Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 73 MCS


__ADS_3

"Sampai kapan kita di sini ??" tanya bima pada istrinya,


Ya, sudah 1 jam lebih mereka menunggu chacha dan pria misteriusnya keluar dari bioskop. Bima menyesali ucapannya yang berjanji akan menuruti apapun keinginan istrinya hari ini. Padahal sekarang seharusnya mereka berada di kamar memuaskan satu sama lain, karena besok dia akan pergi ke luar negeri selama satu minggu.


"ck, sabar dong om baru 1 jam..!!" jawab dinda santai sambil menyeruput minuman dinginnya,


Bima yang sudah tidak sabar, akhirnya menghubungi seseorang..


📞 Keluar sekarang !!


Kata bima di sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban orang tersebut, dia langsung memutus sambungannya.


"Om menghubungi siapa ?"


Bima mengangkat kedua bahunya dengan wajah datarnya.


5 menit kemudian..


"Om, chacha keluar tuh..!!" dinda mengkode bima untuk menunduk agar tidak ketahuan oleh chacha..


Bima tidak mengindahkan ucapan istrinya, dia malah asyik meminum minuman kalengnya dengan santai..


"ck..!!"


**


"Jadi kalian dari tadi ngikutin kita..??"


Dinda mendongakkan kepalanya lalu seketika membelalakkan matanya, saat Chacha dan laki laki yang sejak tadi bersamanya sudah berada di samping meja tempat dinda dan suaminya duduk.


"Cha..!!" ucap dinda tersenyum kikuk,


Laki laki yang bersama chacha langsung menarik kursi di sebelah bima dan menjatuhkan bokongnya di kursi itu..


Setelah duduk, dia lalu membuka topi dan maskernya,


"Hi..!!" katanya melambaikan tangan ke dinda,


Dinda menutup mulutnya semakin terkejut saat melihat siapa lelaki itu..


"Astaga... ini kan.."

__ADS_1


"Om, aku gak salah liat kan ??" katanya lagi


"Kamu masih ingat aku ??" tanya lelaki itu


"Astaga, tentu saja aku ingat..!! Kak Diki kan ? Sahabatnya Om Bima ??"


"Kalian udah kenal ??" tanya chacha heran


Dinda dan diki sama sama mengangguk,


"Ko bisa sih kamu sama kak diki ??" tanya dinda lagi,


"Kita cuma temen din, aku gak ada hubungan apa apa ko sama kak diki..!!" Lirih chacha, karena memang diki tidak pernah menyatakan apapun pada chacha.


Chacha juga merasa diki hanya menganggapnya sebagai adik. Selama beberapa minggu ini mereka dekat, chacha merasa diki terlalu malu untuk menganggap hubungan mereka lebih dari sekedar teman. Saat mereka jalan seperti sekarang ini, diki selalu memakai masker dan topi, seperti tidak ingin ada yang tahu bahwa dia jalan dengan gadis yang usianya jauh di bawahnya.


**


Flashback On..


Pertemuan pertama diki dan chacha dimulai pada hari dimana dia bertemu dengan kedua sahabat nya di salah satu restoran.


Chacha yang memang sedang berjalan jalan seorang diri tidak sengaja menabrak mobil diki dari belakang. Alhasil chacha harus mengganti kerusakan yang di akibatkan oleh kecerobohan nya itu.


Suara benturan cukup keras terasa di bagian belakang mobil diki.


"S H I T..!!" umpat diki lalu keluar dari mobilnya,


"Astaga..Gimana nih..!! Mom tolong chacha..!!" gumam chacha di dalam mobilnya saat melihat pria bertubuh tinggi berjalan ke arah mobilnya dengan tatapan yang penuh kemarahan..


Tok..Tok..Tok


Diki mengetuk kaca mobil chacha..


Chacha yang tidak berani turun pun hanya diam membeku sambil terus memanjatkan do'a dengan wajah yang sudah memucat..


Tok..Tok..Tok


Ketukan itu semakin kencang, membuat lutut chacha terasa lemas tak bertenaga bahkan untuk keluar dari mobilnya pun dia tidak sanggup..


Diki yang sudah kesal akhirnya mengetuk kaca mobil semakin keras. Chacha mau tidak mau harus keluar dari mobilnya..

__ADS_1


"Ck, bocah ternyata..!!" gumam diki yang masih bisa di dengar oleh chacha,


"bocah ??" beo chacha,


"Astaga, dia bilang apa ?? bocah ?? 22 tahun gue di bilang bocah..!!"


"Hey bocah..!! Kamu itu belum cukup umur untuk mengemudi sendiri di jalan raya seperti ini..!! Pasti kamu belum punya sim kan ?" kata diki merendahkan chacha.


Bagaimana diki tidak berpikir begitu, Chaca dan dinda itu 11 12, tidak ada bedanya jika di lihat dari luar. Wajah mereka baby face di tambah tubuh mereka juga yang kecil mungil, membuat siapapun mengira pasti mereka berdua masih di bangku SMA.


"Ck, maksud kamu siapa yang belum cukup umur ??" sinis chacha, sejak dulu dia paling kesal jika ada orang yang menganggap nya anak kecil.


"Tentu saja kamu..!!" kata diki seraya mendorong kening chacha dengan jari telunjuknya


"Ck, bener bener ni om om..!!"


"hey, jaga mulut kamu..!! siapa yang kamu sebut om om..hah ??"


"Oh bukan om om.. kalau gitu berarti SUGAR DADDY ya..??" ledek chacha semakin membuat diki naik darah,


"wah bener bener ni bocah, minta di kepret..!!"


Tidak mau berdebat lagi, akhirnya diki meminta pertanggung jawaban chacha atas penabrakan tadi. Dan kalau chacha tidak mau bertanggung jawab, diki mengancam akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.


Tapi chacha merasa tidak bersalah, dia berhenti mendadak karena mobil diki yang berhenti mendadak lebih dulu.


Terjadilah perdebatan sengit antara diki dan chacha di pinggir jalan itu yang tempat nya tidak jauh dari restoran tempat diki dan sahabatnya bertemu.


Akhirnya setelah perdebatan panjang, chacha pun menyetujui untuk mengganti semua kerusakan mobil diki, dengan syarat mobil diki harus di bawa ke bengkel keluarga nya.


Dari situlah awal pertemuan mereka, diki yang memang tidak punya pekerjaan akhirnya setiap hari berada di bengkel tempat mobilnya di perbaiki. Di situ juga lah chacha berada, hampir setiap hari mereka bertemu. Di awali selalu dengan pertengkaran kecil lambat laun karena terbiasa bertemu jadi membuat obrolan mereka menjadi nyambung. Dan sampai sekarang semakin dekat layaknya sepasang kekasih.


**


Flashback Off..


**


deg


"Jadi selama ini dia menganggap aku hanya sebatas temen..!!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2