Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Jack VS Haura


__ADS_3


Seburuk apapun sikap seorang manusia. Pasti masih ada secercah sinar kebaikan di dasar hatinya. ~Khadijah Haura~


****


Haura menahan tawa sekuat tenaga. Dia bisa melihat bagaimana pancaran mata Jack ketika melihatnya. 


"Mengagumiku, heee?" sindir Haura dan berjalan melewati Jack menuju kursi kosong di depannya.


Seketika pria itu tersadar. Dia segera memalingkan wajahnya dan membenarkan posisi duduknya. Haura tersenyum miring, dia duduk begitu anggun dengan mata tajam yang selalu menatap lawan bicaranya ini. 


Jangan tanya bagaimana ekspresi Jackson. Setelah menetralkan ekspresi wajahnya tadi, dia kembali menatap datar gadis di depannya ini. Wajah putih, bibir pink merona dan hidung mancung mampu membuat membuat Jack terpesona sepersekian detik.


Namun, tetap saja wajahnya tetap datar tanpa memperlihatkan perubahan. Memang kebenarannya adalah Haura belum bercadar, tetapi dia akan menutup wajahnya ketika melakukan kerjasama atau pertemuan yang akan dihadiri para wartawan. 


Wajah Haura memang belum diketahui dunia. Hanya segelintir orang saja yang tahu, mungkin ditambah dengan para klien Rey kemarin dan pria di depannya ini sekarang.


"Kenapa diam?" tanya Haura saat melihat lelaki di depannya hanya duduk diam menyoroti wajahnya dengan tatapan tajam. 


"Aku hanya ingin tahu, bagaimana wajah wanita yang berani-beraninya bermain denganku," ucap Jack penuh dengan sindiran.


"Oh." Haura manggut-manggut. "Apa saat ini kau sedang merekam bagaimana pola wajahku untuk…." Haura menjeda. Dia mencondongkan wajahnya dengan seringai licik. 


"Untuk apa?" tanya Jack tak sabaran. 


"Untuk kau sebar pada anak buahmu dan menyuruh mereka menghabisiku?" 


Telak.


Bisa dilihat bagaimana wajah Jack berubah. Kedua tangan pria itu terkepal kuat dan mampu membuat Haura bahagia. Sepertinya memang betul tebakannya jika orang yang duduk di depannya ini adalah orang yang sangat emosional. 


"Oh atau kau sedang mengingatnya untuk suatu saat jika merindukanku." 


"Percaya diri sekali kau!" hardik Jack menggeram marah.


"Tentu saja. Terlihat sekali bagaimana sorot matamu yang sejak tadi melihatku." Haura langsung meraih buku menu dan membukanya tanpa melihat bagaimana ekspresi Jack saat ini.


Sungguh dalam pikiran pria itu. Haura adalah gadis pendiam dan pemalu. Namun, ternyata semua pikirannya salah sasaran. Jack tak menyangka jika gadis yang sangat anggun di depannya ini begitu berani dan bermulut tajam.


Kau sendiri yang tahu Jack. Jika Haura seperti itu hanya padamu. Untuk apa seseorang bersikap baik pada orang yang memiliki hati jahat dan gelap. Lebih baik, Haura mempermainkan pria itu hingga tepat mengenai jiwa hatinya.

__ADS_1


"Pesanlah makanan! Berbicara denganku juga butuh tenaga." 


Setelah mengatakan itu, Haura segera memanggil pelayan dan mengatakan semua pesanan yang akan dia makan siang ini. 


"Kau tak makan?" tanya Haura saat melihat Jack tak bergeming.


Sorot mata keduanya saling bertatapan. Dapat Haura lihat, jika dimata Jack ada sedikit kesedihan di dalamnya. Namun, jujur ia tak memiliki perasaan apapun pada pria ini. Dirinya meminta bertemu hanya ingin mengobrol dari hati ke hati untuk sedikit menyadarkan bahwa apa yang dilakukan oleh Jack adalah salah. 


Akhirnya pria itu mengambil buku yang tadi dipegang oleh Haura dan memilih coffee untuk temannya minum. Tak lama, semua makanan mulai tersedia di meja makan dan membuat senyum tipis terbit di bibir Haura.


"Surga dunia," gumam Haura dalam hati.


Perlahan dia mendekatkan kedua tangannya dan menengadah sambil memejamkan mata untuk berdoa. Semua yang dilakukan Haura tak luput dari mata tajam Jack yang melihatnya.


Tanpa memperdulikan keberadaan Jack. Haura mulai menikmati makanan yang ada di atas meja. Tak peduli bagaimana reaksi pria itu, dirinya hanya ingin mengisi perutnya yang sudah sangat keroncongan sejak tadi.


****


"Alhamdulillah." 


Haura membersihkan bibirnya dengan tisu dan menunggu pelayan yang dia panggil selesai membersihkan piring yang berada di mejanya. 


"Jadi kau menyuruhku kesini, hanya untuk menemaniku makan?" geram Jack sampai menggebrak meja di depannya. 


"Siapa kau bisa menyuruhku?" seru Jack yang sepertinya mulai tersulut emosi.


"Memang pria emosional." Gumam Haura dalam hati.


"Aku adalah Haura," sahut Haura tetap tenang.


"Kau!" tunjuk Jack dengan mata menyala tajam.


"Ck." decak Haura dengan balik menatapnya tajam. "Kau pria paling emosional yang kutemui selama ini."


Wajah Jack semakin merah padam. Jauh-jauh dari New York, dia hanya diminta menemani gadis di depannya  ini. Betapa berani sekali dia mempermainkan ku seperti ini, pikir Jack.


Saat dia hendak membuka suara. Perkataan Haura yang tak disangka mampu membuat bibirnya bungkam. 


"Kau adalah pria bodoh. Hanya karena cinta ditolak, maka kau menggunakan cara licik untuk menjatuhkan musuhmu." sindir Haura tepat sasaran.


"Sungguh aku begitu kasihan padamu, Jack." lanjutnya lagi yang sepertinya mampu membuat pria itu terpancing emosi.

__ADS_1


Sepertinya emosi Jack tak terkendali. Mata pria itu memerah dengan gigi bergemeletuk. Dia mencoba menahan diri namun emosinya mulai menguasai. Segera pira itu menendang meja yang mereka tempati sampai menyamping. 


Semua barang yang ada di atasnya berhamburan. Bahkan Haura sampai berdiri dan memegang tas yang ia bawa. Tapi tetap saja gadis itu bersikap tenang dan matanya menatap tajam Jack yang juga menatapnya balik dengan emosi memuncak.


"Siapa kau!" Jack berjalan mendatangi Haura. "Siapa kau yang berani mengasihaniku!" serunya makin kencang dengan tangan yang sudah terangkat hendak mencekik leher Haura. 


Merasa dirinya terancam. Segera gadis itu meletakkan tasnya diatas meja yang lain dan mengangkat gamis yang ia gunakan untuk menendang tangan Jack hingga pria itu oleng ke belakang.


"Jangan harap kau dapat menyentuhku," ujar Haura tanpa senyuman di wajahnya.


Dua manusia berbeda jenis dengan aura yang sama-sama menakutkan. Bahkan tanpa mereka sadari, sudah ada para pelayan yang datang ketika mendengar suara pecahan dari lantai dua. 


Haura sudah mengantisipasi jika ini terjadi. Dia sangat tahu betul pria di depannya ini begitu mudah memukul lawannya, maka dari itu, sebelum Haura bertemu dia sudah begitu mematang merencanakan ini semua. 


Jika nanti jalan terakhir akan terjadi perkelahian, maka Haura sudah siap. Jangan lupakan, meski dia seorang putri kerajaan. Namun, Haura dididik oleh Raja dan Pangeran untuk membentengi dirinya sendiri.


Maka jangan khawatir, karena Haura sudah memiliki pelatihan diri yang baik dan penjagaan dirinya sendiri sejak dari usia dini.


"Aku sudah terlalu baik padamu. Kau yang mengantarkan diri padaku dengan menghancurkan semua rencana yang sudah disusun." Jack kembali berjalan tanpa memperdulikan tangannya yang sakit karena tendangan Haura. 


Akhirnya perkelahian tak terelakkan lagi. Ketika dua orang itu hendak maju untuk saling memukul. Suara bariton dari arah tangga menuju lantai dua, membuat dua orang itu saling menoleh bersamaan.


Mata Haura membulat sempurna saat tahu siapa orang yang berada di anak tangga itu.


~Bersambung~


Hayoo siapa yang datang? 


Bab Ketiga sedang ku ketik yah. Doakan perut gak kambuh lagi biar aku bisa update lagi bab terakhir.


Jangan lupa likenya geng dan kalau mau dukung abang dude klik vote atau beri hadiah. Terima kasih.


Mampir diceritaku yang lain.


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di nome)

__ADS_1



__ADS_2