Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 165 MCS


__ADS_3

"eughh..." luna melenguh tatkala merasakan otot otot nya terasa pegal dan lelah..


Kedua netra nya pun mulai terbuka sedikit demi sedikit mengatur fokus penglihatan nya yang masih buram.


Deg!!


Seketika luna melotot ketika menyadari saat ini diri nya tidak memakai sehelai benang pun dan tubuhnya hanya di tutupi selimut tebal sepanjang malam.


Ya, dia ingat kejadian tadi malam. Dia bercinta dengan bima beberapa kali hingga pukul tiga dini hari. Dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi. Luna bangun kesiangan dan tidak ada seorang pun yang membangun kan nya..


"Oh My....."


Pandangan nya pun perlahan menyapu setiap sudut kamar nya, tidak ada siapapun disana. Wanita itu pun langsung bangun untuk segera membersihkan diri..


Beberapa menit kemudian,


Luna sudah rapi dengan setelan formal nya seperti hari hari sebelumnya. Ya, meski terlambat karena waktu menunjukkan sudah pukul 8 lebih 15 menit, luna memutuskan hari ini untuk tetap datang kerumah sakit, tapi bukan untuk bekerja, luna memutuskan untuk mengundurkan diri dari rumah sakit tersebut.


Ceklek...


Pintu terbuka, sayup sayup terdengar dari dapur suara dentingan sendok dan piring..


Luna pun berjalan menuju dapurnya,


Deg!!


Bima disana. Suami nya terlihat sibuk menyiapkan masakan seorang diri di dapur milik nya. Luna kira bima sudah pergi dari rumah nya. Luna pun perlahan melangkah mendekati dapur...


"Hai.. Apa tidur mu nyenyak ??" tanya bima ketika mata mereka bertemu..


"Aku kira kamu pergi.." ucap luna tanpa menjawab pertanyaan bima terlebih dahulu..


Bima tersenyum, pria itu pun berjalan menghampiri luna.. "Ya, tadi memang aku pergi.." katanya semakin mendekat ke arah luna..


"Tadi aku pergi mengantarkan dewa ke sekolah nya. Cupp.." bisik bima tepat di telinga sang istri, lalu mengecup pipi luna dengan lembut...


Deg!!


"Astaga, sejak semalam aku belum bertemu dewa lagi.." gumam luna saat menyadari diri nya belum melihat sang putra sejak dia dan bima masuk ke kamar tadi malam.

__ADS_1


"Jangan khawatir sayang, semalam aku sudah mengecek nya di kamar dan ternyata dia sudah tidur nyenyak dengan memeluk mainan yang aku belikan.."


Benar, semalam setelah melakukan penyatuan pertama mereka, bima menyempatkan diri untuk mengecek keadaan putra nya. Dan untung nya dewa sudah tertidur di temani oleh suster yang memang bekerja untuk menjaga dewa.


Dan sebelum mengantar kan ke sekolah, bima juga lebih dulu membuatkan sarapan pagi untuk putra nya meski pun hanya sekedar roti panggang dengan olesan butter yang gurih..


"Sekarang tinggal istri ku ini yang harus mengisi perutnya.." Bima menuntun luna berjalan menuju meja makan, lalu memundurkan satu kursi untuk luna duduk..


"Silahkan..." Bima meletakkan sepiring pasta Spaghetti Aglio Olio dengan topping seafood favorit sang istri..


"Ini...." ucapan luna menggantung ketika melihat makanan yang pernah bima masak untuk nya beberapa tahun lalu..


Bima tersenyum,


"Enak ??" tanya bima saat melihat sang istri memasukkan satu suapan pasta tersebut ke dalam mulutnya..


Luna mengangguk, cairan bening kembali menggenang di kedua pelupuk mata nya.


"Hei.. Kenapa ??" tanya bima khawatir,


luna menggeleng pelan, wanita itu kembali memasukkan suapan demi suapan makanan itu dengan terus menahan air mata nya agar tidak jatuh..


Bima membelai surai sang istri dengan lembut.. "Aku akan memasak setiap hari untuk mu.."


**


"Kamu mau kemana ??" tanya bima ketika mereka sudah selesai makan pagi..


"Aku mau ke rumah sakit.."


Bima mengerutkan kening nya "Untuk apa ?? Bukankah sudah aku bilang, kamu tidak boleh bekerja lagi, hem ??"


"Aku memang akan mengundurkan diri. Tapi sebelum itu aku akan menyelesaikan dulu pekerjaan ku. Aku masih ada beberapa.jadwal operasi seminggu kedepan.." Luna menjelaskan sambil menyiapkan beberapa barang nya yang biasa dia bawa ke tempat kerja, seperti laptop, charger ponsel dan airpodsnya..


"Kalau begitu mulai hari ini sampai seterusnya aku yang akan mengantar mu kerumah sakit.."


"Tidak perlu om, aku bisa berangkat sendiri.." tolak luna cepat. Dia tidak mau merepotkan suami nya..


"Ini bukan permintaan tapi perintah. Mau tidak mau kamu harus terima karena aku tidak akan membiarkan kamu melakukan apapun sendirian lagi..!!" bima melangkah mendekat lalu kembali melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri..

__ADS_1


"Aku tidak mau lagi jauh dari mu. Aku ingin selalu ada di dekat mu.." bima bicara tepat di depan wajah luna, hingga hembusan nafasnya yang hangat kembali mampu membangunkan gejolak wanita itu


Cupp..


Bima mendaratkan bibirnya di atas bibir luna, mengecup bibir itu cukup lama. Luna menutup kedua mata nya, lalu tanpa sadar dia kembali membuka mulut nya sedikit..


Ada senyum yang terlihat di sudut bibir pria itu, tidak mau membuang kesempatan dengan cepat dia langsung memasukkan lidahnya melilit lidah luna yang basah dan menyesap nya dengan nikmat..


Eughh..


Luna melepas tautan bibir mereka, "Aku sudah terlambat..!!" buru buru luna menyambar tasnya dan langsung berjalan lebih dulu meninggalkan sang suami. Jantung nya terus berdebar tidak karuan.


"Astaga!! Nanggung sekali..!!"


Sementara luna masih mengatur nafasnya ketika sudah sampai di depan rumah.. "Ah. Kenapa aku mudah sekali terbawa suasana..!!" gumam luna dalam hati nya merutuki kejadian tadi.


**


Di rumah sakit...


"Om, apa kamu tidak ada pekerjaan lain selain mengikuti ku ??" tanya luna saat suami nya terus mengekor dia di belakang. Karena sejak turun dari mobil, bima terus mengikuti nya sampai ke ruangan. Luna sedikit risih, sebab banyak pasang mata yang terus melihat mereka dengan penuh tanda tanya.


"Tidak ada.." jawab bima singkat..


Huh..


"Aku mau ke ruangan dokter ricardo, kamu tunggu disini saja.." ucap luna seraya membawa amplop putih berisi surat pengunduran diri nya..


"Tidak mau. Aku mau ikut kemanapun kamu pergi.." bima pun ikut bangun dari duduk nya..


Luna memutar bola mata nya malas..


"Astaga!! Dia benar benar tidak bisa membiarkanku pergi barang sebentar.."


"Terserah!!"


Luna pun keluar dari ruangan nya dengan wajah yang di tekuk karena kesal dengan suami nya..


"Ahhh.. dia semakin menggemaskan..!!"

__ADS_1


__ADS_2