
*Hari kepulangan Bima dari rumah sakit...
Setelah hampir satu minggu, terhitung koma selama 4 hari koma pasca operasi pengangkatan peluru yang bersarang di bahu nya dan di tambah 3 hari perawatan pemulihan nya, hari ini bima sudah di izinkan untuk pulang.
"YAA...Om turunkan aku..!!" pekik dinda saat tiba tiba suaminya itu menarik tangannya hingga dinda terjatuh tepat di atas pangkuan nya.
"Salahmu. Kenapa kamu meminta ku untuk menggunakan kursi roda, hem ?"
Ya, tadi di kamar perawatan saat bima hendak turun dari hospital bed nya dinda meminta suami nya itu untuk duduk di kursi roda. Karena selama lebih dari seminggu bima hanya berbaring, dinda takut bima belum bisa menopang beban tubuhnya. Dan untuk menghindari resiko yang tidak di inginkan, akhirnya dengan memaksa dinda pun berhasil membuat suami nya itu mau menggunakan kursi roda.
"Tapi kan malu om.." kata dinda sambil menutup wajahnya..
"Malu dengan siapa ?"
Plak..
Dinda memukul dada suaminya pelan. Pertanyaan yang aneh menurut nya, padahal mereka sedang di lift bersama ketiga orang tua nya dan jangan lupakan david yang sejak tadi pura pura tidak melihat adegan dewasa di depan nya itu..
Ayah, bunda dan dad yuda hanya bisa menggelengkan kepalanya...
Lift pun terbuka, dinda langsung beranjak dari pangkuan sang suami. Bima terus menahan tawanya saat melihat istrinya salah tingkah seperti itu..
David pun mendorong bima sampai ke mobilnya. Ternyata di depan rumah sakit ada seseorang yang sudah menunggu bima.
Semua terkejut kecuali bima. Dia memang laki laki tanpa ekspresi kecuali hanya saat dia bersama sang istri.
David dengan sigap meminta para pengawal yang ada disana untuk mengamankan keadaan. Takut bila seseorang itu akan berbuat hal yang nekat.
"Untuk apa kamu datang kesini ?" tanya dad yuda dengan wajah yang tidak suka
"Bim, tolong pertimbangkan hukuman untuk dion. Aku mohon.."
Sudah tahu kan seseorang itu siapa ? Ya, benar sekali. Dia adalah Angel, wanita yang sejak tadi pagi sudah berada di depan rumah sakit. Wanita itu sudah tahu dari riko bahwa bima akan keluar dari rumah sakit hari ini.
Tapi karena david dan dad yuda sudah memerintah kan kepada para pengawal untuk tidak membiarkan siapapun kecuali keluarga bertemu dan menjenguk bima maka angel pun tidak bisa masuk ke dalam.
Bima hanya diam dengan tatapan dingin nya. Memang sedari awal ada perasaan yang mengganjal di hati nya mengenai kejadian penembakan itu. Tapi bima yang sedang bahagia dengan kabar kehamilan sang istri pun sampai melupakan perasaan mengganjal nya itu.
"Tidak bisa..!!" dad yuda langsung menolak permohonan angel..
Dad yuda lalu meminta david untuk segera membawa bima dan istrinya masuk ke dalam mobil..
"Bim. aku mohon hiks..hiks.. berikan dion kesempatan sekali lagi.." angel terus memohon dan menangis di depan semua orang yang ada di sana. Wanita itu menghilangkan rasa malu nya hanya untuk meminta bima meringankan hukuman untuk dion.
Saat ini bima yakin angel pasti sudah sangat mencintai laki laki itu. Karena tidak mungkin seorang angel berani merendahkan harga dirinya kalau bukan karena mencintai dion.
__ADS_1
David mendorong kursi roda bima melewati angel. Wanita itu sampai berlutut dan terus menangis. Dinda yang melihat pun jadi tidak tega. Apalagi sekarang dia sedang mengandung. Perasaan sensitif nya semakin membuat dinda merasa kasihan dengan wanita itu.
Bunda dan ayah yang memang tidak tahu siapa angel pun hanya bisa menerka maksud ucapan wanita itu.
Dad Yuda, Ayah dan bunda sudah naik ke mobil yang sama. Sementara david sedang membantu bima naik ke mobil yang lain. Sedangkan dinda, dia masih terpaku di tempatnya menatap angel dengan penuh rasa kasihan.
Tiba tiba, dinda melangkah mendekat ke arah wanita itu. Dinda berjongkok mensejajarkan tubuhnya. Dinda tahu perbuatan yang di lakukan kak dion itu sangat jahat. Tapi ada satu yang hati dinda yakini sampai sekarang, dia belum sepenuhnya yakin bahwa kak dion benar benar melakukan itu pada suami nya.
Dinda lalu mengusap bahu angel dengan perlahan. Angel menatap dinda dengan sendu..
"Aku mohon dinda. Tolong bujuk bima agar dia bisa meringankan hukuman untuk dion..hiks..hiks.." kata angel sambil memegang tangan dinda
Situasi itu langsung membuat para pengawal siaga, terlebih bima yang sampai kembali turun dari mobil nya.
Dinda mengangguk pelan pada angel.
Lalu dia kembali bangun lagi dari posisi nya saat dia mendapatkan tatapan tajam dari sang suami.
Bima mengulurkan tangan nya pada sang istri agar istrinya cepat masuk ke dalam mobil..
*Di mobil..
David duduk di depan dengan supir pribadi keluarga Havidi. Sementara sang bos dan istrinya tentu saja mereka duduk di kursi penumpang belakang.
"Om..."
Bima tidak tahu kalau istrinya sedang di mode sensitif. Dinda tiba tiba menggeser duduknya menjauh dari sang suami. Wanita hamil itu lalu melihat ke arah luar jendela dengan tatapan sedih.
Bima yang tersadar pun segera kembali mendekat ke arah sang istri. Tapi dinda tidak bergeming, dia marah karena suami nya tidak memberi kesempatan dia untuk bicara.
"Sayang.." bima memegang dagu istrinya agar dinda melihat ka arahnya..
Dinda menatap dingin tanpa ekspresi..
"Astaga.. Kenapa tatapan nya seram sekali..!!"
Dinda tiba tiba melepaskan tangan bima, dan kembali dia melihat ke arah jendela..
David hanya bisa menahan tawanya melihat wajah sang bos berubah frustasi..
"Sayang.. Jangan marah.." rengek bima seraya meletakkan dagunya di bahu sang istri
Dinda tetap diam tanpa suara..
"Kak david. Aku mau pindah ke mobil yang ada bunda.." ucap dinda tiba tiba..
__ADS_1
David lalu melihat ke arah kaca sipon dalam. Bima menggeleng cepat,
"NO..!! Kamu tetap di sini sama aku..!!" kata bima menolak permintaan istrinya
"Kak david denger aku nggak ?" pekik dinda lagi, membuat david jadi serba salah.
Laki laki itu pun memilih untuk diam daripada nanti malah dia yang kena sasaran amukan bos nya..
"Yaudah kalau aku gak boleh pindah, turunin aku di sini..!!" sambung dinda lagi
"Mampuss kau bos.. merajuk kan istri mu.. ha ha ha.." batin david menertawakan bos nya
"Sayang, please jangan seperti ini ya. Kita bicara baik baik.." ucap bima semakin panik, entah kenapa semenjak hamil istrinya ini sangat sensitif dan yang lebih parah nya jika sudah begini sulit sekali untuk membujuknya lagi..
Tiba tiba dinda mengeluarkan ponselnya..
Bima melihat sang istri menempelkan ponsel itu di telinga nya, entah siapa yang sedang dia hubungi..
📞Halo dad. Aku mau pindah mobil, tolong mobil daddy berhenti dulu sekarang..
Bima semakin di buat frustasi.. "Yank, no.. please.." bima terus merengek tapi dinda sama sekali tidak menanggapi nya. Mood nya sudah terlanjur jelek, karena sikap suami nya tadi..
"Kak david stop di sini..!!" pinta dinda saat mobil di depan yang merupakan mobil pribadi dad yuda berhenti..
David pun langsung meminta supir pribadi itu untuk berhenti sesuai permintaan nyonya muda nya. Dia tidak bisa lagi menolak, karena dia mendengar sendiri percakapan dinda dengan mertuanya..
Dinda lalu turun di jemput oleh dad yuda langsung..
"Ck, kau itu. Tidak bisa apa menjaga hati istri mu sebentar saja..!!" ketus dad yuda saat pintu mobil terbuka dan menampakkan wajah putra nya.
"Sayang..tunggu.." bima keluar dari mobilnya menyusul sang istri dan daddy nya
"Sudah, sudah. Sana kamu masuk..!! Biar istri mu di mobil daddy.." setelah itu dad yuda langsung membukakan pintu untuk menantunya di kursi belakang..
Dinda masuk begitu saja tanpa menoleh. Dia ingin memberikan pelajaran pada suami nya, agar tidak lagi memotong ucapan sebelum dia tahu apa yang ingin di sampaikan. Meskipun dinda yakin suami nya itu sudah tahu, tapi dinda ingin menjelaskan dengan versi nya sendiri.
Saat bima keluar dari mobil, david pun ikut mengekor di belakang..
"Bos.."
"Ck, kenapa kau tadi berhenti hah ? seharusnya jangan berhenti..!! Lihat sekarang, dinda jadi meninggalkan ku.." kata bima kesal sambil menarik kerah kemeja asisten nya.
Setelah itu bima pun masuk kembali ke dalam mobil..
"Astoge.. dia yang salah gue juga yang kena..!! Nasib jadi bawahan begini ya gini..!!"
__ADS_1
...****************...