Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Bimanda Kencan!


__ADS_3


Luangkan sedikit waktu untuk pasanganmu agar mereka seperti dihargai kedatangannya oleh kita. ~Bima Mahendra~


****


Sebuah jaket tebal membalut tubuh Amanda hingga tubuh gadis itu terlihat bersembunyi di balik kain itu. Cuaca malam hari yang begitu dingin, membuat pria yang untuk pertama kalinya memiliki kekasih mengalami rasa khawatir yang mendalam. 


Dia takut jika Amanda mengalami hal yang tak terduga, seperti flu, demam serta pusing. Tapi, melihat tawa bahagia dari gadis yang begitu disayanginya ini, selalu mampu membuat diri Bima ikut merasa bahagia.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Amanda dengan antusias.


Ya, saat ini Bima dan Amanda memang sedang berada di Mall untuk berkencan. Sesuai kesepakatan saat mereka memulai menjalin hubungan, gadis yang memakai topi rajut itu sudah meminta perjanjian agar Bima selalu meluangkan waktu untuknya.


Amanda hanya ingin menjaga jika sewaktu-waktu kekasihnya ini diperintah untuk berangkat bisnis maka keduanya tak akan kekurangan waktu untuk bersama. Karena dalam seminggu, Jessica selalu meminta hari jumat, sabtu dan minggu untuk keduanya berkencan. 


"Kamu gak lapar?" tanya Bima dengan wajah datarnya.


"Ya lapar lah, Tuan," sahut Amanda protes.


"Ck. Manda!" 


Amanda tersadar akan kesalahannya. Kekasihnya ini memang paling tidak suka jika dipanggil Tuan. Maka dari itu ia tahu betul apa yang membuat Bima berdecak kesal.


"Maaf yah. Belum kebiasaan loh," rayu Amanda dengan manja di lengan sang kekasih. 


"Jangan diulangi!" 


Amanda hanya mengangguk. Keduanya berjalan bersama dengan bergandengan tangan. Bima membawa sang kekasih ke sebuah Restaurant yang berada di dalam mall ini.


Sepanjang menuju tempat makan. Banyak pasang mata yang memandang ketampanan Bima dari jauh. Pesona yang tak kalah dari seorang Rey itu mampu membuat gadis yang melihatnya pasti langsung tergoda. 


Uh seperti inilah suasana yang selalu dibenci oleh Amanda. Ketika melihat para wanita yang menatap lapar ke arah sang kekasih.


"Kamu itu tebar pesona terus loh," seru Amanda kesal. "Tuh lihat! Mereka curi-curi pandang ke kamu semua." Lanjutnya dengan menghentakkan kakinya.


Setelah sampai di Restaurant, segera Amanda duduk tanpa menunggu kekasihnya terlebih dahulu. Dia membuka buku menu dan segera memesan makanan yang mampu membuat moodnya membaik.


"Kamu marah?" tanya Bima dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Nggak," sahut Manda dengan kesal. 


"Serius?"


"Kamu nyebelin banget sih! Gak peka!" ketusnya lalu hendak beranjak berdiri. 


Tapi segera Bima menahannya dan menyuruh Amanda duduk kembali di samping dirinya. 


"Jangan marah," pinta Bima dengan wajah yang selalu datar. "Yang penting saya kan cintanya sama kamu." 


Astaga, lelaki ini selalu to the point. Tapi kenapa sikap Bima yang seperti ini membuatnya senang. Amanda hanya ingin hubungan keduanya berjalan mulus. Dia hanya ingin itu saja dan berharap semoga Tuhan benar-benar mengabulkan doanya. 


"Gombal!" ujar Amanda untuk menutupi malunya.


Melihat rona merah di pipi sang kekasih. Membuat Bima mengulurkan tangannya lalu mengusap rona merah itu dengan pelan. 


"Aku gombal hanya untukmu." 


"Ulululu pacarnya Amanda gemes banget sih?" 


Dengan gemas gadis itu mencubit kedua pipi Bima dan mengusapnya dengan gemas. Sungguh ia selalu tak menyangka jika akan ada sifat tersembunyi di balik sikap Bima yang kaku.


Pria itu bisa tersenyum? Bisa banget lah.


"Ayo pesan!" 


Amanda tersadar. Dia segera memesan makanan diikuti oleh sang kekasih. Setelah itu, tak beberapa lama menunggu, akhirnya pesanan mereka sudah sampai. 


Amanda sudah merasa perutnya semakin perih. Tanpa menunggu apa-apa lagi. Dirinya mulai menyantap makanan yang mereka pesan dengan cepat.


Bima tersenyum tipis. Satu dari yang lain hanyalah Amanda yang selalu makan tanpa menjaga kewibawaannya. Gadis itu selalu tampil apa adanya di depan dirinya ini. Sehingga hal sederhana ini saja selalu membuat Bima semakin mencintai Amanda dari perempuan manapun.


****


Menghabiskan waktu dengan bersama akan meningkatkan kebersamaan dan rasa cinta yang semakin mendalam. Begitupun yang dirasakan oleh Bima maupun Amanda.


Saat ini, keduanya sedang berada di dalam mobil untuk mengantarkan Jessi menuju kosannya tempat dia tinggal. 


Jalanan yang gelap dan hanya diterangi lampu jalan dengan lampu kendaraan, entah mengapa menjadi hal yang selalu disukai oleh Amanda. 

__ADS_1


Tak ada pembicaraan apapun diantara keduanya sampai mobil mulai berhenti di sebuah rumah kos.


"Langsung istirahat yah!" pesan Bima setelah melepaskan setbeltnya. 


"Oke, Sayang." Amanda mengangguk.


"Aku...aku…,"


"Aku apa?" 


"Aku pamit juga yah," ujar Bima membuat gadis itu menatap tak percaya.


"Kau mau kemana?" 


"Aku ada pekerjaan keluar kota." 


Ah ternyata seperti ini rasanya. Disaat mereka baru saja saling memadu kasih. Akhirnya jarak keduanya sedang diuji saat ini.


"Baiklah." Amanda mengangguk, "tapi kamu harus jaga hati, mata dan semuanya untuk aku." 


~Bersambung~


Duh Mbak Amanda perhatian banget. takut ilang yah? Si Abang kulkas, hehe.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)

__ADS_1


My Teacher is My Husband (end di nome)



__ADS_2