Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 166 MCS


__ADS_3

"Lun..." panggilan dari arah belakang ketika Luna baru saja keluar dari ruangan nya..


Luna menoleh.. "Hai. Jen.." balas nya sambil tersenyum..


"Lun, kamu harus menjelaskan pada ku kejadian kemarin. Kamu ada hubungan apa dengan pria tampan itu ?? Kamu tahu tidak lun, dia itu pemilik rumah sakit kita yang baru. Astaga, kamu pasti shock kalau tahu kamu sekarang sedang menjadi trending topik di rumah sakit ini karena sejak kemarin semua orang terus membicarakan mu. Cepat katakan luna siapa sebenarnya pria itu dan ada hubungan apa kamu dengan dia, please beri tahu aku sekarang, atau aku bisa mati berdiri karena penasaran..!!"


Rentetan pertanyaan langsung jenifer lontarkan pada luna. Bukan nya luna tidak mau menjawab, hanya saja ini terlalu pribadi menurut nya.


Cupp..


Tiba tiba jenifer di kejutkan dengan pemandangan di depan nya. Pria tampan yang tadi di bicarakan nya muncul entah dari mana dan langsung memberikan kecupan mesra di pipi luna tepat di depan kedua mata nya..


"Wanita di hadapan mu ini adalah Istri ku..!! Apa itu sudah bisa menjawab pertanyaan mu yang barusan ??" Bima langsung melingkarkan tangan nya di pinggang luna hingga membuat jenifer mematung dengan wajah yang sangat terkejut..


"Sayang, katanya kamu mau ke ruangan dokter ricardo. Kenapa masih disini..?? Ayo..." Bima memindahkan tangan nya ke atas bahu sang istri, merangkul luna dan mengajak nya berjalan menuju lift. Sementara jenifer masih diam mematung di tempatnya, dia benar benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadi. Dan tiba tiba saja jenifer merasa tidak lagi mengenal luna, bagaimana bisa luna merahasiakan hal sebesar ini dari nya. Padahal mereka sudah cukup lama berteman melewati 4 tahun bersama berbagi duka dan bahagia. Jenifer sangat kecewa dengan luna.


🍀Menuju ruangan dokter Ricardo..


"Om, kenapa kamu memberitahu status kita pada jenifer..??" luna langsung melayangkan protesnya ketika mereka sudah masuk ke dalam lift


Bima menatap datar istri nya.. "Dia bertanya dan aku hanya menjawab.. Memang nya ada yang salah dengan ucapan ku tadi ??" tanya bima ketika menyadari raut wajah istri nya berubah..


Huhh!!


Luna menghembuskan nafas nya kasar..

__ADS_1


"Tidak ada. Hanya saja pasti jenifer kecewa pada ku. Aku sudah berteman dengan nya 4 tahun ini, jenifer mungkin saja berpikir aku jahat karena menyembunyikan hal besar ini dari nya.." Luna sedih membayangkan jika benar benar jenifer marah kepada nya. Luna memang tidak pernah membicarakan masalah pribadi nya pada siapapun termasuk jenifer. Pernah satu waktu jenifer bertanya dimana suami nya, dan luna hanya menjawab suami nya itu berada di luar negeri dan bekerja di negara yang berbeda dengan nya, sama seperti jawaban yang dia berikan jika putra nya dewa bertanya seperti itu..


"Jangan menyulitkan diri mu dengan memikirkan pandangan orang lain terhadap kita. Katakan saja apa ada nya. Dan jika mereka marah atau kecewa, itu bukan lagi urusan mu..!!" ucap bima memberikan pengertian seraya menyelipkan anak rambut di belakang telinga sang istri dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang..


Tingg!!


Pintu lift terbuka..


"Sudah, jangan cemberut seperti ini. Aku akan membereskan semua nya untuk mu..!!" kata bima sambil menautkan jemari nya ke jemari tangan sang istri..


Tok tok tok..


Luna mengetuk pintu,


"Dokter luna..." ucap dokter ricardo ketika kepala luna masuk sedikit untuk melihat keadaan di dalam ruangan tersebut..


"Selamat pagi, dok.." ucap luna langsung masuk ke dalam ruangan..


Deg!!


Dokter Ricardo menatap penuh tanya kedua orang yang masuk ke dalam ruangan nya dengan berpegangan tangan seakan tidak bisa di pisahkan walau hanya sekejap..


"Tuan Bima..." kata dokter ricardo lagi ketika kesadaran nya kembali muncul..


"Silahkan duduk..." ucap nya pada luna dan bima.

__ADS_1


Luna duduk lebih dulu di susul bima yang duduk sangat dekat bahkan tanpa jarak sedikit pun dari istri nya. Luna benar benar tidak habis pikir, kenapa suami nya bisa seposesif ini sekarang.


"Om, geseran sedikit.." bisik luna pada bima,


Bima mengacuhkan nya, dia malah melingkarkan tangan nya di pinggang luna dan di saksikan langsung oleh dokter ricardo, kepala rumah sakit tersebut..


Ekhem...


Dokter Ricardo berdehem.


"Istri ku akan berhenti bekerja di rumah sakit ini..!! Tolong urus sisa nya..!!"


Deg!!


Benar benar mengejutkan. Mungkin jika dokter ricardo memiliki riwayat penyakit jantung, dapat di pastikan ajal langsung menjemputnya detik itu juga. Bagaimana tidak, usia dokter ricardo sudah menginjak hampir 60 tahun, kabar yang mengejutkan seperti ini memang tidak baik untuk kesehatan nya.


"Om...." luna langsung menyela menepuk paha bima pelan agar suami nya itu berhenti bicara seenak nya..


"Mohon maaf dokter ricardo, saya mengundurkan diri dari rumah sakit ini.."


Sangat di sayangkan sekali jika Luna berhenti dari profesi nya sebagai dokter muda. Sebab dokter ricardo mengakui tangan dingin luna yang selalu berhasil mengobati para pasien nya. Seandainya saja kenyataan ini tidak benar, mungkin dokter ricardo akan langsung menolak pengajuan pengunduran diri luna. Tapi apa mau di kata, kenyataan nya tak bisa seperti itu. Luna adalah istri dari pemilik rumah sakit tempat nya bekerja, kenyataan yang baru dia tahu hari ini.


"Dokter ricardo, aku minta hari ini juga adakan meeting dengan perwakilan staf semua bagian di rumah sakit ini tanpa terkecuali..!!" bima langsung mengambil alih, sebab dokter ricardo seperti nya tidak bisa berkata apapun untuk menjawab ucapan istri nya tadi


"B-baik, tuan..." jawab dokter ricardo, setelah itu pria tua tersebut pun menghubungi jajaran nya untuk segera ke ruang meeting.

__ADS_1


__ADS_2