Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 142 MCS


__ADS_3

Seperti ucapan bunda beberapa menit lalu, bima langsung tahu di mana keberadaan istrinya.


"Aku ingin bodyguard yang paling kompeten yang menjaga istri dan calon anak ku. Jangan sampai dinda terluka barang sejengkal.." ucap bima pada asisten nya.


"Baik bos." jawab david lalu dengan sigap langsung melakukan apa yang di perintahkan atasan nya tadi


Bima terus memandangi foto yang di berikan orang suruhan nya. Tentu saja foto sang istri yang di ambil secara diam diam.


"Jika jauh dari ku membuat hati dan pikiran mu menjadi tenang, aku terima. Tapi izinkan aku tetap menjaga mu dan anak kita walaupun saat ini aku tidak berada di sisi mu lagi.."


*


**Sementara itu di belahan bumi yang lain..


Ternyata dinda sekarang ada di vila keluarga nya di puncak, bogor. Kawasan yang memiliki iklim sejuk dan lembab ini di pilih dinda untuk dia tinggal sementara waktu.


Suhu dingin dan udara yang segar membuat dinda lebih rileks ketika berada di tempat itu.


"Ayah. Aku nggak apa apa ko di tinggal sendiri. Di sini juga ada bi yanah yang menemani. Lebih baik ayah kembali ke kota J, bunda pasti kesepian kalau di tinggal lama lama.." kata dinda pada ayah nya yang memang mengantarnya ke villa pribadi keluarga nya di puncak tadi setelah sarapan pagi.


Ayah tersenyum, "Nanti sore juga bunda menyusul kesini. Mana tega bunda mu membiarkan kamu seorang diri di sini.." jawab ayah "Lagi pula, villa ini terlalu besar untuk kamup tinggali sendirian, sayang. Bi yanah kan hanya bekerja dari pagi sampai sore saja. Setelah bi yanah pulang kamu pasti sendirian di sini.." sambung ayah lagi..

__ADS_1


Dinda mengangguk.. "Kalau begitu sambil menunggu bunda, aku istirahat dulu ya yah. Ternyata perjalanan ke puncak lumayan juga.."


Setelah mengatakan itu, dinda pun langsung masuk ke dalam salah satu kamar.


"Nak, kamu suka nggak di sini ?? Kalau mami sih suka sekali karena di sini cuaca nya sangat sejuk dan segar." kata dinda bicara pada bayi nya yang masih di dalam perut


"Kamu tidak apa apa kan sementara waktu berjauhan dari papi ??" tanya dinda lagi


Setelah itu, dinda lalu membuka jendela kamar nya. Ketika dia membuka jendela kamar, sejauh mata memandang hanya perkebunan teh yang terlihat meskipun sedikit tertutup kabut tapi pemandangan hijau itu tetap bisa menyegarkan pandangan mata dinda..


"Aahhhhh.. Segar sekali.." gumam dinda sambil menghirup dalam dalam udara disana yang sudah sejak lama dia tidak merasakan udara sesegar ini.


Deg!!


Mata dinda langsung tertuju pada mobil van hitam yang tidak jauh dari vila miliknya. Tak tanggung tanggung, ada sekitar 4 mobil van yang menyebar di sisi kanan dan kiri vila..


"Om. Aku tahu itu pasti orang suruhan mu, kan ??" batin dinda bicara


"Nak, papi mu benar benar menyebalkan. Kenapa sih dia selalu tahu mami berada di mana.." gerutu dinda kesal


"Mami kan ingin nya papi mu merasa putus asa karena tidak bisa menemukan mami. Tapi lihatlah sekarang, belum sampai ada setengah hari mami pergi dari rumah, papi mu sudah bisa menemukan mami lagi.."

__ADS_1


"Apa kita keluar negeri saja ya ??" dinda mulai memikirkan ide aneh


"tunggu, tunggu. Papi mu juga pasti bisa menemukan mami disana. Teman teman mafia nya kan banyak sekali. Haduh mami jadi pusing kalau seperti ini."


Dinda yang kesal pun kembali masuk ke dalam kamar nya. Dia lalu merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur berukuran king size tersebut.


"Aku ingin jauh dari nya, tapi belum apa apa aku sudah sangat merindukan nya. Oh Tuhan, bagaimana ini ??"


Dinda mencoba memejamkan kedua mata nya.


*Sementara itu di luar villa ..


Di sebuah mobil van, ayah dan menantu nya terlibat pembicaraan yang serius..


"Biarkan dinda menenangkan pikiran nya. Tolong kamu Jangan ganggu dia dulu untuk sementara waktu.." ucap ayah yang di awal tidak menyangka ternyata di dalam salah satu mobil van yang berjaga di vila nya ada sang menantu kesayangan memantau putri nya dari kejauhan.


"Maaf ayah. Tapi aku tidak sanggup lagi berjauhan dari istri dan calon anak ku. Aku lebih baik mati jika harus terpisah lagi dari dinda.."


"Tapi bukankah kamu sendiri yang tidak memiliki kesabaran untuk menghadapi istri mu yang tengah hamil itu ??"


"Ya benar. Aku akui aku salah. Aku juga tidak akan membela diri ku. Tapi aku mohon, biarkan aku melihat istri dan anak ku meski pun dari jauh, ayah..!!"

__ADS_1


__ADS_2