Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Menikah?


__ADS_3


Selama ini memang aku belum pernah berpikiran untuk menikah. Tapi kenapa sekarang kata itu terus terngiang-ngiang di kepalaku. ~Amanda Gandari~


****


Sepasang langkah kaki saling melangkah satu persatu jalan yang mereka lewati. Genggaman tangan yang saling bertaut saling menghantar-kan cinta dan debaran di antara keduanya. 


Senyuman manis di wajah wanita yang begitu bahagia tak bisa disembunyikan. Dia tak bisa menggambarkan apa yang dirasakan hatinya saat ini. Apa yang dirinya inginkan ternyata saat ini terkabul.


Jalan-jalan berdua, menikmati udara Jakarta bersama dengan tangan saling bertaut. Melepaskan segala beban pekerjaan sejenak dan hanya memikirkan antara satu dengan yang lain. Hal sederhana ini saja sudah begitu membahagiakan. 


Memang pernah ku katakan, kan?


Jika bahagia itu murah, gak mahal kok.


Semua hal itu membahagiakan jika kita termasuk orang yang bersyukur.


Hal kecil maupun hal besar itu sama saja.


"Apa kamu bahagia?" tanya Bima menatap wajah gadis cantik yang berjalan di sampingnya.


"Tentu saja. Aku sangat bahagia."


Bima tersenyum tipis. Kekasihnya ini memang begitu unik. Hanya diajak jalan-jalan seperti ini saja tawa mengembang begitu jelas kentara. Tak perlu membelikan apapun, Amanda sudah begitu menghargai usahanya meski hanya diajak kesini.


Setelah berkeliling Monas, Bima mengajak Amanda untuk istirahat sebentar. Mereka duduk berdua sambil menatap lalu lalang orang-orang yang melewati didepan mereka.


Banyak kaum muda mudi yang lebih mengeluarkan kemesraannya dibanding mereka berdua. Tapi sedikitpun tak pernah ada rasa cemburu pada diri Amanda ketika apa yang ada pada lelaki lain tak ada pada kekasihnya.


Bukankah Amanda selalu mendoktrin dirinya.


Kekasihnya itu berbeda bukan?


Bima itu pendiam. Tapi dia tegas dan selalu menjaga komunikasi. 


Pria itu juga selalu profesional dalam bekerja.


Setelah capek keduanya hilang. Mereka segera kembali ke dalam mobil dan melanjutkan ke tempat yang selanjutnya sudah Bima pikirkan. 

__ADS_1


"Kita mau kemana lagi?" tanya Amanda setelah meneguk sebotol air putih yang tadi dia beli. 


Bima menoleh saat mereka berhenti di lampu merah.


"Kamu gak ada keinginan mau kemana?" tanyanya menatap sang kekasih.


Amanda terdiam. Dia berpikir kemana lagi tempat yang begitu ingin dia kunjungi saat ini. Tak lama, terbayang wajah sahabatnya yang begitu dirindukan hingga dia memilih mengunjungi rumah istri bosnya itu.


Bima segera menambah kecepatan mobilnya setelah mengetahui kekasihnya itu ingin ke rumah sahabat sekaligusnya bosnya bekerja. Lihatlah! Benar kan?


Jika wanita lain mungkin sudah meminta ke tempat-tempat mewah. Tetapi Amanda Ini sungguh luar biasa. Cintanya semakin besar pada gadisnya itu dan ia berjanji tak akan menyakiti atau meninggalkan Amanda miliknya.


****


"Assalamualaikum."


"Manda. Waalaikumsalam," jawab Jessica sambil memeluk sahabatnya itu.


Memang tadi sebelum ke rumahnya. Amanda sudah menghubungi sahabatnya terlebih dahulu jika dia ingin bermain ke rumah. Hingga akhirnya, Jessica bersemangat menunggu kedatangan sepasang kekasih itu di ruang tamu.


"Dari mana? Kenapa kalian bisa datang bersama?" tanya Jessica setelah dia mengajak Amanda duduk di ruang tamu.


"Aku barusan berkencan," ujar Amanda heboh.


"Wah serius?" tanya Jessica sampai menggeser duduknya lebih dekat dengan Amanda. "Dimana?" 


"Monas." 


"Monas?" tanya ulang Jessi dengan wajah tak percaya 


"Iya, Monas. Kenapa?" 


"Tumben sekali kekasihmu itu mau diajak ke tempat ramai. Bukankah dia pria kulkas yang suka kesepian," ujar Jessica berbisik takut dua pria kulkas mendengarnya.


Amanda yang mendengar terkekeh geli. Apa yang dikatakan sahabatnya ini memang benar. Baik Bima atau bosnya itu sudah seperti orang yang begitu suka kesunyian, kedamaian dan sepi.


Hingga ketika mereka mengajak ke tempat ramai. Seperti sebuah keajaiban untuk mereka berdua.


"Aku juga heran, Jess. Tapi entah kenapa aku suka sikapnya yang sekarang. Maniss," gumamnya sambil membayangkan wajah sang kekasih hati. 

__ADS_1


Jessica tertawa kecil. "Cepatlah menikah. Biar kalian bisa kemana-mana berdua agar terlihat lebih manis," godanya sambil mengerlingkan mata 


Menikah?


Apakah hubungan mereka seserius itu?


Jujur selama ini baik Bima maupun dirinya tak pernah membahas hal ini. Ia baru sadar jika hubungan mereka bukan hubungan anak muda lagi. 


Keduanya harus mulai merencanakan hal-hal dan membahas hal ini karena umur mereka memang sudah cukup untuk menikah. Ah tapi jika dia yang membahasnya terlebih dahulu, bukankah terkesan seperti wanita yang terburu-buru?


Jika seperti ini kepalanya menjadi pusing. Perkataan Jessica begitu terngiang di kepalanya dan membuat dirinya ragu tentang hubungannya.


Apakah benar hubungan mereka bisa sampai ke jenjang pernikahan?


~Bersambung~


Hmmm Si Kulkas minta di getok kepalanya biar cepet dinikahin kali yah, hahaha.


Aku gak janji up lagi nanti malam yah. Tapi doakan aku bisa ngetik buat up lagi. Mataku udah perih kalau lama natap layar. Jadinya ngetiknya udah kek siput. Hiks.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di ****)


__ADS_1


__ADS_2