Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 94 MCS


__ADS_3

Dion sudah mendarat dengan selamat di bandara, dan sekarang dia sedang menuju ke tempat dimana bima berada. Sebelum itu dia akan bertemu dahulu dengan Bos mafia yang dia kenal dengan nama Tuan Abdul tersebut..


*Di sebuah vila tepi pantai..


"Katakan pada ku sebenarnya siapa dia..?" Pertanyaan yang langsung di lontarkan pada client nya


"HAHAHA.. Apa tidak salah seorang bos mafia seperti mu malah bertanya pada ku..???" sindir dion


Kini mereka duduk berhadapan di balkon lantai 2 yang pemandangan nya langsung ke arah lautan..


"Aku tidak mau melanjutkan kerjasama ini..!! Selesaikan urusan mu sendiri..!!" jawab tuan Abdul.


Ya, semalaman dia memikirkan semua ucapan bima. Tidak ada yang pernah tahu mengenai kehidupan pribadi nya selama dia menjalankan bisnis haram nya tersebut. 15tahun dia selalu lancar menjalankan aksi nya, bahkan sekelas penegak hukum di seluruh negara yang di sambangi nya pun tidak bisa membuat dia menyerah layak nya pengecut seperti ini.


Tapi demi keselamatan keluarga yang begitu dia cintai, terlebih kedua anak nya bos mafia itu rela menjatuhkan harga dirinya.


"Apa maksudmu ??" tanya dion dengan tatapan tajam


"Aku sudah mengirimkan kembali uang dari mu, tanpa mengurangi satu sen pun..!!" Kata tuan Abdul seraya bangun dari duduk nya..


"YAA.. Kau tidak bisa melakukan ini pada ku..!!" Jawab dion yang juga langsung bangun dari duduk nya..


"Kenapa kau begitu pengecut. S I A L. Aku tidak percaya sudah bekerjasama dengan seorang mafia pengecut seperti mu..!!" cibir dion dengan tersenyum meledek "Aku pastikan seluruh dunia akan tahu hal ini..!!" ancam dion


Tuan abdul menarik kerah baju dion "Detik ini juga aku bisa saja membunuh mu..!!" kata tuan abdul dengan tatapan yang membunuh


deg


Dion gemetar hebat. Kenapa jadi seperti ini, pikirnya. Sebenarnya apa yang membuat mafia yang di bayarnya ini berubah pikiran dalam waktu singkat. Padahal kelompok mafia ini di kenal sangat sadis dan tidak pernah memandang siapa korban nya.


Bos mafia itu lalu menghempaskan tubuh dion dengan kencang, hingga laki laki tersebut hampir saja terjatuh dari atas balkon kalau saja di sana tidak ada pagar yang menahan tubuh nya.


Dion memandang nanar kepergian orang tua itu, sambil terus menetralkan kembali deru nafas nya.


dion terus mengumpat dalam hati nya..


Brug


dion memukul pagar pembatas itu..


"BRENGSEK..!! Sebenarnya apa yang terjadi..!!"


**


Bos mafia itu kini masuk ke dalam sebuah kamar..


"Buka ikatan nya..!!" perintah dia pada salah satu anak buah nya..


Anak buah tersebut pun langsung membuka ikatan di tangan dan kaki bima..


Bima tersenyum sinis..


"Maafkan kelancangan ku Tuan Bima..!!" ucapnya sambil membungkuk..


Semua anak buah yang menyaksikan kejadian itu pun terheran heran. Ini pertama kali nya mereka melihat bos nya sendiri melakukan hal memalukan seperti itu.


Mereka saling pandang satu sama lain.


Bima lalu berdiri..


Bugh

__ADS_1


Bugh


Dia memukul orang tua itu sebanyak 2 kali.


Sontak saja para anak buah itu langsung memegang tubuh bima dan ingin membalas perbuatan bima pada bos mereka..


"LEPASKAN..!!" Bentak bos mafia itu..


"Tapi tuan..."


"LEPASKAN AKU BILANG..!! Atau kau akan tahu akibatnya..!!" pekik pria itu..


Mau tidak mau mereka pun melepaskan bima..


"Ternyata kau tidak sekejam yang aku kira..!!" kata bima dengan tersenyum smirk seraya membenarkan pakaian nya..


Bos mafia itu berjalan mendekati bima.. "Kau akan tahu jawaban nya saat nanti kau punya anak..!!" katanya menatap bima tajam "Hidupmu akan berubah jika menyangkut istri apalagi anak mu..!!" sambung nya lagi


deg


Seketika bima langsung mengingat istrinya.. Sudah lebih dari 72 jam dia belum memberi kabar pada istri nya. Bima yakin saat ini pasti istri nya itu begitu khawatir akan keadaan nya.


"Urusan kita selesai sampai di sini..!! Aku mohon tarik kembali semua anak buah mu yang selama ini memata matai keluarga ku..!!"


"Apa kau bisa menjamin kita tidak akan bertemu lagi ??" tanya bima dengan wajah datarnya


"Ya aku berani menjamin..!! Aku tidak akan bermain main dengan seluruh keluarga dan keturunan mu..!!"


"ck, keturunan apa nya..!! Tanda tanda kehamilan saja belum ada..!!"


"Baiklah..!! Aku pegang janji mu. Tapi jika kau berani melanggar nya, maka bukan hanya kau yang mati tapi seluruh keturunan mu aku akan menghabisi nya tanpa sisa..!!" tegas bima lagi lagi dengan wajah seperti seorang psikopat.


Di dalam kamar itu bima mencari ponselnya yang sejak dia di sekap dia tidak tahu keberadaan benda pipih itu ada dimana.


"Astaga.. Kenapa aku lupa meminta mereka mengembalikan ponsel ku dulu..ck..bodoh..!!" batin bima merutuki kebodohan nya..


**


Di tempat yang lain..


Sekarang Tuan Yuda sudah berada di mobil yang sama dengan kedua sahabat dan asisten pribadi putra nya.


Mereka sedang menuju ke sebuah vila tepi pantai yang di sinyalir tempat bima di sekap. Tuan Yuda menyesalkan kenapa pihak berwajib di negara ini sangat lamban dalam melakukan tugasnya


Ada kekhawatiran yang teramat terlihat jelas dari raut wajah tua itu.


"Bertahanlah nak, tunggu daddy..!!"


Saat tahu Dion lah yang melakukan hal keji ini, tuan Yuda langsung memerintahkan anak buah nya untuk mengikuti kemana pun lelaki itu pergi.


Saat anak buahnya mengikuti dion, ternyata lelaki itu pergi ke negara yang sama dengan bima. Dan saat di bandara, dion naik ke mobil yang sama dengan mobil yang membawa bima tempo hari.


Dan begitulah cara Tuan Yuda mengetahui keberadaan putra nya saat ini.


Ada sekitar 3 mobil di depan mobil tuan yuda dan 2 mobil mengikuti di belakang nya.


Tidak ada percakapan di dalam mobil, semua sibuk dengan pikiran nya masing masing.


Begitu pun diki, meski pikiran nya terbagi 2 tapi saat ini dia lebih memilih untuk memfokuskan dirinya untuk menyelamatkan sahabatnya dulu.


Diki tahu chacha terus menghubungi nya, tapi dia belum mengangkat panggilan itu sejak kemarin, padahal sebelumnya dialah yang begitu sibuk menghubungi gadis itu.

__ADS_1


**


Di lain tempat dan di waktu yang berbeda...


Sebelum dokter datang, dinda sudah lebih dulu siuman..


"Ayah, katakan apa yang sebenarnya terjadi..? Apa benar mas bima di culik ???" tanya dinda dengan air mata yang kembali menggenang..


Ayah menatap mata putrinya dengan tatapan kesedihan.. "Kamu tenang ya sayang, daddy sedang mencari keberadaan suami mu sekarang. Kita bantu do'a semoga suami kamu cepat di temukan.." kata ayah seraya mengusap rambut dinda lembut


deg


"Kenapa bisa seperti ini..hiks..hiks.." dinda menutup wajahnya dan terus menangis memikirkan suami nya.


Tok..Tok..


"Permisi Tuan, nyonya.. Dokter Andrea sudah tiba.." ucap pak war..


Ya, saat dinda pingsan tadi bunda memilih untuk mencari pak war dan meminta orang tua itu menghubungi dokter pribadi keluarga havidi. Dia tidak mau mengambil resiko dengan menghubungi dokter dari rumah sakit yang lain. Apalagi keadaan sekarang terasa begitu genting.


Bunda lalu mempersilahkan dokter wanita itu masuk ke dalam kamar.


"Bun, ayah di luar ya..!!" kata ayah pada istrinya, lalu segera keluar dari kamar putri nya itu..


"Permisi nyonya muda. saya andrea salah satu dokter pribadi keluarga havidi.." kata wanita itu memperkenalkan dirinya pada bunda dan dinda..


Bunda tersenyum pada dokter andrea tapi dinda memalingkan wajahnya, dia menahan air mata nya agar tidak di lihat oleh dokter itu..


"Permisi nyonya muda, saya akan memeriksa anda.." dokter itu menghampiri dinda..


Dokter andrea itu pun memeriksa nyonya muda nya..


"Nyonya apa dari pagi anda belum mengisi perut anda dengan makanan..??" tanya dokter andrea..


Dinda hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari dokter itu..


"benar dokter. Putri saya memang belum makan sejak kemarin.."


Bunda lalu memberitahu dokter wanita itu, bahwa putrinya hanya minum air putih saja.


Dokter wanita itu pun lalu mengecek denyut nadi dinda. Dan tiba tiba dia mengerutkan keningnya..


"Ada apa dokter ?" tanya bunda khawatir..


Dokter andrea diam sejenak, memastikan sesuatu agar tidak sampai salah..


"Apa nyonya muda sering merasa mual ??" tanya dokter lagi


Dinda lagi lagi diam, pikiran nya entah kemana.


"Ya dokter, setiap melihat makanan dia pasti mual, apalagi tadi pagi saat sarapan hanya mencium bau masakan saja dia langsung muntah muntah.." bunda menjawab lagi mewakili putri nya..


Bunda mengira mungkin asam lambung putrinya naik karena belum makan apapun sejak kemarin. Makanya dinda sering mual dan muntah.


Dokter andrea tersenyum..


Kini bunda yang giliran heran kenapa dokter itu malah tersenyum..


"Selamat nyonya muda, seperti nya anda sedang mengandung..!!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2