Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 75 MCS


__ADS_3

"Apa ada kakak yang mencium bibir adiknya...??" tanya diki dengan tatapan yang semakin intens


Chacha menggeleng pelan,


Diki tersenyum, "Aku selalu memakai masker dan topi karena takut kamu yang akan malu jalan bersama ku..!! Kamu ingat saat pertama kali kita bertemu ? Kamu bilang aku seperti SUGAR DADDY ??" Diki mencoba menjelaskan alasan selama ini kenapa dia menutupi wajahnya saat bersama chacha


"Tapi kan saat itu...."


"Sssttt..!!" Diki menempelkan telunjuknya di bibir chacha "Aku tahu..!!" katanya lagi


"Maaf aku tidak pernah menjelaskan nya pada mu hingga membuat kamu salah paham..!! Tapi aku hanya ingin membuat kamu nyaman saat bersama ku..!!" sambung diki


"hiks..hiks..!!" chacha kembali menangis,


"Jangan menangis..!! Hatiku sakit melihat kamu menangis seperti ini..!!" Diki menempelkan telapak tangan chacha tepat di dada nya


deg


Chacha mendongakkan kepalanya melihat ke arah diki, dia merasakan jantung lelaki itu berdetak sangat cepat sama seperti dirinya saat ini.


"Kamu bisa merasakan nya kan bagaimana jantung ini berdetak saat bersama mu..??"


"Cha, aku tahu usia kita jauh berbeda. Aku pun sadar diri, aku tidak pantas untuk mengharapkan hubungan kita lebih dari sekedar pertemanan..!! Maka dari itu, aku tidak pernah mengungkapkan perasaan ku pada mu..!!"


Hiks..Hiks..

__ADS_1


"hey, ssttt.. jangan menangis lagi..!!" diki mencoba menenangkan chacha yang kembali menangis


"Aku pikir kak diki cuma menganggap aku tidak lebih dari sekedar adik..hiks..hiks.. Aku bersusah payah menyembunyikan perasaan ku selama ini. Bahkan saat kita bertemu, aku tidak berani untuk menatap mata mu..!!


huwaaa...


Kalau tadi chacha menangis dengan suara yang di tahan, kini dia benar benar mengeluarkan semua sesak di dadanya. Chacha menangis sangat kencang.


Grep


Diki langsung menarik tubuh chacha kedalam pelukan nya. Mengusap usap pucuk kepala gadis itu. Sesekali dia daratkan kecupan kecupan lembut di kepala chacha.


"Kak diki jahat..!!" gumam chacha sambil memukul dada bidang diki sementara diki hanya menerima dengan pasrah gadisnya itu mengeluarkan seluruh amarah nya


Setelah puas memukul mukul dengan pukulan yang sama sekali tidak menyakitkan, chacha melepaskan pelukannya.


"Astaga.. kenapa wajahnya lucu sekali. Sangat menggemaskan..!!"


Sungguh, saat saat seperti ini yang paling diki benci. Jiwa kelelakian nya sudah bergejolak. Lelaki yang tahun ini berusia 31 tahun itu mencoba untuk menahan diri nya agar tidak berbuat yang di luar batas.


Tentu saja itu sesuatu yang sangat normal, apalagi di usia diki yang sudah kepala 3 itu dia masih tersegel, alis PERJAKA.


Diki mengusap lembut pucuk kepala chacha sembari terus menetralkan degup jantung dan darah nya yang terasa berdesir ke seluruh bagian tubuhnya.


"Cha, apa kamu bersedia menjadi istriku ??" tanya diki dengan jarak wajah mereka sangat dekat,

__ADS_1


Chacha melotot, lelaki dewasa itu bukan meminta nya untuk menjadi pacar, tapi menjadi istri. Ini di luar dari rencana chacha, dia sama sekali belum kepikiran untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dari sekedar pacaran.


"Aku tahu kamu bingung, it's oke cha, aku tidak akan memaksa kamu untuk menjawab sekarang. Tapi yang jelas di usiaku yang sekarang, aku tidak mau membuang buang waktu ku kalau hanya untuk sekedar berpacaran lalu kemudian putus. Aku sudah bukan di fase itu lagi.."


Sebagai lelaki dewasa, diki tidak mau memberikan harapan palsu dengan mengumbar kata kata cinta untuk memuluskan jalan nya agar bisa mendapatkan chacha.


"Kalau hati mu mengatakan tidak, aku akan berhenti di sini..!!" tegas diki namun tanpa meninggikan nada bicaranya


Chacha terdiam, mencerna setiap kata yang terus keluar dari lelaki yang beberapa minggu ini selalu menyita waktu dan pikiran nya.


Chacha menarik nafas dalam dalam, lalu menghembuskan nya perlahan..


"Jujur kak, sebelum ini aku belum pernah sekalipun memikirkan soal pernikahan. Apalagi untuk menikah muda seperti sahabatku, dinda. Tidak sekalipun pikiran itu terbersit di kepala ku"


Chacha menjelaskan sejujur jujurnya apa yang ada di pikiran nya selama ini,


"Tapi saat kamu meminta ku untuk menjadi istri, tiba tiba jalan pikiran ku berubah.." sambung chacha


Wajah diki berseri seri tanpa dia sadari mulutnya melengkung membentuk sebuah senyuman.


"Kak, kalau memang kakak benar benar serius ingin menjadikan aku sebagai istrimu, kamu bisa langsung meminta restu pada Ibuku karena di dunia ini hanya ibu yang aku miliki..!! Kalau dia setuju, maka aku bersedia untuk menjadi pengantin wanita mu..!!"


Ya, Nyonya Anet yang tidak lain adalah seorang Janda kaya yang di tinggal mati oleh suami nya. Dan sampau sekarang dia lebih memilih untuk tidak menikah lagi karena hidup nya terlalu sibuk membesarkan chacha dan melanjutkan usaha usaha yang di tinggalkan suami nya.


"Tapi sebelum nya, aku ingin memberitabu kakak rahasia ku..!!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2