
"Kenapa rumah ini besar sekali ??" tanya chacha yang matanya terus menyapu setiap sudut ruangan rumah keluarga besar suami nya
"Apa kamu mau tinggal di sini ??" tanya diki penasaran
Kini mereka berada di sebuah kamar yang chacha pun tidak tahu ini kamar siapa..
"emm, dimana pun chacha mau asalkan di situ ada Mas Raden.." kata chacha menggoda seraya mengedip kedip kan matanya..
Brug!!
Diki menutup pintu cukup kencang dengan menggunakan kaki nya..
AHhhh..
Teriak chacha saat tubuh nya melayang di udara..
"Kenapa kamu sekarang selalu menggodaku, hem ??" tanya diki seraya membaringkan tubuh kecil itu di atas tempat tidur,
"Menggoda apa nya ? Kan nama kak diki memang itu. Iya kan ??" lagi lagi pertanyaan chacha malah semakin membuat diki gemas..
Dengan perlahan pria itu membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur,
"Kak. Ini kamar siapa ?? Chacha nggak mau kita melakukan hal hal seperti ini di kamar orang lain.."
"Seperti ini ?? Maksudnya seperti apa ??" tanya diki dengan tersenyum licik..
"Ck! Ya seperti ini. Jarak kita terlalu dekat. Lebih baik kita keluar dari sini.." chacha mencoba mendorong tubuh suami nya namun tentu saja usaha nya sia sia karena tubuh diki tidak bergeser sedikit pun..
__ADS_1
Dengan perlahan diki mendekatkan wajahnya dengan wajah chacha, dan ketika bibir mereka hampir menempel chacha tiba tiba memalingkan wajah nya ke samping..
"STOP KAK!! Turun dari atas badan chacha..!! Chacha nggak mau melakukan hal ini di kamar orang lain..!!" kata nya mulai kesal.
Diki malah tersenyum, lalu dia mendekatkan bibirnya tepat di telinga sang istri.. "Ini kamar pribadi ku sayang. Lihatlah, di meja itu ada foto diri mu my wife.." bisik diki dengan hembusan nafasnya yang hangat membuat chacha bergidik kegelian..
Chacha lalu mencari meja mana yang diki maksud, ternyata meja tepat di samping tempat tidur itu..
"Kak diki ngerjain chacha, ya ??" Chacha semakin kesal, lalu mendorong tubuh suami nya dengan sekuat tenaga, dan diki pun sengaja melonggarkan otot tangan nya yang bertumpu di atas kasur ketika melihat wajah istri nya berubah cemberut..
"Maaf sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu.. Cupp.." kata diki dengan mengecup bahu sang istri..
Chacha tak bergeming.
"Okay okay. Aku salah yank. Kamu jangan marah ya, aku tidak akan sanggup kalau sampai kamu marah seperti ini. plisss..." sambung nya lagi dengan wajah yang memohon..
Tiba tiba, sejurus kemudian gadis itu mendorong tubuh diki hingga membuat nya terbaring di atas tempat tidur, lalu sedetik kemudian chacha langsung naik ke atas tubuh kekar itu..
"Memangnya kak diki aja yang bisa ngerjain orang. Chacha juga bisa.." katanya menantang sang singa jantan..
Diki tersenyum bahagia, akhirnya dia melihat sisi chacha yang lain..
Cupp..
Chacha mencium lebih dulu bibir tebal itu, dan tanpa chacha sadari junior diki yang chacha duduki telah bangun dan menegang dengan sempurna..
Diki yang memang sudah tidak bisa menahan nya pun langsung menekan tengkuk belakang sang istri guna untuk memperdalam ciuman mereka..
__ADS_1
"Ahhshhh..." satu ******* keluar dari mulut chacha di tengah tengah ciuman panas mereka.
Tangan diki sudah menjalar ke belakang pugung sang istri, dan ketika dia ingin melepaskan pengait dua gundukan kenyal itu, tiba tiba...
Tok! Tok! Tok!
"Mas Raden, Mbak chacha. Makan malam nya sudah siap.." suara seorang wanita yang sangat familiar di telinga diki.
Chacha pun langsung buru buru melepaskan bibirnya dari bibir suami nya itu..
Tapi kembali diki menangkup kedua pipi istrinya dan ******* lagi bibir yang sudah basah itu..
Tok! Tok! Tok!
"Mas Raden, Mbak chacha ayo turun. Oma udah nunggu di bawah.."
"S HI T!!" Diki mengumpat saking kesal nya..
Chacha pun terpaksa turun dari atas tubuh suami nya tersebut..
"It's okay sayang. Masih banyak waktu.. Yang sabar ya.." kata chacha mencoba menenangkan suami nya. Sebenarnya chacha pun kasihan dengan diki yang belum juga mendapatkan hak nya sampai sekarang.
Diki bangun dengan lesu, lalu membetulkan kembali pengait belakang bra sang istri..
"Please, jangan sedih kaya gitu kak. Chacha jadi merasa bersalah.."
Diki mengusap pucuk kepala chacha pelan seraya tersenyum kecil.. "Aku hanya kesal, kenapa selalu saja ada gangguan..!! Maaf ya aku tidak sabaran.."
__ADS_1
Chacha langsung memeluk suami nya dengan erat..
"Setelah makan malam ini, kita pergi kerumah chacha ya. Disana tidak ada siapapun yang akan mengganggu kita. Malam ini jadikan aku milik mu seutuh nya, kak..!!"