Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 113 MCS


__ADS_3

Setelah makan siang dengan dad nya yang hanya berdua itu, riko langsung menghubungi diki. Dia ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi..


Diki yang sudah keluar dari apartemen untuk membeli makan saat riko menghubungi nya. Lali laki itu lalu meminta riko untuk bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari apartemen nya.


Riko dengan menaiki mobil sport nya, sudah tiba di cafe itu kurang dari 25 menit..


Setelah memesan minuman, diki kemudian menjelaskan apa yang barusan terjadi di rumah sahabatnya itu. Kenapa chacha tiba tiba bersikap seperti itu..


"APA..? Jadi daddy ku adalah ayah kandung nya chacha ??" Riko sangat terkejut dengan cerita diki


Diki mengangguk cepat..


"Astaga.. Kenapa si tua bangka itu begitu sembarangan menanam benih nya.." kata riko lagi mengusap wajahnya kasar..


Plak ..


Diki memukul kepala sahabatnya..


"Ibu chacha dan daddy mu memiliki ikatan pernikahan yang sah. jangan berkata seperti itu. Karena mereka, chacha ada di dunia ini.."


Riko menggeleng tidak percaya. Selain bima ternyata diki benar benar sudah menemukan pawangnya..


"Okay okay sorry.." kata riko meminta maaf karena sudah salah bicara


"Aku ingin menikahi chacha secepatnya.."


Riko menyunggingkan senyumnya, "Wah, ada yang sudah tidak tahan rupanya..!!"


"Ck, kau bisa tidak jangan bercanda di saat seperti ini..!!" seru diki kesal


"Astaga.. kenapa aku salah terus.."


Diki memutar bola mata nya malas.


"Okay, terus ?" tanya riko


"Yang jadi masalah nya, chacha ingin ayah kandungnya yang menjadi wali nikah nya.."


"Itu soal gampang.. Kita pertemukan saja ibu nya chacha dengan daddy ku.."


"Tidak semudah itu ferguso.."


"Ibu chacha seperti nya sangat membenci daddy mu. Dia bahkan merahasiakan hal ini dari chacha sampai sekarang. Dan ibu chacha mengira, chacha tidak pernah tahu kenyataan sebenarnya.." sambung diki


"Kalau begitu biarkan chacha bicara dulu dengan ibu nya. Setelah itu baru kita bergerak menemui daddy ku..!!"


Diki mengangguk pelan sambil meminum minuman nya..


"Eh tunggu tunggu.. Kalau daddy adalah ayah kandung chacha. Berarti aku kakak tiri chacha gitu ? Dan kalau kau menikah dengan chacha berarti status mu akan berubah juga menjadi adik iparku ??"


Diki memutar bola mata nya malas..


"Ha.ha..ha.. Akhirnya tahtaku di atas mu..!!" Riko tertawa seolah mengejek diki.. "Bukan begitu adik ipar ??" sambungnya lagi semakin membuat diki kesal..


Plak..


Diki memukul sekali lagi kepala riko..


"Hey kau mau kemana ?" tanya riko sambil mengusap belakang kepalanya saat diki tiba tiba saja melangkah pergi meninggalkan nya..


**Di apartemen diki..


"Ko kamu malah di sini ?" tanya diki saat tiba di apartemen nya. Dia malah melihat chacha duduk di ruang tamu nya, padahal tadi sebelum pergi dia meminta gadisnya itu untuk istirahat di kamar..


"Kak diki kemana aja sih lama banget. Chacha takut sendirian di sini..!!" protes chacha, karena diki meninggalkan nya hampir satu jam..

__ADS_1


"Maaf maaf.. tadi antri sayang.." jawab diki sambil berjalan ke arah dapurnya untuk menyiapkan makan siang mereka..


Chacha lalu mengekor diki di belakang..


Diki lalu memundurkan kursi meja makan nya untuk chacha..


"Kak, setelah ini antar chacha pulang ya.."


"Kamu yakin udah nggak apa apa ?" tanya diki khawatir..


Chacha mengangguk pelan.. "Lebih cepat lebih baik kan kak ? Chacha juga pengen denger langsung kenyataan sebenarnya dari ibu.."


Diki memegang sebelah tangan chacha, mencoba memberikan semangat agar gadisnya kuat mendengar apapun nanti yang akan ibu nya katakan..


Chacha tersenyum..


*Di depan rumah chacha..


Setelah selesai makan siang, diki benar benar mengantarkan chacha kembali ke rumah nya..


"Kak diki nggak usah turun bukain pintu buat chacha.." kata chacha menahan tangan diki saat lelaki itu hendak turun dari mobilnya..


"Kenapa ?"


"Kak diki lihat ?" tunjuk chacha ke parkiran bagian dalam rumahnya..


Diki mengerutkan keningnya..


"Itu mobil kak bayu.."


Darah diki tiba tiba mendidih saat gadisnya menyebut nama laki laki lain..


"Ngapain dia kerumah kamu lagi ?" ketus diki


"Tadi saat kak diki pergi, dia nelpon chacha. Katanya mau bicara 4 mata sama chacha.."


"Kak diki marah sama chacha ??" tanya chacha sedih saat diki sedikit menaikkan nada suara nya


Diki yang tersadar pun reflek langsung mengusap kepala chacha pelan "Nggak sayang. Tapi kenapa kamu gak bilang kalau mau ketemu dia ?" tanya diki menurunkan suara nya..


"Chacha takut kak diki gak ngizinin chacha ketemu kak bayu.."


"Tentu saja aku tidak akan mengizinkan cha..!!" jawab diki cepat


"Tuh kan.. Makanya chacha gak bilang.." balas chacha merajuk "Chacha tuh cuma mau meluruskan kejadian tadi pagi. Dan chacha juga mau menegaskan sama kak bayu, kalau chacha tuh gak bisa melanjutkan perjodohan ini.."


Diki hanya diam, jujur saat ini dia jadi gelisah. Laki laki itu tidak mau kalau wanita nya bertemu lagi dengan pria lain, apalagi jelas jelas bayu secara terang terangan sudah menabuh genderang perang dengan nya.


Chacha memegang lengan diki yang masih memegang setir mobilnya..


"Kak diki percaya kan sama chacha ?" tanya chacha dengan tatapan sendu..


"Aku percaya. Tapi aku nggak percaya sama laki laki yang ada di dalam rumah kamu.." jawab diki sejujurnya..


"Aku ikut masuk ya ?" pinta diki


Chacha menggeleng cepat.. "No..!! Kalau kak diki ikut masuk yang ada kalian malah ribut kaya tadi pagi..!!" tegas chacha menolak..


"Yaudah, aku di sini sampai dia pulang..!!"


"Tuh kan, kak diki gak percaya sama chacha..!!" Chacha langsung melepaskan sabuk pengaman nya.. "Yaudah. Terserah..!!" Sambungnya yang langsung membuka pintu mobil..


Brug..


Chacha membanting pintu mobil diki, menandakan gadis itu pasti sangat kesal..

__ADS_1


"Ck.." decak diki seraya mengusap wajah nya kasar..


laki laki lalu memutuskan untuk melajukan mobilnya meninggalkan rumah chacha. Dia tidak mau sampai chacha berpikir dia tidak mempercayai gadis nya.


**


Di dalam rumah..


"Hai cha.." sapa bayu saat chacha masuk


"Sebentar ya kak, chacha ganti baju dulu.." jawab chacha tanya senyum dan langsung berlalu masuk ke dalam rumah nya menuju ke kamarnya di lantai 2


"Cha, kamu dari mana sih ?" tanya ibu yang menyusul chacha ke kamarnya "Bayu lumayan lama loh nunggu kamu.."


"Iya bu, tadi chacha jenguk suami nya dinda di rumah sakit.." jawab chacha sambil berganti baju. Gadis itu memang sudah biasa ganti baju di depan sang ibu. Karena ibu nya itu kadang datang ke kamar nya di saat yang tidak tepat, seperti sekarang ini.


"Dinda sudah menikah ??" tanya ibu terkejut..


Chacha mengangguk..


"Ko gak ngundang ibu ? Apa jangan jangan dinda..."


"Hushh.. jangan sembarangan bu. Dinda nggak kaya gitu..!!" protes chacha memotong ucapan ibunya.. "Dia memang sudah menikah beberapa bulan lalu. Ibu inget gak ada dua orang yang laki laki seumuran kak diki datang kerumah kita waktu itu ??"


Ibu mengerutkan keningnya, mencoba mengingat kejadian yang mana yang di maksud putri semata wayang nya itu..


"Oh iya iya, yang katanya kamu mau di laporin polisi itu ??"


Chacha mengangguk cepat.. "Iya, dia suami nya dinda bu.. Mereka memang belum mengadakan pesta pernikahan, mungkin nanti saat bayi yang di kandung dinda sudah lahir..." jawab chacha lagi.


Gadis itu lalu melangkah keluar setelah selesai mengganti bajunya..


Sementara sang ibu, wanita itu masih mencerna ucapan chacha..


**


"Maaf lama kak.." kata chacha lalu duduk di sofa yang lain..


Bahu hanya mengangguk seraya menyunggingkan senyumnya..


"Kak. chacha langsung aja ya.. Maaf sebelumnya, seperti nya perjodohan ini gak bisa di lanjutin.." kata chacha tanpa basa basi..


deg


Bayu tidak bicara, jujur hati nya terasa sesak. Karena setelah sekian lama dia akhirnya bertemu dengan gadis yang menurutnya cocok segala aspek dengan dirinya, tapi cinta nya belum sempat berlabuh ternyata sudah kandas duluan..


"Jujur. Dulu saat kuliah, chacha suka sama kak bayu tapi kak bayu ternyata suka sama sahabat chacha.. Sampai beberapa bulan lalu sebelum chacha bertemu kak diki, kak bayu masih ada di hati chacha. Tapi lambat laun kak diki bisa bikin chacha nyaman dan melupakan cinta bertepuk sebelah tangan chacha selama bertahun tahun sama kak bayu.."


deg


"Astaga.. Kenapa gue baru tahu kalau chacha suka sama gue dari dulu.."


Bayu menggeser duduk nya agar lebih dekat dengan sofa tempat duduk chacha..


"Cha, apa tidak ada kesempatan buat aku sekali saja..!!"


"Maaf kak, chacha nggak bisa..!!" jawab chacha seraya memalingkan wajahnya..


"please cha. Aku mohon sekali saja.." bayu terus memohon hingga membuat chacha jadi tidak tega..


Chacha menarik nafas panjang..


huh


"Kak, cinta gak bisa di paksakan. Sama hal nya saat dulu chacha tahu laki laki yang chacha suka ternyata sukanya sama sahabat chacha sendiri. Chacha nggak pernah memaksakan untuk kak bayu bisa membalas cinta chacha.. Sekarang perasaan chacha udah sepenuhnya chacha berikan sama laki laki yang beberapa bulan ini selalu ada buat chacha.. Chacha harap kak bayu bisa mengerti.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2