
Pernikahan bukanlah akhir dari segalanya. Melainkan, awal dari semua yang akan terjadi di dunia ini. Dari sini kita akan diajarkan menjadi sosok istri, suami, ayah, ibu dan kakek nenek serta belajar dari perbedaan keduanya hingga menghasilkan cinta yang sesungguhnya sampai maut memisahkan. ~JBlack~
****
Setelah banyaknya cobaan, akhirnya sekarang tibalah masa kebahagiaan.
Itulah perumpamaan yang cocok untuk menggambarkan kondisi pagi hari ini. Rerumputan, dedaunan menjadi mengkilap karena adanya air embun yang membasahi. Tak lupa, sinar matahari yang menyinari menambah kehangatan dan kecantikan alam yang begitu indah ini.
Pagi menjelang, pada hari yang cukup cerah dengan hadirnya sinar mentari yang tampak dari ufuk timur. Para hadirin yang meliputi keluarga, sanak saudara, tetangga terdekat, serta sahabat sudah mulai hadir mengisi kursi yang disediakan oleh Tuan Rumah.
Rumah mewah yang akan dihuni oleh Jessi dan Rey menjadi salah satu tempat yang disepakati untuk menjadi tempat cinta keduanya akan dipersatukan. Keduanya sudah memilih dan bermusyawarah, jika prosesi akad nikah sampai resepsi akan dilaksanakan di rumah mereka ini.
Beberapa hari yang lalu, dua rumah yang saling berhubungan itu sudah diadakan pengajian bersama untuk keselamatan penghuni barunya dan kesejahteraaan mereka dengan meminta rahmat dari Allah.
Hingga akhirnya, keduanya mengambil keputusan ini. Biarlah rumah ini menjadi saksi kunci keduanya bersatu hingga dimana Tuhan yang akan memisahkan mereka berdua.
Rumah Mewah milik Rey dan Jessi tentu kini sudah dihias dengan sedemikian rupa. Sesi acara ikat janji suci tentu membuat dua keluarga menyiapkan semuanya depan cermat dan teliti. Mereka tak ingin ada satu hal sedikitpun yang akan menjadi kacau jika mereka lalai.
Mengusung tema indoor and outdoor wedding party, semua acara akan dilakukan di dalam rumah dan di luar rumah. Sekaligus, taman belakang serta samping menjadi spot terbaik yang diberikan tim WO kepada mereka. Dari ijab kabul yang dilaksanakan di ruang indoor hingga resepsi yang akan dilaksanakan di luar rumah. Semua tempat sudah dihias dengan begitu indah dan memanjakan mata.
Para tamu undangan yang totalnya hampir 3000 undangan dijamu begitu nyaman dan profesional oleh para WO terbaik. Tak tanggung-tanggung Rey mengeluarkan banyak uang untuk menjadikan rumahnya begitu nyaman dan indah seperti ini. Dia ingin memberikan kesan nyaman pada tamu yang sudah berkenan hadir di acara spesial sekali seumur hidupnya.
Sebuah altar bernuansa putih menghadap ke arah taman sudah berdiri tegak nan mewah disana. Terdapat dua kursi yang langsung berhadapan dengan kursi penghulu dan wali dari pihak wanita. Dekorasinya begitu cantik sehingga begitu membuat mata yang melihat terpukau. Kursi-kursi sudah tertata rapi untuk para tamu undangan yang menjadi saksi janji suci antara Reynaldi Johan Pratama dan Jessica Alexzandra Caroline.
Di beberapa bagian ruangan, di sudut-sudutnya pula diberi rangkaian bunga berwarna putih yang melambangkan kesucian. Aroma wangi nan segar begitu terasa bagi para tamu yang berada di ruangan itu.
Di sisi lain ruangan, bagian depan Rumah Rey dan Jessi sudah diubah menjadi tempat perjamuan bagi para tamu undangan yang hadir. Semua jenis makanan sudah disiapkan atas saran dan permintaan dari kedua keluarga besar. Dari makanan Indonesia dan western semua sudah disiapkan dengan begitu rapi.
Rey dan Jessi serta dua pihak keluarga memang menyiapkan semua itu karena keluarga Jessica dan rekan-rekan kerja Stevent juga akan datang ke resepsi mereka ini. Maka dari itu semua sudah disiapkan dengan begitu nyaman hingga tak ada lagi pihak manapun yang merasa tidak nyaman.
Selain makanan berat. Mereka juga menyiapkan makanan ringan khas Indonesia. Serta beberapa minuman khas seperti dawet, es doger pun mereka sajikan.
__ADS_1
Untuk pelaminan yang akan digunakan sebagai resepsi, sudah disiapkan dengan begitu cantik dan nyaman. Tak lupa juga di bagian kanan pelaminan terdapat wedding cake dengan tiga tingkat. Pihak yang memilih pun adalah Jessica sendiri. Karena Rey begitu ingin mengabulkan keinginan pernikahan sekali seumur hidupnya hingga membuat kesan bagi keduanya agar tak terlupakan.
Di rumah samping yang akan menjadi rumah Stevent Alexzandra. Sudah banyak keluarga besar Stevent yang berada di sana. Ada Maria, lalu saudara dari keluarga Maria dan teman-teman dekat dari Jessica sendiri. Sedangkan di rumah Rey, disana sudah ada keluarga Rey serta Rossa ikut berkumpul. Bahkan Bima juga selalu berada di sisi Rey saat ini.
"Tuan."
Pria tampan yang memakai pakaian serba putih khas pengantin itu menoleh.
"Hmmm," sahut Rey singkat.
"Bagaimana perasaan, Tuan?"
Rey mengernyit, tapi dia bisa melihat rasa penasaran yang tinggi dari diri Bima. Ahh jiwa jahilnya mulai keluar. Dia sedikit menyamping dan berkata sedikit berbisik.
"Deg-degan lah, Bim."
"Serius, Tuan?"
"Jangan memanggilku Tuan jika kita hanya berdua, Bim."
"Kenapa aku deg degan juga ya, Rey." Keluh Bima hingga membuat Rey menahan tawa.
"Yang menikah aku, kenapa kamu yang grogi?" ujar Rey sambil menahan tawa yang ingin sekali meledak.
"Entahlah, Rey." Bima mengedikkan bahunya. "Padahal aku cuma jadi saksi doang."
"Udah lah, santai aja," sahut Rey menjelaskan. "Anggap saja saat ini kamu sedang berlatih ingin mengucapkan ijab kabul."
Bima terpaku. Apa maksud bosnya ini. Berlatih, dirinya? Itu tandanya dia sedang berlatih menikah. Bertanya-tanya dengan pikirannya, Bima akhirnya menyerah.
Biarlah waktu yang akan menjawab dan author yang memberikanmu jodoh Bima, hehehe.
"Kamu sudah hafal, 'kan? Lafadz ijab qabulnya?" tanya Bima.
__ADS_1
Entah kenapa pria itu bersikap sedikit cerewet kali ini dan itu membuat Rey begitu bingung.
"Hafal dong, Bim."
"Cihh, sombong amat."
"Lebih baik kamu carilah pendamping dan ajak dia menikah," goda Rey dengan tergelak. "Agar nanti kau bisa menghafal lafadz ijab kabul juga." Ledeknya makin menjeda.
Saat Bima ingin membalas. Suara penghulu membuat Rey berpaling darinya.
"Sudah siap, Tuan?"
Pria paruh baya yang memakai baju batik lengan panjang serta celana kain hitam panjang ditambah dengan peci hitam yang bertengger di kepalanya tersenyum tipis saat mendapat anggukan jawaban dari Rey. Jika sudah seperti ini, itu pertanda bahwa ijab kabul akan segera dilaksanakan.
"Bismillahirrahmanirrahim."
Penghulu mulai membuka pembicaraan. Seketika ruangan yang dihias begitu indah itu mendadak hening. Aura khidmat begitu terasa kuat. Rey sendiri sudah duduk berhadapan dengan penghulu dan Stevent, ayah dari calon istrinya itu.
Perlahan suasana semakin mengharu biru ketika Stevent mengikuti arahan dari pak penghulu dan berganti ketika waktunya sudah siap. Rey mulai menarik nafas begitu dalam untuk menjawabnya dengan mantap.
"Saya terima nikah dan kawinnya Jessica Alexzandra Caroline binti Stevent Alexzandra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
"Bagaimana para saksi, sah?"
"Sah!"
Rasa lega mendera dari tubuh Rey, ketika satu kalimat yang menjadi pembatas dirinya dan sang kekasih telah diucapkan dengan lantang dan tanpa celah. Sungguh rasanya sujud syukur tak dapat diungkapkan untuk kebahagiaannya kali ini.
Air mata haru menetes dari kedua manik mata Rey dan membuat pria itu menangis. Dia menangis bukan karena berdua, tapi perasaan bahagia dan lega yang dia rasakan kali ini. Akhirnya kini dirinya telah sah memperistri kekasihnya itu, Jessica Alexzandra Caroline.
~Bersambung~
Akhirnya yang ditunggu-tunggu udah sah, alhamdulillah. Berarti ini tandanya mau tamat, hahaha. Tawa jahat.
__ADS_1
Jangan lupa di like yah. Mau lanjut season dua nunggu yang baca dan like banyak atau nggak. Komen yah dibawah.