Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 112 MCS


__ADS_3

Dinda sudah berganti baju di kamar mandi ruang perawatan suami nya. Kini di ruangan itu sudah komplit kembali, ada ayah bunda dan dad yuda..


"Sayang kenapa duduk di situ ?" tanya bima saat melihat istrinya memilih untuk duduk di sofa bersama ketiga orang tua nya..


"Astaga..Manja sekali.." kata dad yuda sambil menggelengkan kepalanya..


Ayah dan bunda reflek menahan menyunggingkan senyum mereka..


ck..


Bima berdecak dengan wajah kesal..


"Sayang, bagaimana keadaan kandungan mu ? Apa kamu sudah memeriksakan nya ke dokter Obgyn ?" tanya dad yuda tidak memperdulikan putra nya yang sedang kesal itu..


"Sudah dad, tadi dokter obgyn datang langsung ke sini.." jawab dinda jujur..


"Lalu apa katanya ?"


"emm, untuk memastikan perkembangan janin nya aku harus melakukan usg secepatnya dad.."


"Kalau begitu, kenapa tidak di lakukan ?" tanya dad yuda.. "Suruh saja dokter obgyn itu membawa semua peralatan nya ke ruangan ini. Sepertinya tidak masalah.."


"Astaga kenapa ayah dan anak ini kompak sekali.."


"Aku sudah mengatakan itu tadi. Tapi dia tidak mau.." bima menyela percakapan antara istri dan daddy nya..


"Kenapa tidak mau ??" tanya daddy lagi


"Sepertinya tidak perlu membawa peralatan seperti itu juga Yud.. Mereka bisa ke ruangan nya nanti setelah bima keadaan nya lebih baik.." kini giliran ayah memotong pembicaraan itu..


"Tapi.. Aku juga kan ingin tahu bagaimana keadaan pewaris seluruh kekayaan ku di dalam sana.." kata dad yuda membuat bima membelalakkan kedua matanya terkejut


"Astaga.." bima menggelengkan kepala nya heran.


Dinda tersenyum geli melihat wajah suami nya yang semakin kesal..


"Dengar bim. Belum apa apa saja kamu sudah kalah dengan bakal calon anak mu ini.." kata ayah menggoda menantunya..


Dinda yang mengerti raut wajah suami nya langsung bangun dan menghampiri bima..


Wanita hamil itu dengan cepat mengusap kepala suami nya dengan lembut.. "Tenang om, baby kita tidak akan mengambil apapun dari mu.." kata dinda mencoba menenangkan sang suami..


"Bukan itu sayang.. Aku hanya kesal, belum lahir saja aku sudah kalah telak dari nya, bagaimana kalau ini sudah lahir.." kata bima seraya mengusap pelan perut istrinya


Dinda tersenyum bahagia,


"Aku pun akan memberikan seluruh yang kumiliki untuk mu dan untuk nya. Kamu tidak perlu cemas.. aku tidak marah sama sekali.." kata bima lagi seraya memeluk pinggang sang istri dengan posesif lalu menciumi perut dinda di depan ketiga orang tua mereka.


Dad yuda, ayah dan bunda tersenyum bahagia melihat interaksi pasangan suami istri itu.


"Ar, kau mau pulang atau tetap di sini ?" tanya dad yuda


"Gimana bun ?" tanya ayah pada istrinya..


"Bunda terserah dinda yah. Memangnya kenapa mas yud ?" tanya bunda pada dad yuda


"Aku akan pulang ke mansion utama. Mungkin besok aku akan datang lagi ke sini.." jawab dad yuda


"Sebentar.." kata ayah lalu sedetik kemudian dia memanggil putrinya

__ADS_1


"Iya ayah.." ucap dinda


"Ayah dan bunda mau pulang, kamu mau ikut atau tetap di sini ?" tanya ayah


"DI SINI..!!" bukan dinda yang menjawab tapi suami nya..


"Astaga yud. Kalian berdua memang benar benar mirip.." bisik ayah pada dad yuda sambil menggelengkan kepalanya..


Setelah itu ketiga orang tua itu pun pulang meninggalkan dinda dan suami nya..


**


Di lain tempat..


Hiks..hiks..


Chacha terus menangis dalam pelukan diki.


Jujur, mendengar pengakuan chacha yang tiba tiba itu membuat diki tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Dia sangat terkejut, ternyata chacha adik tiri sahabatnya.


Dunia ini begitu sempit, semua saling berkaitan satu dengan yang lain nya.


Cukup lama chacha menangis..


Diki mulai melepaskan pelukan nya perlahan. Laki laki itu lalu menghapus jejak air mata yang terus mengalir membasahi wajah sang kekasih..


Cupp


Diki mengecup kedua mata chacha bergantian kanan dan kiri..


"Kak, aku mau pulang.." kata chacha di sela sela tangisan nya..


Ya, diki melarang chacha untuk pulang. Dia khawatir ibu akan berpikir yang tidak tidak melihat anak gadisnya menangis seperti itu..


Diki mengusap pucuk kepala gadis itu.. "Kita ke apartemenku. Kamu istirahat disana ya.."


Chacha tidak protes, dia pasrah saja karena saat ini hati dan pikiran nya sedang tidak baik baik saja.


Diki kemudian kembali melajukan mobil nya menuju ke apartemen nya lagi..


*Di apartemen..


"Minum dulu.." kata diki seraya memberikan chacha sebotol air mineral yang sudah di buka nya..


Chacha kemudian meminum air itu satu tegukan..


Diki lalu duduk di samping chacha..


"Sayang. Apapun yang terjadi aku akan selalu ada untuk kamu.." kata diki seraya memegang tangan chacha. "Kita hadapi ini bersama ya. Aku akan membantu kamu.." sambung diki seraya mengecup punggung tangan chacha mesra..


chacha menggigit bibir bawahnya, menahan air matanya agar tidak keluar lagi..


"Aku ingin segera menikahi mu. Aku ingin menjaga kamu 24 jam penuh.." kata diki lagi membuat chacha sedikit melupakan kesedihan nya..


"Besok aku akan bicara dengan Riko. Semoga dia bisa mengerti dan membantu kita.."


Chacha menggeleng..


"Kenapa sayang..?" tanya diki sambil menyelipkan anak rambut di telinga chacha

__ADS_1


"Chacha akan bicara dulu sama ibu.."


"Yasudah.. Tapi kalau kamu butuh bantuan aku siap membantu apapun untuk kamu. okay ? Jangan melakukan nya sendiri, sekarang kamu punya aku.." kata diki lagi memberi semangat pada sang kekasih..


Chacha mengangguk dan tersenyum.. "Makasih kak.." kata chacha seraya bersandar di bahu lelaki nya..


Setelah itu, diki membawa chacha masuk ke kamarnya..


"Kamu istirahat dulu ya.." kata diki membantu chacha berbaring di tempat tidurnya


"Kak diki mau kemana ?" tanya chacha panik


Diki lalu duduk di sisi ranjang.. "Aku mau pesan makanan, tadi kan kita belum sempat makan siang.." kata diki menjelaskan


Cupp


"I love you.." ucap diki setelah mengecup kening gadisnya..


Diki lalu melangkah menuju pintu..


"I love you too My Sugar Daddy.." balas chacha yang membuat diki langsung berbalik menghentikan langkahnya..


Diki kembali menghampiri chacha..


"Coba ulangi, tadi kamu memanggil ku apa ?" tanya diki dengan menahan tawanya..


Chacha pura pura tidak tahu.. "Apa ?" katanya dengan wajah datar..


Diki yang gemas langsung menggelitik pinggang dan perut chacha. Membuat gadis itu tertawa kegelian..


"Ah.. stop kak.. aduh ini geli.." kata chacha di sela sela tawa nya..


"Ampun nggak , hem ??"


"Iya okay okay, ampun ampun.." kata chacha menyerah..


Setelah itu diki pun berhenti menggelitik chacha. Nafas sampai ngosngosan seperti habis berlari keliling lapangan sepak bola.


deg


Tiba tiba netra mereka saling bertemu..


Diki yang terbawa suasana, mendekatkan wajahnya ke wajah chacha..


Cupp..


Laki laki itu mengecup bibir chacha dengan lembut ..


Lalu sedetik kemudian diki melepaskan bibirnya ..


"Aku harus keluar sekarang. kalau tidak pasti akan terjadi sesuatu di antara kita dan aku tidak mau kamu menyesalinya.."


Cupp..


"Aku pastikan minggu ini kita sudah menikah..!!" kata diki dengan yakin setelah mengecup kening chacha..


Laki laki itu lalu keluar dari kamar, meninggalkan chacha yang masih mencerna apa yang di katakan nya tadi..


...****************...

__ADS_1


__ADS_2