Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 85 MCS


__ADS_3

Setelah suami nya pergi, dinda kembali masuk ke dalam rumah mereka.


Dinda mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi nomer telepon bunda nya..


Tidak menunggu lama, sambungan itu pun terhubung..


📞Assalamualaikum bun...?


Bunda di balik sambungan itu langsung menjawab salam dari putri semata wayang nya


📞 Bunda sibuk nggak hari ini..??


📞 Kalau nggak sibuk, bunda bisa datang gak kerumah aku..??


📞 Bukan bun, bukan ke mansion utama. Tapi di rumah aku dan mas bima..!!


📞 Aku share lock ya bun..


Setelah itu dinda pun mengakhiri panggilan nya.


Belum ada satu jam dinda dirumah itu seorang diri, tapi dia sudah merasa bosan dan kesepian.


"Ko pak war belum datang juga ya..??" gumam dinda yang sekarang berada di ruang keluarga.



Mencoba membunuh kebosanan yang mendera nya, wanita itu pun menyalakan televisi besar yang ada di ruangan itu. Mungkin dengan menonton tv dia tidak akan merasa kesepian.


Dinda terus menekan remote tv, mengganti chanel berkali kali. Ternyata menonton tv pun tidak membuatnya merasa terhibur.


Akhirnya dia kembali menekan tombol off mematikan televisi itu lagi.


**


Sementara itu..


Riko dan Diki sudah berada di bandara, setelah bertanya pada david jam berapa bima berangkat mereka memutuskan untuk berangkat lebih dulu sebelum bima.


Mereka akan membuat seolah pertemuan dengan bima di amrik itu tidak di sengaja.


**


"Kau sibuk sekali ?? Siapa yang sedang kau hubungi ?" tanya riko melihat diki yang terus mencoba menghubungi seseorang tapi belum juga di angkat


"Gadis ku..!!" jawab diki singkat tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya


"Hah..??" Riko terkejut.. "Apa aku tidak salah dengar ??"


"Ck, apa wajah ku terlihat bercanda ??"


Sungguh, saat ini wajah diki begitu serius dan ada sedikit kekhawatiran saat panggilan itu belum juga di angkat oleh si empunya.

__ADS_1


Riko pun berhenti bertanya saat tahu situasi dan kondisi diki yang sedang tidak baik baik saja. Dari pada dia tiba tiba membatalkan keberangkatan mereka, lebih baik dia diam.


"Astaga.. kamu kemana sih cha..??"


**


Di lain tempat..


Dion memilih untuk tidur di hotel selama angel masih tinggal di apartemen nya..


Hari ini adalah hari pertama dion menjalan kan rencana mereka. Dia akan memberikan perintah kepada mafia suruhan nya itu untuk mengobrak abrik mansion utama. Dion akan memberikan satu peringatan yang tidak akan bisa di luapkan oleh bima.


Dion bersiul, menikmati pagi nya dengan suasana hati yang ceria. Betapa dia sudah menantikan saat saat seperti ini.


"Kita lihat siapa yang akan berakhir sebagai pecundang..???" gumam dion sambil melihat diri nya sendiri di cermin..


**


Tok..Tok..Tok..


Mendengar suara ketukan pintu, dinda langsung berlari ke arah suara..


Ceklek


Dia membuka pintu dengan antusias, tidak perduli siapa yang datang yang penting dia tidak sendiri lagi di rumah besar itu.


"Bunda...!!" mata dinda berbinar saat bunda nya lah yang datang lebih dulu


"Wah, jadi sekarang kalian tinggal di sini ??" tanya bunda seraya menyapu setiap sudut ruangan dengan kedua mata nya..


Dinda membawa bunda langsung masuk menuju ke ruang keluarga.. "Iya bun, aku juga gak nyangka mas bima sudah menyiapkan rumah ini untuk aku..!!" ucap dinda seraya mengambil kan minuman untuk bunda nya..


"Tapi ko sepi ???" tanya bunda "Suami mu mana ??"


"Mas bima pagi ini berangkat ke Amerika bun, dia ada urusan bisnis..!!" jawab dinda sambil meletakkan minuman di atas meja


"Jadi kamu sendirian ??" tanya bunda lagi,


Dinda mengangguk lalu duduk di samping bundanya dan bergelayut manja di lengan bunda


Tok..Tok..Tok


Saat dinda sedang bermanja manja dengan bunda nya, terdengar pintu di ketuk dari luar..


"Pasti itu pak war.. Sebentar ya bun..!!"


Setelah itu dinda lalu berjalan lagi ke arah depan, dan membuka pintu itu..


"Selamat pagi Nyonya muda..!!"


Benar saja ucapan dinda tadi, yang datang Pak War bersama dengan 2 orang wanita paruh baya di belakangnya..

__ADS_1


"Selamat pagi Pak War, silahkan masuk..!!"


Pak war dan 2 orang wanita itu pun masuk bersama..


"Nyonya muda, saya membawa 2 orang asisten rumah tangga untuk membantu nyonya muda di sini..!!"


Dinda mendengarkan dengan serius


"Silahkan perkenalkan diri kalian..!!" ucap pak war sebagai kepala pelayan memberi perintah pada bawahan nya


"Selamat pagi nyonya muda, nama saya Yati Nurhayati..!!" ucap salah satu wanita yang seperti nya lebih senior dari wanita paruh baya lain nya


"Selamat pagi nyonya muda, nama saya Nurlela..!!" sambung wanita yang lain yang mungkin usianya tidak terpaut beda dengan bundanya


Dinda tersenyum lalu mengulurkan tangan nya di depan mereka.. "Selamat datang bi yati dan bi nur..!!"


Kedua wanita itu terkejut ternyata nyonya muda nya itu begitu baik dan ramah di kesan pertemuan pertama mereka. Ya, ini adalah pertemuan pertama meskipun kedua pelayan itu bekerja di mansion sejak lama. Saking banyak nya ruangan di mansion membuat pelayan yang bekerja di sana pun sama banyak nya. Dinda juga tidak begitu memperhatikan ada berapa pelayan di mansion utama itu.


Dinda menggerakkan tangannya karena tangan mungil nan mulus itu belum juga di sambut oleh kedua wanita yang ada di hadapannya..


"Oh, iya maaf nyonya muda..!!" ucap bi yati lalu menyambut dan berjabat tangan dengan majikan nya di lanjut oleh bi nur yang bergantian menjabat tangan dinda.


"Semoga kalian betah bekerja di sini..!!" sambung dinda lagi,


Setelah itu dia mengajak mereka bertiga masuk bertemu dengan bunda nya. Setelah saling mengenalkan diri, dinda memberitahu pada pak war di mana ruangan belakang.


Meninggalkan pak war dan para bawahan nya, dinda pun kembali ke bunda nya.


"Bun, ayo aku antar ke kamar..!!" Dinda mengajak bunda nya ke kamar tamu


**


Di dalam kamar..


"Bun, ayah ko gak ikut ke sini ??" tanya dinda seraya merebahkan diri di kasur kamar tamunya


"Tadi waktu bunda minta izin mau kerumah kamu, ayah bilang dia akan pulang setengah hati lalu menyusul kesini..!!"


"Asiikkkk.." Dinda riang gembira mendengar ucapan bunda nya "Bunda sama ayah nginep ya disini..!!"


Bunda tersenyum lalu ikut merebahkan diri di kasur berukuran king size itu.. "Memang kamu sudah minta izin sama suami mu..??" tanya bunda


"Sudah dong bun, mas bima menyerahkan semua keputusan di aku selama dia pergi.."


Ya, benar..


Sebelum pergi bima mengatakan apapun boleh istri nya lakukan selama istrinya tidak melanggar aturan yang di buatnya. Yaitu, keluar rumah tanpa supir dan pengawalan. Hanya itu aturan yang di berikan bima pada dinda.


"Kalau gitu, nanti kamu tanya ayah, apa dia mau menginap disini atau tidak..!!"


Dinda mengangguk, lalu mereka ibu dan anak itu pun saling bercerita dan bertukar pikiran sambil menunggu waktu jam makan siang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2