Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 138 MCS


__ADS_3

Hi gaes 😊


Sebelum lanjut, aku mau tanya apa dari kalian para ciwi ciwi pernah ngalamin hal yang sama dengan yang dinda rasain ketika hamil di awal kehamilan nya ??


FYI ya.. Aku ngalamin banget yang dinda rasain 🥲


Sharing sedikit boleh ya 😁


Dulu waktu awal kehamilan pertama ku, aku benci banget rasanya sama suami sendiri. Apapun yang suami ku lakuin selalu salah aja di mata ku (kasian ya 🤭) Tapi ini beneran loh, entah kenapa aku males aja gitu liat dia.


Terus ya, kalau dia pulang kerja atau dari luar gitu, aku gak mau deket deket. Pasti langsung mual dan seketika itu juga muntah pas cium aroma badan nya yang menurut aku "bau" 😅..


Dan parah nya itu berlangsung sampai usia kehamilan ku 7 bulan.. kalian bisa bayangin kan keributan yang terjadi selama 7 bulan itu seperti apa 🙈


Tapi yang ajaib nya, setelah anakku lahir wajahnya plek ketiplek banget sama suami ku. Ampun dah, hamil nya gak mau deket deket dan selalu mual muntah di deket dia, eh pas lahir gak ada mirip mirip nya sama aku 😭..


**


Semoga buat bestie aku di luar sana yang lagi ngalamin awal kehamilan yang seperti dinda atau aku bisa bersabar ya melewati nya 💜


Dan untuk yang belum di berikan kepercayaan untuk memiliki buah hati, aku doakan semoga Allah segera kabulkan doa doa kalian 🤲


Apapun yang terjadi, kalian itu sangat spesial 🥰


Jangan menyerah ya, tetap semangat 🤗🤗


...****************...


Dinda pun kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia lalu menarik selimut sampai batas dada nya.


"Tidur lagi ya nak. Besok kita jalan jalan.."


Tidak lama dari itu, bima pun masuk ke dalam kamar.


Dia memutuskan untuk duduk di balkon kamar nya itu sambil menghisap rokok nya yang entah sejak kapan dia menjadi seperti itu lagi.

__ADS_1


Tanpa bima sadari ternyata dinda belum tidur. Dinda menyaksikan semua nya dari balik jendela kamar.


Hati nya sakit melihat suami nya seperti itu, dinda pun kembali keluar dari dalam kamar.


Dia memutuskan untuk tidur di kamar tamu.


Pukul 3 dini hari bima baru masuk kembali ke dalam kamarnya setelah menghabiskan beberapa batang rokok di balkon nya tersebut.


Sebelum tidur, bima menyempatkan untuk berkumur agar tidak ketahuan oleh istrinya.


Setelah selesai bima pun naik kembali ke atas kasur, mungkin karena saking lelah nya dia jadi tidak menyadari bahwa sang istri tidak ada disana.


Keesokan pagi nya..


Pukul 9 pagi bima baru bangun,


Sisi kasur yang harusnya di tempati sang istri sudah kosong. Bima berpikir mungkin dinda sudah bangun dan sudah keluar dari kamar mereka.


Bima pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah selesai, pria itu pun keluar dari kamar sudah dengan setelan jas nya.


"Dimana istri ku ??" tanya bima pada salah satu pembantu nya. Dia pun mulai menarik kursi di meja makan nya..


"Nyonya sudah pergi sejak tadi pagi tuan.." kata pembantu tersebut..


"HAH..???" Bima langsung menatap tajam ke arah pembantu itu saking terkejut nya..


"Pergi kemana ???" tanya bima lagi seraya bangun dan memundurkan kursi dengan kasar..


"Sebentar tuan.." si bibi itu berjalan ke arah ruang keluarga, dan mengambil secarik kertas yang terlihat di lipat 2..


"Maaf tuan, tadi nyonya menitipkan ini.." kata si bibi itu sambil memberikan kertas tersebut


Dengan mengibaskan tangannya, bima menyuruh pembantu nya itu untuk kembali ke dapur..

__ADS_1


Lalu dia pun mulai membuka lipatan kertas itu..


*


Om..


Maaf aku tidak menunggu mu bangun terlebih dulu..


Seperti yang aku bilang kemarin, aku ingin pulang kerumah kedua orang tua ku. Aku sangat merindukan mereka.


Aku minta maaf karena selalu menyusahkan kamu. Aku pun tidak mengerti kenapa aku seperti ini. Jika tahu akan begini, rasanya aku tidak ingin hamil secepat ini..


Aku tidak menyesali kehamilan ku, tapi aku menyesali sifat ku yang tiba tiba berubah ubah terus dan membuat kita selalu bertengkar..


Sekali lagi maafkan aku ya..


dan tolong beri aku waktu untuk memahami diri ku yang sekarang..


Kamu jangan khawatir, aku pastikan anak kita baik baik saja.


Oh satu lagi..


Semalam aku melihat mu merokok di balkon.. Tidak apa apa, aku tidak akan melarang mu. Jika om ingin merokok atau apapun, silahkan saja. Tapi aku minta jangan berada di satu ruangan yang sama dengan ku, kamu juga pasti tahu kan asap rokok itu tidak baik untuk anak kita..


Jangan mencari ku ya om. Aku hanya ingin menikmati kehamilanku ini tanpa bertengkar terus dengan mu.


I Love You My Beruang Kutub 🖤


*


Deg!


"Tuhan apa yang sudah aku lakukan ?? Kenapa aku tidak bisa sedikit lebih bersabar lagi.." gumam bima sambil meremas kertas itu..


"Pasti ini sangat sulit untuk nya.."

__ADS_1


__ADS_2