
Kehebohan terjadi di rumah sakit itu. Banyak pertanyaan yang terlontar dari para dokter dokter yang melihat kejadian beberapa waktu lalu. Tidak terkecuali jenifer yang sekarang sedang menjadi bulan bulanan para dokter senior yang menanyakan tentang siapa luna sebenarnya. Kenapa pemilik rumah sakit itu tiba tiba memeluk luna.
Jenifer tentu saja tidak tahu jawaban nya, dia saja bingung dengan kejadian yang begitu cepat ini.
"Dokter ricardo, siapa sebenarnya pria tadi ?? Kenapa dia memeluk luna seperti itu ??" tanya dokter daniel yang meminta penjelasan langsung dari kepala rumah sakit. Dokter daniel memang sudah tahu bahwa pemilik rumah sakit telah berganti, tapi dia tidak tahu bagaimana rupa pemilik rumah sakit yang baru tersebut.
"Tolong tenang dokter daniel. Silahkan duduk terlebih dahulu.." ucap dokter Ricardo.
Dokter ricardo tahu dokter daniel sudah menyukai luna sejak dulu, dan dokter ricardo pun juga tahu dokter luna tidak memiliki perasaan yang sama dengan dokter daniel.
Dokter daniel pun menjatuhkan bokong nya di salah satu sofa ruangan kepala rumah sakit tersebut.
"Maaf dokter daniel, sungguh saya juga tidak tahu kenapa tuan bima langsung memeluk dokter luna seperti itu. Sepertinya ada sesuatu di antara mereka yang kita tidak tahu.."
"Tidak mungkin!! Kita sama sama tahu dokter luna itu single mom. Dia tidak mungkin memiliki hubungan dengan pemilik rumah sakit yang baru itu dokter ricardo.." Dokter daniel tidak mau mempercayai sesuatu yang menurut nya konyol. Selama ini dia tidak pernah melihat luna dekat dengan pria mana pun. Maka nya dia begitu gencar ingin memiliki luna seutuh nya, meskipun dia tahu luna seorang "Janda".
Dokter ricardo tidak lagi membalas ucapan dokter daniel. Rasanya percuma saja menjelaskan pada seseorang yang sedang di mabuk cinta.
**
Di parkiran rumah sakit..
"Mami ko lama banget sih.." protes dewa saat luna sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi..
"Maaf sayang, ada beberapa urusan yang harus mami selesaikan dulu.." ucap luna dengan suara bergetar menahan air mata..
"Mami nangis ??" tanya dewa seraya melihat ke wajah mami nya..
Luna memaksakan senyum nya "Nggak sayang, mami nggak nangis. Sudah yuk kita berangkat. Sus tolong bantu dewa pakai seatbelt nya.."
Setelah itu luna pun segera tancap gas meninggalkan rumah sakit...
Di sisi lain... "Ikuti mobil nya!! Jangan sampai kehilangan jejak!!" perintah bima pada david
Ya, tadi bima langsung mengikuti luna dari belakang. Ketika melihat luna masuk ke dalam mobil, bima mengurungkan niat nya untuk menghampiri wanita itu. Dia tidak mau membuat putra nya takut dengan kedatangan nya yang tiba tiba.
"Baik bos!!" David pun mengikuti mobil luna sesuai perintah tuan nya..
Beberapa menit kemudian...
"Bos, sepertinya mereka pergi ke restoran.." kata david saat melihat mobil luna berhenti di sebuah restoran ala Japanese food..
Luna turun dari mobil nya bersama dengan dewa dan pengasuh nya..
"Dewa, mami ke toilet dulu ya.." ucap luna ketika mereka sudah berada di dalam restoran..
Luna berjalan menuju toilet, dia ingin membasuh wajahnya agar terasa segar. Sebab sejak tadi air mata nya terus menetes, rasanya seperti mimpi bisa melihat lagi wajah yang begitu di rindukan nya..
Deg!!
__ADS_1
Luna membeku saat keluar dari toilet melihat bima berdiri di sana sambil menatap nya.
Hushh...
Bima menarik tangan luna tanpa menyakiti. Pria itu kemudian menangkup wajah istri nya.. "Aku harus bagaimana agar kamu mau memaafkan aku ??"
Luna kembali memalingkan wajahnya..
"Apa aku harus mati dulu demi mendapatkan maaf dari mu ??"
Deg!!
Luna tidak suka dengan ucapan bima. Wanita itu langsung memberikan tatapan tajam pada bima.
Air mata bima kembali menetes..
"Kembalikan suami ku yang dulu!! Kembalikan om bima ku yang dulu begitu mencintai aku!! Dia tidak pernah mengacuhkan ku, dia begitu menyayangi ku, dia tidak pernah menatap ku dengan tatapan membenci. AKU MAU SUAMI KU YANG DULU..!!" Air mata luna tumpah sudah, wanita itu menangis sambil mencengkram kuat kemeja bagian depan yang di pakai bima..
grep!!
"Maaf sayang. Maaf kan aku.." Bima langsung memeluk tubuh luna yang sudah bergetar hebat karena tangisan nya kembali pecah..
"Aku masih suami mu yang dulu. Aku om bima mu. Aku sangat mencintai mu, Dinda ku..." Bima terus mengecup pucuk kepala luna berkali kali..
Beruntung nya david siap siaga, dia mengamankan toilet di restoran itu agar tidak ada yang masuk ke sana sebelum bos dan nyonya besar nya selesai berbicara..
Deg!!
"Kenapa sayang ??" tanya bima saat melihat raut wajah istri nya berubah..
"Aku sudah meninggalkan dewa terlalu lama, dia pasti menunggu ku.." ucap luna tanpa sadar membuat bima menatap luna kembali dengan intens..
"Dewa ??" beo bima..
"Jam 7 malam ini di rumah ku, jika terlambat aku tidak akan memberikan kesempatan lagi!!" Luna langsung berlalu pergi meninggalkan bima begitu saja di depan toilet tanpa memberikan alamat rumah nya. Ya, lagi pula untuk apa. Pasti setelah pertemuan ini, suami nya itu akan langsung mencari tahu dimana luna tinggal, dan apa saja kegiatan nya selama beberapa tahun ini.
"Mami, kenapa dari tadi mami tinggalin dewa sama sus terus ??" kembali dewa melayangkan protesnya..
"Maaf sayang. Tadi di toilet nya antri.." kata luna berbohong..
"Ayo kita makan.."
*Di kediaman luna..
Tok tok tok..
Tepat pukul 7 malam, bima datang ke rumah istri nya. Rumah yang cukup sederhana menurut nya. Tapi bagi luna ini adalah rumah yang cukup mewah, terlebih ada di dalam nya ada 3 kamar utama, 1 kamar pengasuh nya dan ada kamar mandi di setiap kamar nya. Ini memang rumah sewaan, bukan rumah milik luna. Dokter Ricardo lah pemilik rumah ini. Pria tua itu memiliki aset dimana mana termasuk rumah yang luna tempati ini.
Ceklek..
__ADS_1
Luna membuka pintu. Bima mematung, melihat perubahan drastis dari wanita nya. Luna jauh lebih dewasa dari cara bicara maupun dari penampilan nya saat ini..
Ekhem..
Luna sengaja berdehem, sebab suami nya itu melihat nya dengan intens tanpa mengedipkan mata nya..
"Silahkan masuk.."
Bima pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu..
"Tunggu sebentar.."
Luna pun kembali masuk ke dalam rumah..
Tok tok tok
Ceklek
"Kamu lagi apa sayang ??" tanya luna masuk ke dalam kamar dewa
"Dewa lagi menggambar.." ucap nya sambil terus sibuk dengan krayon dan buku gambar nya..
"emm, dewa.. Kemarin dewa berdoa apa sama Tuhan ??" tanya luna berbasabasi pada putra nya
Dewa berpikir sejenak. Sebenarnya anak itu sudah agak lupa dengan doa yang dia panjatkan kemarin.
"Dewa minta papi datang temuin dewa sama mami di sini.."
Karin tersenyum lalu mengusap kepala putra nya perlahan..
"Sayang, sepertinya dia kamu di kabulkan Tuhan.."
Mendengar mami nya bicara seperti itu, dewa langsung menghentikan kegiatan nya..
"Papi kamu sudah datang, sayang. sekarang papi menunggu dewa di bawah.."
Deg!!
Tanpa mengatakan apapun, dewa langsung berlari ke luar dari kamar nya, luna pun mengekor dewa di belakang..
"Om, bukan nya om yang tadi ada di rumah sakit ??" tanya dewa saat sudah berada di ruang tamu.. "Jangan jangan, om papi dewa ya ???"
Air mata bima menggenang. Pria itu langsung merentangkan kedua tangannya..
grep!!
"Papi.." pekik dewa seraya menabrakkan tubuh nya pada bima. Anak itu langsung memeluk papi nya begitu erat. Sampai usianya hampir 5 tahun, baru ini dia merasakan pelukan seorang Ayah.
"Maafkan papi baru datang sekarang..." Ucap bima dengan air mata yang sudah mengalir di kedua belah pipi nya..
__ADS_1
"Tidak apa apa pi. Kata mami, papi kan selama ini di luar negeri mencari uang buat dewa dan mami.." jawab dewa dengan polosnya.
Bima semakin mengeratkan pelukan nya, sementara dari kejauhan luna melihat semua nya.