
Menikah adalah sebuah keinginan semua pasangan yang sedang berhubungan. Siapapun yang menjalin, pasti mereka ingin berakhir di ikatan halal. Tetapi jika tak ada kejelasan dari sang pria, maka aku yang akan maju untuk meminta ketegasannya. ~Amanda Gandari~
****
Setelah melewati ujian dengan keikhlasan, maka kita tinggal menikmati kebahagiaan yang tercipta. Itulah yang dirasakan oleh Rey maupun Jessica sekarang.
Setelah berusaha ikhlas memaafkan segala kesalahan mereka, tidak menyimpan dendam sedikitpun, akhirnya saat ini mereka benar-benar mulai lupa akan kejadian masa lalu.
Tanpa sadar kandungan Jessica mulai memasuki bulan keenam. Perutnya yang dulunya rata sudah terlihat membuncit. Bahkan kegiatan yang Rey sukai saat ini adalah mendengarkan dan merasakan gerakan sang anak yang begitu lincah di dalam perut Jessica.
Keduanya benar-benar begitu bahagia melihat perkembangan calon anaknya yang tak kekurangan satu apapun. Benar-benar begitu kuat calon bayi mereka. Meski ya bisa dibilang ketika hamil muda, Jessi selalu berpikir keras dan bergerak lincah. Tapi Tuhan ternyata melindungi anak mereka hingga sebesar ini.
Kemarin saat mereka baru saja selesai USG, keduanya sepakat untuk merahasiakan jenis kelamin anak mereka. Biarlah itu semua menjadi bonus hadiah dari Allah. Karena bagaimanapun, putra maupun putri, Rey dan Jessica tak mempermasalahkannya.
Beralih dengan kebahagiaan Jessica dan Rey. Hubungan antara Bima dan Amanda masih berjalan dengan lancar. Tapi sejak pertemuannya dengan Jessica, disudut hatinya ada yang mengganjal.
Mengingat percakapan mereka yang membahas tentang menikah. Tentu kata itu begitu mengusik hati Amanda. Bagaimanapun sampai detik ini, dia benar-benar mencintai Bima tulus dari hati. Tak peduli pria itu berasal dari keluarga kaya atau miskin, yang pasti dia mencintai Bima tanpa memandang segala hal.
Lalu jika sudah begini dan hubungan mereka tak ada kepastiannya. Maka untuk apa berpacaran? Amanda menyadari jika umurnya juga terus bertambah, dan dia tak bisa bermain-main terus seperti ini.
Apakah dia harus tegas?
Apakah dia harus bertanya pada Bima?
Jika pria itu benar tak ada keinginan menikahinya. Maka dia harus siap untuk berpisah dengan Bima.
Tanpa disadari oleh Amanda, sedari tadi terdapat sepasang mata yang menatapnya penuh cinta. Pria itu berjalan secara perlahan sampai tak terdengar bunyi sepatunya. Tapi semakin mendekat, kening pria itu berkerut ketika melihat raut wajah Amanda yang sedang menatap kosong ke depan.
__ADS_1
Mengurungkan niatnya untuk mengagetkan sang kekasih. Bima menyentuh bahu Amanda hingga gadis itu berjingkat kaget.
"Aku kira siapa," ucap Amanda sambil mengelus dadanya.
"Kamu mikirin apa?" tanya Bima menatap tajam wajah sang kekasih.
Ah ditatap seperti ini masih saja gadis itu berdebar kencang. Menghindari tatapan itu, Amanda lebih baik menunduk sambil mencoba merangkai kata untuk menjawab pertanyaan sang kekasih.
"Amanda," panggil Bima lembut membuat gadis itu mendongakkan kepalanya menatap sang kekasih.
"Mikirin apa hmm?" tanyanya menatap lembut sang kekasih.
Bisa Bima lihat di balik mata Amanda banyak sekali keraguan disana.
"Ada apa?" tanya Bima mendesak melihat keterdiaman sang kekasih.
Apa yang harus diucapkan sekarang?
Apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk menanyakan kelangsungan hubungan mereka?
Amanda mulai menundukkan kepalanya sejenak. Mengumpulkan keberanian dirinya sambil mengambil nafas banyak-banyak.
Dia sudah mengambil keputusan. Gadis itu bertekad dan menguatkan hatinya. Mau tidak mau, dia harus tegas akan hubungan ini. Amanda tak mau terjebak dalam hubungan semu tanpa ada tujuan akhir yang membuat ia bisa mengharapkan sebuah harapan palsu.
Perlahan Amanda mengambil kedua tangan Bima dan menggenggamnya erat. Dia memberanikan diri menatap mata tajam yang selalu mampu membuatnya terpesona. Menghembuskan nafas berat, perlahan dirinya mulai membuka bibirnya untuk mengatakan sebuah kalimat yang begitu mengganggu pikirannya sampai saat ini.
"Apakah hubungan kita ini tak akan berakhir di atas pelaminan?"
~Bersambung~
__ADS_1
Wahhh Amanda pinter ey.
Hayo loh Bim, kasih kejelasan cewek. Jan digantungin biar gak kabur.
Aku up lagi besok yah. Gakpapa kan?
Target kata aku udah lebih dari 60 ribu kata sama bab ini. Jadi besok aku up lagi di target yang baru.
Doakan level novel ini naik yah. Biar aku bisa bertahan disini.
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1