Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 126 MCS


__ADS_3

Di mansion utama..


Dinda sudah menghabiskan 2 porsi makanan yang di buat suaminya tanpa mual dan muntah.


Bima sampai terheran heran, karena istri nya begitu lahap memakan masakan nya.


"enak ??" tanya bima menyunggingkan senyumnya


Dinda mengangguk sambil membalas dengan senyum malu malu..


Bima mengusap pucuk kepala sang istri.. "Apa masih mual ??" tanya nya sedikit cemas


"nggak.." Jawab dinda menggelengkan kepala pelan "Seperti nya baby kita hanya mau makan masakan papi nya.." ucap dinda membuat hati bima terasa hangat


Laki laki itu kemudian berjongkok tepat di depan perut istri nya "Papi akan memasak untuk kamu setiap hari, jadi tolong jangan menyusahkan mami mu lagi ya nak.." ucap bima seraya mengusap usap perut dinda dengan sangat lembut


Bima menepati ucapan nya tadi, setelah istri nya itu makan, mereka pun pulang ke rumah utama.


Karena sekarang dinda merasa tidak begitu suka berada di mansion, dia lebih nyaman berada di rumah utama yang bahkan baru beberapa hari belakangan ini mereka tempati.


Mungkin karena mansion terlalu luas dan sepi untuk dia tinggali, meskipun rumah utama juga tidak bisa di katakan kecil. Ya, setidaknya itu jauh lebih kecil di bandingkan mansion utama.


*Di mobil..


Dinda sedang menyandarkan kepalanya di bahu sang suami,


"Om, apa aku boleh bertanya ??"


Bima mengusap hidung kecil sang istri seraya tersenyum, "tentu saja boleh sayang.."


Dinda mengangkat kepala nya dari bahu sang suami. Wanita itu terdiam sejenak, dia sedikit ragu untuk menanyakan hal yang menurutnya sangat sensitif..


"Ada apa sayang ??" tanya bima ketika melihat kekhawatiran di wajah sang istri..


"Maaf kalau pertanyaan aku ini menyinggung perasaan kamu.." bima mengerutkan kening nya, menatap serius kedua mata sang istri

__ADS_1


Dinda memegang dada kiri tepat dimana luka bima berada "Apa kak dion benar benar melakukan ini ??"


Bima memalingkan wajahnya, pandangan nya dia rah kan melihat ke jendela,


"Apa kamu mengkhawatirkan nya ??" tanya bima tanpa melihat ke arah lawan bicara nya..


Dinda menggeleng cepat.. "Tidak om, bukan begitu. Aku hanya tidak yakin kak dion melakukan hal seburuk itu padamu.."


Bima kembali diam, dia tidak suka jika istrinya membicarakan lelaki lain. Bima sudah mengatakan sejak awal, dia adalah tipe lelaki yang sangat pencemburu.


Dinda menangkup wajah sang suami dengan kedua tangan kecil nya..


"Jangan salah paham suami ku. Aku hanya ingin tahu kejadian itu menurut versi mu. Aku ingin tahu kebenaran yang sesungguh nya.." kata dinda menatap lekat kedua manik mata suami nya


Bima memegang tangan dinda yang masih berada di wajahnya.. "Jangan mengkhawatirkan lelaki lain. Kamu milikku, hanya milikku..!!"


Dina tersenyum senang, meski suami nya itu begitu over protective dan juga sangat posesif, tapi dinda sama sekali tidak keberatan. Artinya suami nya itu sangat menyayangi nya.


"Iya suami ku.." kata dinda mencubit gemas kedua pipi bima.


Bima mencium punggung tangan sang istri dengan lembutnya


"Kamu jangan khawatir, pasti laki laki itu sudah keluar dari penjara beberapa jam yang lalu.." Kata bima seraya melihat jam di tangan nya.


Dinda reflek menutup mulutnya yang sedikit terbuka..


Tanpa dinda tahu, beberapa waktu lalu bima sudah berbicara dengan david mengenai hal ini. Dia juga meminta asisten pribadi nya itu untuk mencabut laporan nya.


Tapi tentu saja dad yuda tidak tahu. Karena kalau sampai dad yuda tahu, bima yakin daddy nya itu tidak akan membiarkan dion lolos dari hukuman yang sudah menantinya.


**


Flashback On..


Hari dimana terjadi penembakan..

__ADS_1


Saat dion lengah, bima berlari ke arah laki laki itu berniat untuk merebut senjata tersebut dari tangan dion.


Tapi keadaan malah semakin kacau. Terjadi tarik menarik antara kedua lelaki itu.


Dan saat bima berhasil memegang senjata tersebut,


DORR ..


Bima tidak sengaja menekan tuas pistol yang di perebutkan nya dengan dion tadi..


Dion menggeleng pelan dengan tetesan air mata yang tiba tiba sudah jatuh membasahi kedua pipinya, tubuh dion sampai lemas tak bertenaga lagi melihat bima yang langsung ambruk saat itu juga.


Bima menatap lekat kedua manik mata mantan sahabatnya itu, saat itu bima masih sadar dan dia pun tahu bukan dion yang melakukan itu, tapi dirinya lah yang tidak sengaja menekan pelatuknya.


Dan bima bersyukur, dialah yang terkena tembakan itu. Mungkin kalau dion yang benar benar melakukan itu, bima akan benar benar menghancurkan nya sampai titik darah penghabisan.


Dan ketika bima koma di rumah sakit, telinga nya yang masih berfungsi mendengar pembicaraan dady dan asisten nya david.


Dad yuda mengatakan bahwa dia telah memberikan ganjaran yang setimpal untuk dion karena telah membahayakan nyawa putra nya.


Dad yuda yang memiliki koneksi di kepolisian pun langsung meminta di adakan sidang agar hukuman untuk dion segera di putuskan.


Tapi rencana dad yuda gagal total karena bima lebih dulu tersadar dari koma nya. Saat dinda pulang untuk mengambil pakaian, bima berbicara empat mata dengan david. Dia meminta david untuk mencabut laporan nya terhadap dion, karena meskipun dalam kasus ini dia bersalah, tapi mengenai penembakan itu murni karena kesalahan bima.


Setelah itu, david langsung melaksanakan tugas nya. Dia berangkat ke kantor polisi untuk mencabut laporan.


Dan dion pun sudah di bebaskan hari ini. Tapi satu permintaan bima yang di sampaikan oleh david pada dion.


Jangan pernah muncul lagi di hadapan nya, apapun alasan nya. Bima tidak ingin lagi bertemu dengan dion.


Biarlah masa masa persahabatan mereka tersimpan terus di memori nya. Dia tidak berniat untuk kembali menjalin persahabatan dengan dion.


**


Flashback Off..

__ADS_1


...****************...


__ADS_2