
Rasanya hanya dengan sentuhannya saja, sudah mampu membuatku nyaman. ~Jessica Alexzandra Caroline~
****
Setelah beberapa hari berada di rumah sakit. Akhirnya hari ini Stevent diizinkan untuk pulang ke rumah. Tentu saja kabar itu membuat Jessica bersyukur. Dia bisa secara langsung menjaga sang Daddy dan merawatnya sendiri.
Sejujurnya, selama Stevent dirawat di rumah sakit. Jessica tak pernah menginap atau menjaganya terlalu lama. Karena Rey selalu posesif dan mengatakan dirinya hamil maka membuat wanita itu menurut. Dia mempercayakan sang Daddy pada Rey, Bima dan Jack yang dengan setia merawat Daddynya selama ini.
"Welcome home, Dad," ucap Jessi menyambut kehadiran Stevent yang memakai kursi roda.
Stevent tersenyum. "Thank you, Honey."
Rey mendorong kursi roda mertuanya lebih ke dalam. Suasana rumah begitu indah karena ide Jessica yang menyuruh seluruh pelayan untuk menghias rumah utama Rey dan Jessica. Ya setelah berdiskusi semalam, akhirnya Rey memutuskan jika selama Stevent sakit ia akan tinggal di rumah mereka.
Biarlah rumah samping ditempati Jack sendiri untuk sementara waktu. Karena memang Jessica tak mau jauh dengan ayahnya dan ingin merawatnya disini.
Nenek Maria memeluk putranya erat. Dia bahkan menjatuhi sebuah kevupan di kening Stevent sambil memanjatkan doa untuk putranya itu. Memang karena usianya yang lanjut, Nenek dari Jessica itu jarang sekali ke rumah sakit. Keadaannya yang lemah memang membuatnya harus banyak istirahat. Maka dari itu, ketika mendengar putranya sembuh dia begitu bersyukur.
"Apa Daddy ingin istirahat?" tanya Jessica saat mereka semua berkumpul di ruang tamu.
Stevent mengangguk. Dia memang merasa pahanya masih terasa sakit jika dibawa duduk terlalu lama. Maka dari itu, segera Rey dengan sigap mendorongnya dan diikuti sang istri dari belakang.
"Daddy istirahat yah. Jika membutuhkan sesuatu tekan bel itu. Jessi sudah minta Rey untuk menyiapkan semuanya," ucap Jessica semangat.
Memang kemarin sebelum kepulangan Daddynya. Rey memberitahukan rencananya pada sang istri dan Jessica langsung setuju. Menurutnya itu ide yang begitu bagus dan begitu membantu untuk ayahnya sendiri.
"Selamat istirahat, Dad. Love you."
__ADS_1
Cup.
Jessica menghadiahi kecupan di kening dan mulai membenarkan selimut yang membalut tubuh Stevent.
"Love you too, My Princess."
Jessica dan Rey mulai menutup pintunya. Sebelum itu keduanya melambaikan tangan dan dibalas senyuman oleh Stevent. Lalu kemudian mereka mulai menutupnya dan kembali ke ruang tamu. Dimana semua orang terdengar saling bercanda ria dan bertukar pikiran.
"Bagaimana, Cucuku?" tanya Nenek Maria menatap cucunya itu.
"Alhamdulillah sudah, Nenek."
"Syukurlah."
"Sekarang Nenek yang harus istirahat," ajak Jessica menarik kursi dorong neneknya.
Memang semenjak kondisi kesehatan Maria menurun, baik Jessica maupun Stevent meminta nenek atau ibunya itu memakai alat bantu untuk berjalan.
Setelah mengantar Neneknya. Bergantian Jessica yang menyusul sang suami ke kamar. Dia merasa pinggangnya sedikit pegal. Mungkin efek hamil membuat tubuhnya tak sekuat dulu.
Rey yang melihat kedatangan istrinya sambil memegang pingga membuatnya mendekat.
"Kenapa kamu, Sayang?" tanya Rey khawatir.
"Gapapa, Sayang. Pinggang aku aja sakit," ujarnya pelan.
"Ya sudah kamu baring aja terus aku elus. Mungkin bisa hilang," ucap Rey memberikan penjelasan.
Jessica tak menolak ataupun membantah. Dia segera naik ke atas ranjang dan memiringkan tubuhnya membelakangi Rey. Tak lama, ia merasakan elusan tangan sang suami yang begitu pelan membuatnya merasa nyaman.
__ADS_1
Ajaib.
Sakit yang tadi timbul saat ini mulai mereda. Bahkan tanpa disadari Jessica sudah terlelap dalam mimpi indahnya karena elusan tangan Rey sendiri.
Rey yang menyadari istrinya sudah terpejam itu pun lantas tersenyum. Dia menghadiahi kecupan lembut di kedua pipi sang istri dan terakhir di keningnya.
"Selamat tidur, Cintaku. Semoga mimpi indah."
~Bersambung~
Selamat tidur juga🤣
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1