
Akan ada kebahagiaan yang menjemput ketika mereka sudah berjuang bersama tanpa meninggalkan satu dengan yang lain. Untuk menuju sebuah kebahagiaan, pasti keduanya harus bersiap melawan dan berjuang untuk bisa meraihnya secara bersama-sama. ~Reynaldi & Jessica~
****
Perasaan haru dan bahagia bukan hanya dirasakan oleh Rey seorang. Tapi, Jessica pun yang berada di sisi yang lain meneteskan air matanya. Mulai detik ini, tanggung jawab dirinya sudah berpindah pada sang suami. Surganya dia berada di kaki sang pemilik hati.
Maria yang melihat cucunya menangis segera memeluknya.
"Jangan menangis, Cucu Oma. Nanti riasanmu rusak."
Jessica menahan tangisannya. Matanya memerah dan dia menatap mata neneknya yang selalu menyayanginya ini.
"Makasih, Nek. Selama Mama gak ada, Nenek selalu jagain Caroline," ucap Jessi lalu mencium kedua tangan neneknya.
Maria tersenyum haru. Dia tak pernah merasa menyesal sudah membantu dalam perkembangan Jessica. Bahkan dulu dirinya merasa senang jika cucunya berada di rumah. Karena selain dirinya selalu kesepian, Maria juga sudah lama tak mengurusi urusan kantor. Hingga datangnya Jessi, menemani dirinya sampai Maria tak merasakan kesepian lagi.
"Ayo, temui suamimu!"
Maria membantu cucunya berdiri. Para MUA yang menemani Jessica, membantu merapikan make up yang sedikit rusak karena goresan tangannya menghapus air mata.
"Nona jalannya pelan-pelan saja, yah," ujar wanita yang berprofesi sebagai make overnya harinya.
Dengan pelan, Maria membawa cucunya keluar. Pintu perlahan terbuka dan untuk pertama kalinya Jessica menginjakkan kakinya ke rumah ini dengan status sebagai istri dari pemiliknya.
Senyum terpancar jelas dalam wajahnya. Dia menatap sekeliling dan banyak sanak saudara yang datang. Bahkan, sahabat Jessica pun melambaikan tangan untuk memperlihatkan padanya bahwa dirinya datang. Jessica pun membalas tersenyum dan kembali berjalan mengikuti arahan sang nenek.
Banyak pasang mata yang menatap kagum akan kecantikan Jessica. Gaun putih yang begitu memperlihatkan lekuk tubuhnya ditambah leher mulus miliknya yang terpampang jelas. Menambah kesan pesona dan kecantikan dari seorang Jessica Alexzandra Caroline.
Karena gugup, Jessica hanya sedikit menunduk dan menatap lantai yang dia pijaki. Maria bisa merasakan tangan cucunya ini terasa dingin.
"Angkat kepalamu, Nak. Pangeranmu sudah ada di depan mata," goda Maria dan membuat jantung Jessica semakin berdetak kencang.
Mereka sudah berhenti berjalan. Menghembuskan nafas secara perlahan, Jessica mendongakkan kepalanya untuk melihat ke depan sana. Melihat masa depannya yang sudah berdiri menunggunya.
__ADS_1
Deg.
Degupan jantung dapat dirasakan oleh keduanya. Hanya berjarak beberapa meter baik Jessica maupun Rey saling memandangi penuh kagum.
Jessica mematung, dia terpesona akan ketampanan lelaki yang baru saja menjadi suaminya. Melihatnya berdiri disana, menunggunya, entah kenapa membuat matanya mulai tergenangi air mata.
Terharu? Tentu saja. Bahagia? Pasti. Setelah melewati banyak masalah dan rintangan, dirinya tak menyangka jika akan bersanding dengan pilihannya sendiri. Jessica tak pernah membayangkan akan berakhir bersama dengan seorang Reynaldi Johan Pratama. Seorang pria duda yang ditinggal istrinya meninggal, ternyata mampu menarik perhatian dan perasaan dari dirinya.
Karena melamun, Jessica tak tahu jika suaminya sudah berada di jarak yang aman. Rey dengan pelan memegang tangan istrinya yang diberikan oleh Maria padanya, hingga membuat Jessi tersentak kaget.
"Melamun hmm?"
Jessica membulatkan matanya tapi dia mencoba mengatur nafas dan menghilangkan kegugupan pada dirinya. Berada di jarak seperti ini ternyata mampu membuat hatinya tak tenang. Jantungnya pun semakin berdebar kencang.
Segera gadis itu menggeleng dan memberikan senyum manis pada pria yang sudah menjadi suaminya itu. Jessica mengaitkan tangannya pada lengan sang suami, dan kemudian keduanya berjalan menuju altar pernikahan.
Duduk berhadapan dengan Daddy dan penghulu. Sepasang pengantin itu mulai menjalani perintah dari sang penghulu. Mulai dari tanda tangan pada buku nikah dan nasehat kecil darinya.
Jessica beralih menatap Daddynya. Sang ayah hanya diam sambil menatap ke arahnya. Jessi bisa melihat mata sang ayah memerah menahan air mata yang ingin menetes.
"Daddy," ucapnya pelan dan Jessica ikut menangis.
"Tolong jaga putriku dengan baik. Jika nanti suatu saat kamu sudah tak menginginkannya, tolong kembalikan Jessica dengan baik-baik kepadaku. Karena aku sendiri masih sanggup untuk menjaganya."
"Tentu saja. Tapi, untuk mengembalikan, aku tak akan mengembalikannya pada anda, Tuan. Karena aku akan membuktikan bahwa aku sangat mencintai Jessica begitu dalam."
Stevent tersenyum. Hatinya merasa lega karena sudah melepas sang putri pada pria yang tepat. Dirinya sudah bisa mempercayakan Jessi pada Rey sekarang. Lalu Stevent akan mulai memikirkan kesehatannya untuk bisa menemani hidup sang putri bersama cucunya nanti.
Setelah pembicaraan mereka selesai, penghulu meminta mereka untuk memasang cincin pernikahan pada jari keduanya. Fotografer dengan sigap meminta Rey dan Jessi untuk berdiri dan mengambil baground dari altar akad nikah mereka.
Senyum terpancar dari keduanya saat Rey mulai mengambil cincin yang diberikan padanya. Dengan mengikuti arahan, Jessica mendekat dan mengambil cincin pernikahan yang akan disematkan di jari sang suami. Setelah cincin itu berpindah pada tangannya, Jessica menatap sang suami dengan pandangan penuh cinta.
Kedua mata itu saling memandang lekat dengan senyuman manis tersemat dari bibir keduanya.
"Terima kasih sudah memilihku untuk menjadi istrimu. Menerima segala kekuranganku dan menjadi calon ibu dari anak-anakmu."
__ADS_1
Bergantian Rey mengambil tangan sang istri dan menatap mata Jessi penuh cinta.
"Terima kasih untuk semuanya," ucap Rey dengan memasukkan cincin itu pada jari manis Jessi dengan pelan. "Kamu sudah percaya padaku untuk menjadi suamimu, mau menjadi ibu dari anak-anakku dan menjadi menantu untuk seorang ibu yang hanya tinggal seorang diri."
Jessica balas tersenyum, meski air matanya kembali mengalir. Dirinya semakin terharu dan tak menyangka jika sang suami akan mengatakan itu dengan baik. Dirinya hanya mampu mengangguk sambil memaksakan senyumnya.
Dengan segala hormat, Jessica mencium tangan kanan sang suami dengan lelehan air mata yang mengalir. Akhirnya setelah sekian lama dirinya hanya mencium sang Daddy. Mulai detik ini, pria yang akan mendapat ciuman darinya bertambah dengan kehadiran sang suami.
Setelah tangan mereka terlepas, Rey mengangkat tangannya dan meletakkan di atas kepala sang istri. Mata keduanya terpejam saat Rey membaca doa untuk mereka. Lagi-lagi perlakuan Rey membuat hati Jessi menghangat.
Kurang apa lagi dirinya. Memiliki suami yang baik, faham agama dan juga begitu mencintai. Perlakuan mereka semua tak luput dari jepretan fotografer yang handal mengambil momen mereka dengan pas.
Setelah memanjatkan doa, Rey mendekat memangkas jarak di antara istrinya. Lalu dia mendaratkan ciuman di dahi sang istri dengan begitu lama. Hingga tak terasa sepasang suami istri itu saling meneteskan air mata karena haru dan bahagia.
Tak ada yang bisa membayangkan bagaimana bahagianya mereka. Hingga ciuman dahi itu terlepas dan senyuman lebar mulai terpancar jelas dari wajah keduanya. Cinta, kasih sayang, pengorbanan dan perjuangan mampu mengalahkan segala ego dan rintangan yang datang untuk memisahkan mereka.
Keduanya hanya harus bergandengan tangan, saling percaya dan saling menjaga untuk mulai berjalan bersama dalam biduk rumah tangga ini. Agar sekali ada badai rintangan yang datang, maka mereka tak akan terombang-ambing dan masih berdiri kokoh bersama dalam satu tujuan.
Karena bagaimanapun yang terjadi, pernikahan bukanlah akhir dari segala perjalananmu. Melainkan dari ikatan janji suci ini adalah awal dari perjalanan hidupnya.
Dari sinilah mereka akan berjalan bersama, saling memperbaiki dan saling belajar antara satu dengan yang lainnya. Hingga nanti Tuhan lah yang akan memisahkan mereka berdua dengan takdirnya sendiri.
~TAMAT~
Alhamdulillah berada di penghujung bab ternyata di season pertama ini. Kenapa tamat disini? Karena memang Season 1 aku isi dengan jalan percintaan mereka menuju ikatan halal yang biasa terjadi di kehidupan nyata.
Karena tak selama jalan menuju halal ini akan berjalan mulus. Meski kita akan menuju jalan yang terbaik, tapi pasti akan ada orang-orang yang ingin menghalangi rencana mereka hingga keduanya berakhir.
Nanti bakalan aku kasih ekstra part untuk season 1 deh. Aku banyakin biar kalian bahagia hehehe.
Kalau ingin novel ini lanjut Season 2 dan menjalani biduk rumah tangga. Tolong like bab novel ini yah.
Aku cuma pengen di like doang kalau memang kalian gak punya koin/poin. Karena liat like yang berbeda di atas tu biasanya bikin aku kecewa sendiri.
Kuy yang belum like bab diatasnya, yuk kembali dan like lagi. Sebelum lanjut Season 2 aku bakal cek like yang mungkin bisa membuatku bertahan disini.
__ADS_1
Terima kasih. Tunggu ekstra part dari aku. Salam cinta.