
Melihat senyuman dan kebahagiaan pada wajah gadis yang aku cintai itu sudah begitu cukup untukku. Karena arti cinta itu bukan tentang memiliki melainkan ikhlas dan berusaha melihat kebahagiaannya meski bukan dengan kita. ~Mario Sanoci~
****
Disini mario dateng dia buat bilang keberadaan rey. Dia juga minta maaf atas atas perlakuan marlena. Habis itu mario juga membahas rencana untuk keselamatn rey yang ada di yogya saat ini. Di mansion yang ada di bukit.
Habis itu di mansion juga. Rey semakin kalut tapi dia juga berpikir untuk kabur. Dia berusaha mencari cara supaya bisa kabur meski harus lompat dkari balkon kamarnya.
"Kak Mario," ucap Jessica lirih sampai mengerutkan keningnya.
"Hy, Jess. Boleh aku bertamu?" tanya Mario dengan senyum tipis di bibirnya.
"Oh tentu saja boleh, Kak. Masuklah!" pintanya sambil menggeser tubuhnya.
Sungguh banyak sekali pikiran dan pertanyaan tentang ada apa gerangan kakak dari seseorang yang menahan suaminya. Apakah Mario ada dipihaknya? Ataukah dia ada di pihak sang adik?
Kedatangan pria itu tentu saja membuat semua orang yang berada di ruang tamu beranjak berdiri. Daddy Stevent yang mengenal pria itu langsung berjalan dengan pelan dan menarik kerah bajunya.
"Dimana adikmu menyembunyikan menantuku, hah?" serunya dengan nafas menderu.
"Daddy," ucap Jessi dengan mata membulat tak percaya.
Sungguh dia merasa terkejut dengan sikap sang Daddy. Jelas terlihat kekhawatiran di mata Daddy Stevent saat menanyakan keberadaan suaminya. Dalam lubuk hati Jessi, dia merasa bersyukur karena banyak keluarganya terutama sang Daddy yang begitu peduli akan suaminya itu.
"Saya kesini ingin membantu kalian menemukan Rey," ucapnya dengan terbatuk karena tarikan kerah bajunya begitu kuat.
Stevent melepaskan kerah baju pria itu hingga membuatnya sedikit bergeser ke belakang. Dibantu oleh Jack, dia segera kembali duduk dan Jessi menyuruh Kakak dari Marlena itu duduk pula.
"Maaf jika kehadiran saya disini begitu mengganggu kalian," ucapnya dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Nak. Katakan ada apa kamu kemari?" tanya Mama Ria yang sejak tadi sudah begitu penasaran akan pria itu.
"Saya kesini ingin meminta maaf pada kalian. Karena tingkah laku adik saya, Rey ditahan dan dijauhkan dari kalian," ujarnya menatap Jessi dengan tatapan dalam.
Gadis yang sedang berbadan dua itu sungguh menatap lekat mata pria yang dulu sering ditemui di negara kelahirannya. Terdapat banyak kesungguhan dan penyesalan disana. Hingga membuat Jessi buru-buru memutuskan pandangan karena takut banyak yang salah paham.
__ADS_1
"Apakah Kak Mario tau, dimana suamiku sekarang?" tanya Jessi penuh harap.
Sungguh jantung gadis itu berdebar tak karuan. Dia menaruh banyak harapan pada kedatangan Mario agar mereka segera bertemu dengan sang suami. Sungguh perasaan khawatir dan cemas selalu menyelimuti hatinya. Meski banyak orang yang mengatakan Rey baik-baik saja tapi jika dirinya belum melihatnya. Maka perasaannya belum lega.
"Iya aku tau dimana Rey berada Jess," sahutnya tenang yang membuat semua orang terkejut.
"Kemana putraku, Nak?" tanya Mama Ria dengan senyuman penuh harap.
"Dimana dia?" tanya Stevent menatap tajam pria itu.
"Dia disekap di sebuah tempat yang jauh dari kota oleh Marlena," ucapnya dengan menunduk.
Sungguh dia merasa bersalah dalam hatinya. Mungkin ini adalah takdir ketika dia harus melawan adik yang begitu ia sayangi. Tapi memang Mario tak membenarkan tingkah dari adiknya yang menahan suami orang. Dia akan berusaha menyadarkan membawa kembali adiknya untuk menjauh dari Indonesia.
"Bagaimana kau bisa tau, Kak?" tanya Jessi menatap penuh tanya pada Mario.
"Karena aku sudah menempatkan mata-mata pada kubu Marlena." Jawaban Mario membuat Jessica terperangah tak percaya.
Siapapun yang ada di ruangan itu tentu saja bingung. Bagaimana bisa ada seorang Kakak yang melawan adiknya sendiri hanya untuk membantu seseorang yang tak pernah pria itu temui. Benar kan? Jika semua orang menganggap seperti itu karena mereka tahu bahwa Mario belum bertemu dengan suami dari Jessica.
Deg.
Degupan jantung Mario semakin kencang. Kenapa dia tak berpikiran sampai sini. Jika boleh jujur semua yang ada di dekat Jessica pasti Mario akan tahu karena pria itu sendiri yang selalu melihat kegiatan Jessica dari jauh.
"Bukankah kabar pernikahan kalian sudah menyebar dan aku juga tau dari rencana Marlena." Mario berusaha tenang meski begitu Jack yang bisa membaca gerak-gerik orang menaruh curiga pada pria yang umurnya hampir sama dengannya.
"Kalau begitu, suamiku ada dimana, Kak? Tolong beritahu kami."
"Suamimu ada di mansion Marlena yang ada di Yogya. Dia membangun rumah tapi seperti model mansion besar dan jauh dari kota. Lebih tepatnya di daerah perbukitan yang jarang didatangi semua orang."
Ucapan Mario membuat harapan yang begitu besar muncul di hati semua orang. Bahkan Mario sendiri bisa melihat raut wajah bahagia pada wanita yang ia cintai. Senyum lebar dengan air mata yang mengalir menandakan bahwa gadis itu begitu bahagia ketika mengetahui lokasi dimana suaminya berada.
"Aku akan membantu kalian menemukan Rey dan membawanya kembali ke sisi kalian," ujar Mario tegas hingga membuat semua orang menatapnya.
"Terima kasih banyak, Kak. Kak Mario mau bekerja sama dengan kami. Aku begitu berhutang budi pada, Kakak," ucap Jessica tulus.
Sungguh Jessi tak tahu harus membalas dengan apa kebaikan pria itu. Menurutnya Mario sungguh baik kepada dia dan keluarganya. Dari bukti ini pun dia bisa melihat jika pria itu benar-benar berniat membantu mereka untuk segera menemukan keberadaan suaminya yaitu Reynaldi Johan Pratama.
__ADS_1
"Tunggu kita, Sayang. Kita akan bertemu kembali dan aku akan meminta maaf atas perkataanku yang menyakiti," gumamnya dalam hati sambil tersenyum.
"Sama-sama, Jess. Aku sungguh merasa menyesal atas perbuatan adikku."
"Lalu bagaimana caranya kita bisa kesana?" tanya Jack dingin memutus pandangan Mario pada perempuan yang sudah dianggap adik.
"Mari kita cari cara bersama untuk kesana karena yang aku lihat memang banyak CCTV yang bertebaran di sekitar hutan menuju mansion. Kita harus benar-benar bisa mengelabui adikku ketika kita berusaha masuk ke dalam sana.
Semua orang mengangguk. Akhirnya para pria ditambah dengan Jessica membahas bagaimana rencana mereka untuk masuk kesana dan membawa Rey pergi dari sekapan Marlena. Semua orang benar-benar saling menuangkan ide dan pikirannya untuk keselamatan seorang Reynaldi Johan Pratama.
Dalam hati Jessica bersyukur karena banyak orang yang sayang dan berniat membantunya dengan ikhlas. Dia selalu yakin jika ini semua berkata takdir dari Tuhan. Di mana setiap ujian yang diberikan maka akan ada jalan untuk menyelesaikannya dan wanita itu mempercayai perkataan itu.
~Bersambung~
Yey akhirnya keberadaan abang Rey diketahui. uhuyy...
Kalau aku updatenya yang sore telat atau cuma 1 bab maaf yah. Hari ini ada pernikahan saudaraku, jadi aku belum tahu bisa update atau nggak. Tapi aku usahain bakalan ngetik biar update lagi.
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1