
Mohon bersabar ya bestie..
Part 80 masih di tolak editor 🤭
Aku akan revisi terus sampai lolos review..
Kita lanjutin aja ya ceritanya meskipun loncat 1 eps 🙏 ..
Makasih banyak banyak yang masih setia baca novelku dan sudah kasih give ☕🌹 sama vote nya...
Semoga rezeki kita makin lancar ya bestie 🤲🤗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Masih di apartemen riko..
"Apa kita beritahu istrinya saja, kalau keberangkatan bima besok bukan untuk mengurus pekerjaan !!"
"Tapi sepertinya itu akan lebih berbahaya, karena yang mereka incar itu Bima. Kalau istrinya terus berada di sisi bima, pasti dia juga akan celaka..!!" Diki memberi jawaban untuk ide yang di usulkan sahabatnya
"Lalu sekarang bagaimana ???" tanya riko lagi
"Kita ikuti kemana bima pergi. Kerahkan semua teman teman gangster mu yang berada di jerman untuk segera berangkat ke amrik sekarang..!! Aku akan menghubungi teman teman ku untuk membantu kita disana..!!"
__ADS_1
"Kau punya teman selain aku dan bima ??" di saat saat seperti ini riko masih bisa bertanya sesuatu yang sama sekali tidak penting untuk di tanyakan.
"Ck, terserah kau saja..!!" Diki bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar
"Woy... dik, kau mau kemana ??" pekik riko bertanya
Diki tidak menjawab, dia hanya melambaikan tangan sambil terus berjalan. Lalu setelah itu pergi meninggalkan apartemen riko.
Tujuannya satu, yaitu untuk kembali ke apartemen chacha
Diki menaiki taksi untuk menuju apartemen chacha. Dia tidak berani mengendarai mobil sendiri, karena dirinya yang mulai sedikit mabuk. Mobilnya dia biarkan tetap terparkir di apartemen riko.
Diki mencoba untuk memejamkan matanya karena kepalanya mulai sedikit pusing akibat menenggak minuman haram tersebut.
"Oh, ada mas.." Supir tak si itu memberikan sebotol air mineral 600ml pada diki "Masih naru, belum saya minum..!! sambung nya lagi
Diki pun meminum air itu sampai sisa setengah, meskipun dia kesusahan untuk membuka tutup botolnya. "Terimakasih pak, nanti di hitung saja sama argo taksinya..!!" kata diki saat sudah merasa sedikit segar
Beberapa menit berlalu, diki masih terlelap di mobil itu. Sampai akhirnya...
"Mas..!!" supir taksi mencoba membangunkan diki "Mas.. udah sampe mas..!!" lanjut nya lagi
"Apartemen happy homes kan mas ??" tanya supir taksi itu
__ADS_1
"hem..?? ah iya iya..!! Sebentar ya pak, kepala saya masih sedikit pusing..!! Argo nya biar aja tetap jalan..!!"
Diki terus memejamkan matanya. Benar benar persahabatan yang aneh, diki selalu menemani riko untuk pergi ke klub dan minum minum disana. Tapi dia malah tidak kuat minum banyak.
Hampir 30 menit, akhirnya kesadaran diki sudah kembali..
Lelaki itu membuka dompet nya, tanpa melihat ke layar yang tertera berapa jumlah yang harus dia bayar, diki langsung mengeluarkan uang berwarna merah sebanyak 20 lembar.
"Ya ampun mas, ini kebanyakan..!! Wong cuma 350 ribu. Apa mas masih mabuk ya ??!!" supir taksi itu menolak pemberian diki dan mengira diki memberikan uang nya karena mabuk
"Gak apa apa pak, bonus dari saya karena bapak udah sabar nunggu saya sadar, he he..!!" kekeh diki
Stelah itu, dia segera masuk kembali ke dalam menuju apartemen chacha. ..
Ting..Tong..
Diki memencet bel..
Pintu itu pun langsung di buka..
"Hai. sayang..!!" kata diki sambil mengembangkan senyum nya
"Kak diki kenapa ?? ko sempoyongan gitu ??"
__ADS_1
...****************...