Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 65 MCS


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari riko yang mengatakan dion hampir mati di tangan bima, angel menjadi khawatir.


Meskipun dia tidak memiliki perasaan apapun pada dion, tapi tetap saja dion pernah menjadi bagian dari hidupnya. Lelaki itu juga lah yang selama ini memberikan kehidupan pada angel.


"Dion.." gumam angel,


"aku akan kembali ke indo hari ini, apa kau mau ikut ?" tanya riko saat mendengar angel bergumam menyebut nama dion,


Angel membalikkan tubuhnya, tapi tidak menjawab pertanyaan riko,


"mau ikut tidak ?" tanya riko lagi,


Angel hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun,


"kalau begitu, bersiaplah ! aku akan menjemputmu satu jam lagi," kata riko, lalu setelah itu dia keluar dari apartemen angel,


**


Di Kota J,


Dion merasakan seluruh tubuh nya sakit. Meskipun dia pemilik sabuk hitam, tapi lawannya tidak seimbang. Dion seorang diri, sementara yang menjadi lawannya lelaki bertubuh besar 4 sampai 5 orang.


Di tambah bima yang memukuli nya secara brutal. dion tidak menampik bahwa kekuatan bima jauh di atas dirinya, walaupun dion melawan bima seorang diri, dia tidak akan mampu mengalahkan kekuatan seorang bima.


Dion mencoba untuk bangun, tapi tenaga nya tidak cukup untuk menopang berat tubuhnya. Bahkan hanya untuk mengambil air minum yang berada di atas nakas saja dia tidak sanggup.


Akhirnya dion memilih untuk memejamkan matanya, karna tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini.


**


Di lain tempat,


"ayo sayang," ajak bima memaksa dinda untuk masuk ke dalam,


Ceklek,


Bima membuka pintu utama,


Mata dinda tak berkedip saat melihat satu dinding yang berada tepat menghadap ke pintu masuk,

__ADS_1


Pemandangan yang pertama di lihatnya adalah, foto pernikahan mereka yang berukuran sangat besar di gantung di tembok ruang tamu.


"bagus tidak ?" tanya bima,


Tapi dinda tidak menjawabnya, entah apa yang ada di pikiran nya tapi terlihat mata nya sudah mulai berembun.


"sayang.." bima menggoyangkan tubuh istrinya,


Bibir dinda melengkung, membentuk sebuah senyuman dengan air mata yang menetes tapi bukan karna kesedihan tapi itu adalah air mata bahagia.


"hey, hey, kenapa, he'em ?" tanya bima lembut sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi istrinya,


Dinda menggeleng tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya,


"kenapa ?" tanya bima lagi seraya membawa tubuh dinda ke peluk kan nya,


"foto nya jelek ya ??" begitulah pikir bima, dia kira dinda menangis karna foto yang di pajang nya jelek, "kalau begitu, aku akan menurunkan nya !" sambung bima,


Dinda melepaskan pelukan suami nya,


Cup


Dinda mencium bibir bima sekilas,


Sementara bima, dia membeku, terkejut akibat serangan mendadak yang di lakukan istrinya


"Maaf.." kata dinda, lalu dia melangkahkan kakinya menjauh untuk menghindar dari suaminyat


sreet..


Bima menarik tangan istrinya sampai tubuh dinda membentur dada bidang bima, "mau kemana hem ?" tanya bima menaikkan kedua alisnya dengan seringai di sudut bibirnya,


Dinda merasakan darah nya berdesir, wajahnya tampak tegang.


Bima melingkarkan tangannya di pinggang dinda, menatap mata istrinya begitu intens,


Wajah bima semakin maju, mengikis jarak di antara wajah keduanya.


Cup

__ADS_1


Bima mengecup bibir dinda lembut,


Tapi lambat laun kecupan itu berubah menjadi ciuman,


Bima menggigit bibir bawah dinda, dan saat mulutnya sudah terbuka sedikit bima memasukkan lidah nya ke mulut dinda, menyapu seluruh rongga mulut istrinya.


Mereka bertukar saliva, meskipun dinda belum mahir dalam berciuman tapi dia berusaha untuk mengimbangi suaminya. Dinda pun membalas dengan memainkan lidahnya.


Bima terus menyesap bibir atas dan bawah istrinya dengan penuh nafsu. Dan saat dia sadari istrinya mulai kehabisan nafas, bima pun menghentikan ciuman panas nya.


Huh Hah


Huh Hah


Dinda menghirup udara sebanyak banyaknya,


Plak


Dinda memukul dada bidang suaminya pelan,


"Sorry...!!" kata bima seraya mengusap lembut bibir istrinya yang basah...


Setelah itu, Bima menautkan jari jemari nya ke sela sela jari dinda, membawa istrinya untuk masuk lebih dalam lagi ke rumah besar itu..


Bima mengajak dinda masuk ke salah satu ruangan yang ada di ruangan itu,


Ceklek


Bima kembali membuka pintu, bima mendorong tubuh dinda dari belakang agar istrinya masuk lebih dulu ke dalam ruangan itu,


"ini kamar kita..." bisik bima di telinga istrinya


Dinda reflek menolehkan kepalanya,


Cup


Bibirnya tidak sengaja mencium pipi suaminya,


bima menyeringai..

__ADS_1


"Mau lagi...???"


...****************...


__ADS_2