Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 121 MCS


__ADS_3

*Taman Belakang...


Bima berjalan perlahan ketika sudah melihat punggung istri kecilnya..


Laki laki itu lalu duduk di samping sang istri tanpa bicara sepatah kata pun. Dinda reflek menoleh tapi sedetik kemudian tatapan nya kembali melihat ke arah danau..


Cukup lama mereka hanya duduk tanpa bicara. Bima yang bingung harus memulai obrolan mereka seperti apa, sementara dinda, dia masih merasa malu karena kejadian semalam.


ehem..


Bima berdehem mencoba memulai obrolan..


"Kamu sudah makan ??" tanya bima sambil menoleh menatap wajah istrinya dari samping..


Dinda menggeleng pelan..


"Kamu boleh marah, tapi jangan biarkan istri dan anak ku kelaparan seperti ini.."


deg


Dinda menunduk, mendengar ucapan suami nya entah dia harus bahagia atau sedih..


Bima lalu kembali bangun dan berdiri seraya mengulurkan tangan pada sang istri..


"Ayo makan dulu, setelah itu baru kita bicara.." ucap bima pelan,


dinda hanya menatap tangan suami nya, rasanya dia enggan untuk memegang tangan itu.


Bima menggerakkan tangannya seperti memohon agar istrinya segera menyambut uluran tangan nya..


deg


Bima memejamkan matanya saat melihat istrinya menolak untuk memegang tangannya. Dinda memang sedang di fase yang sangat amat sensitif. Apalagi kejadian semalam itu membuat dinda merasa kehilangan harga diri nya.


Seperti yang sama sama kita tahu, bercinta adalah salah satu hal yang paling penting dalam ikatan suami istri. Bercinta bukan hanya sekedar merasakan kenikmatan surga dunia. Bercinta juga bukan hanya sekedar untuk bersenang senang di atas ranjang. Tapi lebih dari itu bercinta dapat meningkatkan rasa cinta dan kepercayaan terhadap pasangan, sehingga hubungan itu akan semakin kuat.


Penolakan dalam urusan ranjang itu bisa sangat berakibat fatal. Contohnya, hubungan akan menjadi rusak, komunikasi akan terhambat, bahkan ada beberapa kasus penolakan itu bisa menimbulkan perselingkuhan.


Setelah bangun, dinda memilih untuk jalan lebih dulu meninggalkan bima menuju mansion utama..


huh


Berkali kali dinda menghembuskan lagi nafasnya..


"Maafkan mami ya sayang.. Ayo kita makan, kamu udah laper ya.." batin dinda seraya mengusap pelan perut rata nya..

__ADS_1


Bima mengekor di belakang dengan perasaan kacau. Laki laki itu membatin, sampai kapan istri nya akan sensitif seperti ini.


Setelah masuk ke dalam mansion, dinda kemudian duduk di meja makan nya. Dia melihat roti yang sudah di olesi selai milik nya tadi pagi itu masih utuh berada di atas piring..


"Nyonya, apa mau di buatkan lagi roti yang baru ??" tanya asisten rumah tangga yang tiba tiba datang menghampiri dinda..


Dinda menggeleng, "tidak, terimakasih bi.." ucap nya, lalu dia menggigit roti itu sedikit demi sedikit..


Bima mengusir pembantu nya itu dengan mengibaskan tangannya, lalu dia pun duduk di kursi utama meja makan itu. Dia tidak berani bicara, yang di lakukan nya hanya mengawasi sang istri agar wanita itu menghabiskan makan nya.


Sambil mengunyah makanan nya, dinda mengambil kembali 2 lembar roti tawar dan perlahan mengoleskan selai coklat di atas nya..


Bima terus memperhatikan sang istri,


"Pasti dia sangat lapar.."


Bima berpikir bahwa istrinya itu pasti kelaparan sampai sampai makanan nya belum habis sudah membuat roti selai lagi yang baru..


Tapi, tanpa bicara apapun dinda meletakkan roti yang sudah selesai di olesi selai itu di atas piring suami nya..


Dinda yakin pasti suami nya juga belum makan..


"Terimakasih.." kata bima tersenyum seraya mengambil roti tersebut..


Mereka pun makan bersama dalam diam. Sesekali bima mencuri pandang, tapi dinda sama sekali tidak berniat untuk melihat sang suami. Wanita itu terus melihat ke sembarang arah.


*Di dalam kamar..


Dinda langsung naik ke ranjang nya, dia berbaring seraya membelakangi sisi lain tempat tidur suami nya..


Wanita itu kembali memejamkan matanya, setelah makan tadi perut nya kembali berguncang dan kepala nya terasa berat. Rasanya ingin sekali dia mengeluarkan lagi roti tadi dari perutnya. Tapi dinda terus menahan gejolak di perutnya, dia memilih untuk menutup mata karena saat membuka matanya dia semakin pusing dan semakin mual..


Melihat istri nya langsung berbaring membuat bima semakin frustasi dan ada rasa kesal yang mulai masuk ke hati nya. Kesal karena istri nya hanya diam, kesal karena apapun yang dilakukan nya selalu salah.


Laki laki itu memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi. Dia membasuh wajah nya agar bisa meredam amarahnya.


BUGH ...


Tiba tiba bima memukul cermin di kamar mandi nya sangat kencang. Membuat dinda yang sedang berbaring sampai bangun karena terkejut.


Cermin itu pun langsung retak cukup besar, dan tentu saja punggung tangan bima berdarah dan terluka. Laki laki itu lalu mengulurkan tangan nya di bawah kucuran air agar darah nya mengalir bersama air tersebut..


Dinda lalu buru buru melangkahkan kaki nya menuju sumber suara..


Tok..Tok..

__ADS_1


"Om.." suara dinda bergetar, dia terkejut bercampur khawatir..


"Om.. Buka pintu nya.." kata dinda lagi sambil menahan tubuhnya yang gemetaran,


Ceklek..


Suara pintu terbuka, menampakkan guratan kesedihan di wajah bima..


"Astaga.." Dinda memekik seraya memegang tangan kanan bima yang masih mengeluarkan darah.


"Apa aku harus terluka dulu agar kamu mau bicara lagi dengan ku..??"


deg


Dinda langsung menatap wajah suami nya dengan air mata yang mulai menggenang..


Tanpa banyak bicara, dinda membawa suami nya duduk di sofa kamar mereka. Lalu dia mengambil kotak P3K yang berada di laci kamar tersebut..


Dengan air mata yang entah sejak kapan terus membasahi kedua pipinya, dia mulai mengobati punggung tangan suami nya.


Bima terus menatap wajah sang istri, goresan luka nya tidak seberapa sakit di bandingkan dengan melihat istrinya yang menangis seperti itu..


Setelah selesai mengobati luka suami nya, dinda kembali menaruh kotak itu di dalam laci. Bima hanya menatap terus tanpa berniat menahan istrinya..


Bukan nya kembali menghampiri bima, dinda malah masuk ke dalam kamar mandi nya..


Setelah mengunci pintu...


HOEK..HOEK..


Dinda sudah tidak bisa menahan gejolak nya lagi,


HOEK.. HOEK..


Sungguh kehamilan pertama nya ini sangat berat bagi diri nya. Bahkan hanya sekedar minum air putih saja bisa membuat dinda mual dan langsung muntah..


Kini giliran bima di luar sana yang cemas mendengar sang istri terus memuntahkan isi perut nya..


"Sayang.. buka pintu nya..!!" kata bima seraya mengetuk pintu itu berkali kali..


Dinda tidak bereaksi, dia sedang menatap wajah nya yang pucat dan pipi nya yang semakin tirus itu di cermin yang hampir hancur yang tentu saja pasti karena pukulan keras tangan suami nya..


Air mata nya terus mengalir, dada nya semakin sesak..


"Nak, apa kamu mau tinggal berdua bersama mami ??"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2