunya itu. Mereka akan berjalan melalui pintu samping untuk berkumpul bersama di ruang makan kediaman Rey dan Jessica.
__ADS_1
"Nenek kemana, Dad?"
"Nenekmu sedang istirahat di kamarnya, Sayang. Kau tau, 'kan? Bagaimana kondisi nenek jika kelelahan."
Jessica mengangguk. Dia begitu mengerti bagaimana kesehatan sang nenek yang terkadang muncul ketika beliau kelelahan. Dirinya sudah berpikir akan mengunjungi neneknya setelah sarapan pagi.
Setelah membaca doa mau makan. Semua orang mulai menyantap makanan dengan tenang. Tak ada suara apapun kecuali denting sendok dan garpu saja yang terdengar mendominasi di ruangan ini.
Makanan yang dimasak oleh koki kepercayaan Rey. Membuat semua keluarga makan dengan lahap. Mereka tak henti-hentinya bersyukur karena masih diberikan indra pengecap dan kenikmatan oleh Tuhan, yang tak dapat dihitung oleh siapapun makhluk.
****
"Bagaimana perasaanmu, Sayang? Apa kau baik-baik saja?" tanya Rey saat keduanya sudah duduk di halaman belakang yang sudah tertata rapi.
Sepertinya pekerja yang dibayar oleh rey begitu cekatan. Hingga pagi ini, semua kekacauan yang terjadi sudah tak ada disana. Semuanya sudah tampak kembali seperti semula. Rapi, menyegarkan dan wangi bunga begitu terendus jelas.
"Perasaanku begitu bahagia, Rey. Dan aku juga baik-baik saja," sahut Jessi dengan menatap wajah sang suami.
Rey beralih. Dia memutar tubuh Sang istri hingga keduanya saling berhadapan. Senyum tulus dan pancaran cinta tercetak begitu jelas dari nata keduanya. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa iri.
"Ada apa, Rey?" tanya Jessi melihat sebuah titik sendu di mata suaminya ini.
"Terima kasih banyak, Sayang. Berkat kamu, aku bisa terlepas dari belenggu masa lalu yang mengikatku."
Jessi tersenyum. Dirinya mengusap kedua pipi Rey dengan sayang.
"Sama-sama, Suamiku. Aku juga ingin berterima kasih, karena kamu sudah mengijinkan aku untuk mengejar cintamu wahai Abang Dudaku yang tampan."
Tawa bahagia begitu terlihat jelas. Hingga entah siapa yang memulai, kedua bibir yang sudah saling mendamba itu saling berdekatan dan mulai menempel hingga membuat keduanya saling merasakan kobaran cinta dan menyalurkan perasaannya melalui ciuman terpanjang ini.
~TAMAT~
Yey akhirnya aku bisa update dalam keadaan aku sakit.
Doakan keadaanku cepat membaik yah. Biar aku bisa lanjut cerita ini. Aamiin.
Doakan juga semoga level novel Abang Rey ini besok naik aamiin.
Jangan lupa like yah.
__ADS_1