Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 97 MCS


__ADS_3

Mobil Tuan Yuda sudah berada di halaman parkir vila mewah itu..


Semua orang termasuk para petugas keamanan berseragam tersebut segera masuk ke dalam vila tersebut Mencari bima di setiap kamar di dalam vila.


DORR...


Suara tembakan dari lantai atas terdengar sampai ke luar..


Semua orang terkejut termasuk diki dan riko yang bergegas segera naik ke lantai 2 vila besar itu..


"Dion.. kau benar benar sudah hilang akal..!! Turunkan senjata itu sekarang juga..!!" pekik diki dengan nafas yang terengah karena berlari dari lantai bawah..


**


Flashback On..


Bima terus mencari di setiap sudut kamar dimana kiranya ponsel dia di simpan. Karena ponsel itu ternyata tidak ada, bima pun berniat keluar dari dalam kamar tersebut..


Ceklek..


Bima membuka pintu itu. Betapa terkejut nya dia ketika pintu itu terbuka disana dion sudah menunggu nya dengan menodongkan senjata api tepat ke arahnya..


Matanya membulat, tapi sedetik kemudian bima bisa menormalkan kembali keterkejutan nya tersebut..


"Sudahlah. Kau itu bukan lawan ku..!!" kata bima tanpa melepaskan pandangannya dari senjata tersebut. Dia tetap waspada meskipun dengan raut wajah yang datar tanpa ekspresi.


"Kau memang brengsek..!! Aku sangat membencimu..!!" pekik dion dengan mata yang memerah


"Sebenarnya apa salah ku pada mu ? Apa kau masih menyimpan dendam di masa lalu ?" tanya bima lalu melangkah sedikit demi sedikit ke arah dion.. "apa karena kau masih berpikir aku yang merebut angel dari mu ?"


"Selangkah lagi kau mendekat aku bersumpah akan menembak mu..!!" ancam dion


Bima berhenti melangkah. "Dion, aku tidak pernah merebut angel dari mu. Aku bersumpah jika saat itu aku tahu kau menaruh hati juga dengan dia, aku lebih memilih mundur dari pada persahabatan kita rusak seperti sekarang..!!" kata bima jujur..

__ADS_1


"Tapi dion, aku sudah punya kehidupan sendiri sekarang. Aku mohon lupakan masa lalu itu. Dan aku minta maaf atas semua kekacauan yang terjadi ini..!!"


Dion tersenyum mencibir "Dulu dan sekarang kau tetap sama..!! Kau selalu merebut wanita yang aku sukai..!! Dulu Angel dan sekarang Dinda..!! Apa aku tidak layak untuk mendapatkan kebahagiaan ku, hah ??" tanya dion dengan suara yang bergetar..


"Kurasa kau juga sudah tahu aku dan dinda itu di jodohkan.."


"Lalu apa kau mencintai dinda ?" tanya dion memastikan..


"Ya, aku sangat mencintai istriku..!! Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Aku sangat mencintainya dion..!!" Jawab bima yakin..


"Lalu kenapa kau terus menyakiti dinda, hah ?"


deg


Wajah bima langsung berubah saat mengingat istrinya itu selalu menangis dalam diam nya..


"Saat itu aku belum menyadari betapa aku sangat mencintainya. Aku akui aku memang bodoh..!!"


ciitttt...


Dion tiba tiba kembali marah..


"Aku tidak perduli..!! Kali ini aku tidak mau mengalah dari mu lagi..!!"


Dion mengarahkan pistol nya ke kepala bima..


DORR..


Bima langsung berlari ke arah dion sebelum peluru itu keluar menembus kepalanya. Alhasil tembakan itu meleset ke langit langit vila hingga langit langit tersebut pun seketika berlubang sebesar peluru yang di tembakan dion tadi.


Bima dan dion saling berebut senjata api tersebut..


Bima yang fisik nya sedang lemah itu pun jatuh tersungkur. Dion kembali menodongkan senjata itu ke arah bima..

__ADS_1


Tibatiba..


"Dion.. kau benar benar sudah hilang akal..!! Turunkan senjata itu sekarang juga..!!"


**


Flashback Off


**


Dion seolah tidak mendengar suara diki. Mata laki laki itu sudah tertutup amarah. Dia tidak memperdulikan sekitarnya lagi. Padahal di sana sudah ada seluruh anggota kepolisian dengan posisi bersiap untuk menembak dirinya.


"Dion. Sadarlah..!! Kita bisa bicarakan ini baik baik..!!" kata riko menimpali ucapan diki tadi


Lagi dan lagi dion hanya terus menatap ke arah bima dengan mata yang berkaca kaca. Bima pun sudah pasrah, biarlah bima rela jika memang dia harus mati untuk membayar dosa nya pada dion selama ini.


Tuan Yuda yang melihat keadaan genting itu pun lalu berjalan sedikit ke arah dion dan putra nya. Dia melihat dion dan bima bergantian. Apa sebab nya hingga membuat dion berubah menjadi monster seperti ini.


Tuan bima menarik nafas panjangnya..


"Nak, om mohon tolong turunkan senjatamu..!!"


Dion tidak bergeming..


"Tolong maafkan kesalahan kami yang tidak mengerti diri mu..!! Kita bisa memperbaiki keadaan ini lagi seperti dulu. Om janji..!!" sambungnya lagi


Dion sekilas melihat ke arah tuan yuda dengan tetap dalam posisi menodongkan senjatanya pada..


Dan saat dion lengah bima lalu berlari ke arah dion berniat untuk merebut lagi senjata itu..


Keadaan menjadi lebih buruk..


Tibatiba..

__ADS_1


DORR..


...****************...


__ADS_2