Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 147 MCS


__ADS_3

Di meja makan..


"Kamu dari mana, sayang ? Ko pakai baju seperti itu ??" tanya bunda heran karena melihat outfit yang di pakai putri nya.. "Kamu habis olahraga ??" tanya nya lagi..


Dinda mengangguk, "Iya bun.."


"Kamu kan lagi hamil, nak. Bahaya kamu keluar sendirian pagi pagi buta seperti ini.." kini ayah yang bicara..


"Benar apa yang ayah mu katakan. Di sini kan masih asri, kalau kata orang dulu pamali. Apalagi disini banyak pohon besar, jalanan juga pasti sepi kan..??" sambung bunda..


"Ya ampun bun. Jaman sekarang masih aja percaya pamali. Lagian kan dinda juga selalu berdoa dalam hati. Bunda dan ayah tenang aja ya, tidak mungkin ada yang berani mencelakai dinda, mau itu hal mistis atau pun bukan.." jawab dinda panjang lebar. Tentu saja dia bisa sepercaya diri itu, karena pasti nya ada bima, sang suami yang pasti akan menjadi garda terdepan untuk melindungi nya dari bahaya apapun.


"Eh, tunggu tunggu. Seperti nya wajah kamu cerah sekali hari ini ??" tanya bunda lagi karena merasa ada yang aneh dengan dinda. Pasalnya kemarin wajah putri nya itu sangat murung seperti tidak memiliki semangat lagi.


Dinda tersenyum kecil, "ah, masa sih ??" ucap nya seraya memegang kedua pipi nya, malu


"Iya benar, bun. Sepertinya ada sesuatu yang kita tidak tahu.." sambung ayah sambil menaik turunkan kedua alisnya seraya menarik sudut bibirnya tersenyum kecil..

__ADS_1


"Sudah ah. Dari pada jadi bahan ledekan lebih baik aku makan di kamar saja.." kata dinda sambil membawa sepiring roti dan segelas susu..


Ayah dan bunda pun mengembangkan senyum nya menatap punggung dinda yang berjalan menjauh menuju ke kamar nya lagi..


"Dasar anak muda jaman sekarang.. Sebentar sebentar marahan, sebentar sebentar baikan lagi.. Ck ck ck.." kata ayah sambil menggelengkan kepala nya..


"Maklum yah, anak kita kan juga usia nya masih sangat muda. Apalagi posisi nya sekarang dia sedang berbadan dua. Tapi syukurlah mereka cepat berbaikan lagi.." sambung bunda..


Ya, benar. Ayah dan bunda sudah tahu bahwa tadi ada bima masuk bersama putri mereka ke dalam villa. Ketika dinda dan bima berada di dapur ternyata bersamaan dengan ayah dan bunda yang baru saja keluar dari kamar mereka. Betapa terkejutnya kedua orang tua itu melihat adegan dewasa yang dilakukan putri mereka di dapur villa pribadi nya tersebut. Beruntung pembantu mereka belum datang. Dan setelah melihat hal itu sontak saja ayah dan bunda kembali masuk ke dalam kamar mereka lagi.


*Sementara itu di dalam kamar..


Setelah meletakkan sarapan nya yang dibawa tadi di atas meja kecil di dalam kamar nya itu, dinda kemudian duduk di sisi tempat tidurnya..


Di pandanginya wajah bima yang sedang terlelap seolah tidak terganggu dengan kehadiran nya di kamar tersebut..


Dinda tersenyum, "Sayang, sepertinya Papi mu ini hanya saat tidur dia tidak menyebalkan. Coba kalau sudah bangun, rasanya mami ingin sekali mengajaknya berkelahi..." dinda kembali mengajak bayi di perutnya bicara.. "emm, sepertinya kamu belum tahu ya, sayang. dulu mami mu ini atlet Taekwondo loh. Mami pemegang sabuk hitam, jadi bisa di bilang papi mu itu bukan lawan yang sepadan bagi mami. Coba saja kalau mami tidak sedang hamil, mami pastikan ketampanan papi mu hilang hanya dengan satu kali pukulan saja.."

__ADS_1


"Benarkah ??" tanya bima yang langsung membuka kedua matanya menatap istri nya dengan tersenyum menggoda..


Deg!!


Dinda terkejut lalu mencoba untuk berdiri dari posisi duduk nya tadi..


"Mau kemana, hem ??" tanya bima dengan senyum yang masih terlihat di wajah tampan nya dengan tangan nya yang tiba tiba menahan tangan sang istri untuk tetap duduk..


"Hah..nggak, aku nggak mau kemana mana.." jawab dinda salah tingkah, bahkan wajah nya tiba tiba memucat..


Bima tiba tiba menarik tangan sang istri, membuat wajah dinda sangat dekat dengan wajah nya..


Cupp..


Bima mendaratkan kecupan kecil di ujung hidung mungil istri tercinta nya..


"Ya, mami mu benar nak. Papi memang bukan lawan yang sepadan. Karena papi akan selalu kalah jika berhadapan dengan mami mu ini.."

__ADS_1


__ADS_2