
"Meeting untuk apa ?" bisik luna penasaran
Bima hanya mengedikan bahu nya dengan ekspresi wajah datar seperti biasa.
"Kalau begitu aku tidak ikut meeting itu, aku kan bukan bagian dari rumah sakit ini lagi.." ujarnya dengan santai seraya melipat tangan di depan dada..
ucapan luna tadi pun tidak luput dari indera pendengaran dokter ricardo, "Sepertinya anda harus ikut dokter luna, pasti para dokter di rumah sakit ini ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kemarin.." Dokter ricardo yang memiliki usia jauh di atas bima langsung tahu maksud dari pemilik rumah sakit tersebut mengadakan meeting dadakan pagi ini.
"Untuk apa ? Bukankah itu urusan pribadi ??" protes luna menampilkan wajah masam, dia tidak ingin mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi nya.
"Benar. Tapi kejadian kemarin terjadi di rumah sakit ini dan disaksikan langsung oleh rekan rekan dokter yang lain, bukan begitu tuan bima ??"
"Bisa tinggalkan kami ? Aku ingin bicara berdua dengan istri ku..."
Dokter Ricardo mengerutkan kening nya, masa dia yang harus keluar dari ruangan nya sendiri. Seharusnya jika ingin bicara berdua, mereka bisa kembali ke ruangan luna. Disana mereka bisa bicara sepuasnya tanpa ada seorang pun yang berani mengganggu.
"Baik tuan..." ucap dokter Ricardo pasrah. Sedikit banyak pria tua itu tahu siapa bima. Ternyata banyak dari kerabat dokternya yang bekerja di rumah sakit milik bima di luar negeri, khususnya di negara Jerman.
Mereka mengatakan bahwa bima memiliki kuasa penuh atas segala bentuk usaha di semua bidang, bahkan perusahaan nya menjadi perusahaan nomor satu di Jerman.
Dokter Ricardo tidak bisa berbuat banyak. Menurut penuturan teman teman nya juga bima tidak segan segan memecat siapapun yang membantah perintah nya.
Dokter Ricardo pun keluar dari ruangan nya dan memilih untuk langsung menuju ruang meeting.
*Sementara itu di dalam ruangan..
__ADS_1
"Dengar!! Aku mengadakan meeting ini untuk mu. Aku tidak suka ada yang bicara buruk tentang istri ku, jadi aku akan membereskan hari ini juga..!!"
"Tapi aku rasa tidak perlu, om. Lagi pula aku sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit ini, kan..?? Seperti yang kamu bilang tadi, aku tidak harus memikirkan pandangan orang lain terhadap ku. Baik atau buruk, biarkan saja mereka yang menilai sendiri..!!"
Bima tersenyum kecil, "Baiklah. Kalau begitu aku mengadakan meeting ini bukan untuk mu, tapi untuk ku!!"
"Maksudnya ??"
"Iya, Aku akan mengumumkan pada semua staf yang bekerja di rumah sakit ini bahwa kamu istri ku satu satu nya, yang otomatis pemilik rumah sakit ini juga. Jadi tidak akan ada siapapun yang berani macam macam dengan mu..!!"
Luna menggelengkan kepala nya tidak habis pikir, "Bukankah itu sama saja ??"
Bima hanya membalas dengan senyuman dan sesekali mencium pipi sang istri. Melihat luna terus menerus berwajah masam malah membuat bima semakin gemas.
"Sudah. Ayo. Pasti teman teman mu sudah menunggu di ruang meeting.."
Benar saja, ketika pintu itu di buka oleh suami nya, semua orang langsung melihat ke arah mereka berdua, tak terkecuali jenifer. Luna melihat ada kilatan kekecewaan dari mata teman dekat nya itu.
Huh!!
Luna menghembuskan nafasnya berat..
"Tenang sayang. Percaya pada ku!! Pandangan mereka pada mu akan berubah setelah ini!!" bisik bima sambil terus mengeratkan tautan jemari nya di jemari sang istri
Luna hanya pasrah mengikuti langkah kaki suami nya menuju panggung ruang meeting. Di atas sana sudah duduk dokter ricardo selaku kepala rumah sakit beserta wakil nya.
__ADS_1
Bima duduk di samping dokter ricardo di susul luna yang tentu saja duduk di samping sang suami.
Dokter Ricardo bangun lalu melihat ke arah bima, meminta izin untuk mengambil alih sebagai pembicara pertama di meeting itu. Bima membalas dengan sekali anggukan kepala..
"Selamat pagi rekan rekan dokter dan staf sekalian. Saya selaku kepala rumah sakit ini meminta waktu rekan rekan semua untuk membahas sesuatu yang menjadi berita panas di rumah sakit kita sejak kemarin." Kata sambutan dokter ricardo langsung membuat orang orang yang hadir di meeting tersebut saling berbisik membicarakan luna.
"Baiklah, tanpa perlu berpanjang lebar lagi saya persilahkan Tuan Bima untuk maju ke depan.." Dokter Ricardo menoleh ke arah bima lalu mempersilahkan nya untuk berdiri di depan mic, setelah itu dokter ricardo pun kembali duduk di tempat nya..
Ekhem!!
"Saya tidak akan berbasa basi!! Kalian pasti sudah tahu siapa saya. Saya adalah pemilik Rumah sakit yang baru. Sedikit banyak saya sudah tahu kinerja masing masing dari kalian. Tapi kali ini saya tidak akan membahasnya. Yang akan saya bahas hari ini adalah kejadian kemarin. Seperti yang kalian lihat, saya dan dokter luna memiliki hubungan khusus. Dokter luna adalah Istri saya.."
Deg!!
Dari sudut yang lain ada hati yang terluka. Dokter daniel mematung menahan sesak di dada nya. Sementara dokter dan staf yang lain saling berpandangan, mereka tidak percaya ternyata dokter luna bukan orang sembarangan. Padahal di awal luna bekerja di rumah sakit ini, ada beberapa dokter senior yang meremehkan nya. Karena usia luna yang masih sangat muda, mereka selalu menyuruh luna ini dan itu. Dan saat ini terlihat ada ketakutan di wajah beberapa para dokter senior tersebut. Mereka tidak menyangka, yang mereka anggap remeh ternyata derajat nya jauh di atas mereka.
"Sayang..." Bima mengulurkan tangan nya, memanggil sang istri untuk berdiri di samping nya. Luna yang di panggil pun mau tidak mau menghampiri bima, menerima uluran tangan suami nya tanpa ekspresi..
"Saya dan dokter luna sudah menikah selama lebih dari 6 tahun. Karena ada satu dan lain hal kami terpisah sangat lama.." bima menatap luna dengan sedih mengingat kejadian beberapa tahun kebelakang. Luna mengeratkan pegangan tangan nya, mendengar suami nya bicara seperti itu membuat luna kembali terbawa suasana. Wanita itu juga jadi ikut sedih, padahal tadi mood nya biasa saja.
"Saya hanya ingin mengingatkan!! Sekarang kalian semua sudah tahu siapa dokter luna sebenarnya. Mulai detik ini saya tidak akan membiarkan ada yang berbicara buruk tentang istri saya. Jika kalian masih ingin bekerja di rumah sakit ini sebaiknya jaga perilaku dan jangan menyebarkan rumor yang tidak benar. Dokter luna tidak menyembunyikan apapun dari kalian semua, istri saya hanya tidak ingin mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Saya tidak segan segan memecat siapapun yang bicara buruk di belakang. Kalau kalian tidak terima, sebelum saya pecat lebih baik mengundurkan diri sekarang juga!!"
Tidak ada satu pun yang berani bicara. Mendengar penuturan bima, semua orang terdiam. Mereka merasa bersalah karena membicarakan hal buruk tentang dokter luna. Malah beberapa dokter muda ada yang sengaja membuat grup obrolan di aplikasi whatsapp tanpa ada luna di dalam nya. Grup itu dibuat kemarin untuk membahas dan membicarakan luna. Tega sekali bukan ??
"Satu hal lagi!! Mulai hari ini dokter luna sudah tidak bekerja di rumah sakit ini lagi!!"
__ADS_1
Semua terlihat shock!! Dokter senior di bagian yang sama dengan luna terlihat sangat cemas. Sebab hanya luna yang paling kompeten di antara dokter muda yang lain. Semenjak ada luna, mereka selalu mengandalkan luna entah itu saat di ruang pemeriksaan atau di ruang operasi. Jika luna berhenti, tamatlah sudah mereka. Karena mereka akan kembali di sibukkan dengan pasien pasien nya. Dan di ruang operasi pun pasti mereka yang akan turun tangan sendiri, tidak lagi memerintah luna untuk mengerjakan hal tersebut.
"Dan mulai detik ini juga, secara resmi saya serahkan rumah sakit ini pada Dokter luna. Jadi Dokter luna adalah satu satu nya pemilik rumah sakit yang sah secara hukum!!"