Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 106 MCS


__ADS_3

*Kembali ke hari dimana diki mengatakan keinginan nya..


"Cha, besok aku akan datang lagi untuk melamar kamu. dan aku mau lusa kita harus sudah menikah..!!"


Pukk..


Chacha memukul dada diki..


"Ck, kak diki bisa tidak jangan terburu buru seperti ini, hem ?" kata chacha kesal. Karena diki terus mengatakan ingin menikahi nya.


Bagi chacha menikah bukan perkara yang mudah. Gadis itu saja belum pernah bertemu dengan keluarga diki. Dia ingin keluarga dari kedua belah pihak setuju dengan pernikahan nya nanti. Tidak boleh ada satu pun dari keluarga diki atau dia yang menentang.


"Memang kenapa ? Aku memang ingin menikahi mu. Detik ini juga kalau kamu mau aku bisa.." jawab diki membuat chacha semakin pusing..


"Kak diki kan tahu ayah chacha saja tidak tahu sekarang dimana, terus siapa yang menjadi wali yang akan menikahkan kita, hem ?"


Sebenarnya bisa saja chacha menikah dengan wali hakim yang menjadi wali nya. Tapi gadis itu tidak mau, selama ayah nya masih hidup . Chacha ingin ayah nya lah yang menjadi wali nikah nya nanti. Meskipun di kartu keluarga nya tidak ada nama ayah nya yang tertera disana. Di kartu keluarga itu hanya ada nama chacha dan ibu nya sebagai kepala keluarga..


"Maaf sayang, aku lupa.." kata diki menyesal, dia memang benar benar lupa background keluarga chacha yang sempat gadis itu ceritakan padanya..


"Ck.." chacha berdecak kesal..


"Okay okay aku salah.. kamu jangan marah lagi ya.." Diki benar benar takut kalau gadisnya itu akan marah lagi. Karena dia tahu akan sulit membujuk chacha jika dia sudah marah.


Diki lalu menggenggam tangan chacha. "Aku cuma takut kamu goyah lagi.."


deg


"Ko kak diki tahu aku hampir goyah. jangan jangan...."


"Jangan bilang kak diki baca buku diary chacha ?" tanya chacha dengan tatapan mengintrogasi..


"Buku nya terbuka. Aku sama sekali tidak berniat membaca nya.."


"Lalu kenapa kak diki tahu chacha hampir goyah ? Pasti kak diki baca kan ? Ayo ngaku.. Kak diki baca diary chacha kan ?" chacha menggoyangkan bahu diki meminta jawaban pada lelaki itu..


"Sorry.." satu kata dari diki yang langsung menjawab semua pertanyaan chacha tadi..


Aaaaaaaa....


Teriak chacha.

__ADS_1


"hey.. kenapa ?" tanya diki kaget..


"Chacha malu tahu..!! lagian kak diki gak ada kerjaan banget baca baca diary chacha.."


"Ya memang gak ada kerjaan.." jawab diki lagi dengan santai nya. Padahal wajah chacha sudah memerah menahan malu..


Chacha lalu mengambil bukunya yang ada di atas nakas sebelah tempat tidurnya..


"Jadi kak diki sudah baca sampai mana ?" tanya chacha lagi..


"emm.. kalau tidak salah, sampai kamu mengancam jika aku tidak kembali, maka kamu akan menerima perjodohan itu.."


Aaaaaaa....


Teriak Chacha lagi sambil menutup wajahnya malu.


**


*Flashback On..


Setelah pembicaraan nya dengan ibu chacha, diki kembali masuk ke dalam kamar gadis itu..


Diki terus memperhatikan wajah chacha dengan intens..


Setelah ibu pergi, diki lalu bangun untuk mengambil minuman itu. Dan saat dia meletakkan minuman nya kembali, tidak sengaja diki menumpahkan sedikit air di dalam nya ke atas sebuah buku kecil yang terbuka..


Diki lalu mengambil buku dengan tinta hitam yang sudah memenuhi satu lembar kertas buku tersebut. Niat hati ingin membersihkan tumpahan air itu, tapi saat dia meniup niup mencoba untuk mengeringkan nya, tidak sengaja diki membaca kata demi kata yang tertuang di dalam nya.


"Astaga..aku tidak boleh membacanya..!! ini pasti diary chacha.."


Diki merutuki tindakan nya yang sudah lancang membaca privasi chacha di saat gadis itu tidak sadarkan diri. Dengan cepat diki meletakkan kembali buku diary tersebut.


Lama diki terdiam, bukannya melupakan kejadian tadi, diki malah jadi semakin penasaran kelanjutan bacaan yang sempat di baca nya tadi..


Laki laki itu terus memandangi buku kecil dengan cover berwarna hitam bertuliskan angka "2002"..


Mungkin itu adalah tahun lahir chacha, diki pun belum pasti makna di balik tahun yang di tuliskan chacha di cover buku diary nya..


Husshh..


Diki menyambar buku itu dengan cepat..

__ADS_1


"Maaf ya sayang. Aku penasaran..!!" gumam diki seraya melihat ke arah chacha dan sedetik kemudian dia langsung membuka dan membaca kembali lembar demi lembar buku diary itu..


Setiap lembar yang dibacanya membuat wajah diki berubah rubah ekspresi. Kadang diki tersenyum, tertawa kecil tapi sedetik kemudian wajah nya berubah sedih.


Di diary itu tertuang semua yang chacha rasakan. Sampai di titik dimana nama diki menjadi nama yang selalu chacha tulis di tiap lembar menuju akhir buku diary tersebut..


***


Dear Diary...


Hari ini tepat hari ke 4 dia belum juga kembali..


Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan disana sampai tidak sempat memberi kabar ?


Apa dia tidak rindu padaku ?


Diary..


Jika besok dia tidak kembali juga, aku janji akan menerima perjodohan itu..


Lagi pula tidak ada rugi nya. Kak bayu juga baik, lucu dan tampan.


Apalagi dulu aku sempat menyukai nya selama beberapa tahun, anggap saja akhirnya cinta ku tidak lagi bertepuk sebelah tangan meskipun saat ini aku sudah tidak lagi menyukai nya..


Diary..


Apa ini yang di namakan goyah ?


Jika iya, mungkin akhir cerita nya akan seperti ini.


Dan mungkin benar, terkadang Tuhan hanya mempertemukan tapi tidak mempersatukan..


Saat sudah terlalu berat untuk bertahan,


Aku akan mencoba untuk melepaskan secara perlahan..


Teruntuk kamu yang menjadi pengganggu waktu tidurku dan perusak nafsu makan ku..


KEMBALI SEKARANG JUGA ATAU JANGAN PERNAH DATANG LAGI..!!


**Flashback Off

__ADS_1


...****************...


__ADS_2