Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 111 MCS


__ADS_3

Di parkiran rumah sakit..


"Kau langsung ke apartemen ?" tanya diki pada riko


"Tidak. Aku akan pulang ke rumah. Daddy memintaku pulang.." kata riko dengan wajah malas


"Bukankah daddy mu ada di jerman ?" tanya diki


Riko mengangkat kedua bahu nya.. "entahlah. Dalam sekejap dia bisa berada di mana pun.." kata riko lagi


"eh, dik. Temani aku pulang. Aku malas bertemu dengan dia sendirian.." kata riko mengajak sahabatnya..


"Tidak bisa. Kau tidak lihat aku datang bersama siapa.." tolak diki cepat seraya merangkul bahu kekasih nya dengan posesif..


"Kalau begitu ajak saja.." ucap riko "emm, siapa nama mu tadi ?" tanya riko pada chacha..


"Chacha.." jawab chacha singkat


"Chacha. Kamu tidak keberatan kan berkunjung kerumah ku hari ini ??" tanya riko meminta persetujuan chacha..


Chacha langsung melihat ke arah diki..


Diki menggelengkan kepalanya..


"Okay kak riko. Lagi pula kita juga gak ada acara apapun lagi hari ini.." jawab chacha tersenyum..


"Yes.." riko sangat senang karena dia tidak harus sendirian bertemu dengan daddy nya..


Setelah itu riko masuk kedalam mobil nya lebih dulu..


"Sayang. Kamu yakin gak apa apa kita kerumah riko ??" tanya diki saat dia membukakan pintu untuk gadisnya..


Chacha mengangguk.. "Gak apa apa kak. Memang nya kenapa ? Tidak akan ada bahaya kan disana..??"


Diki tersenyum.. "Kalau pun ada bahaya, aku pasti akan melindungi mu..!!" jawab nya seraya mengacak acak rambut chacha


Tiin...


Riko membunyikan klakson..


"Sampai kapan kalian akan bermesraan di situ ??" tanya nya saat jendela mobil dia terbuka..


Setelah itu diki menutup pintu mobil untuk chacha, dan dia segera berjalan memutar menuju kursi pengemudi..


Diki lalu melajukan mobilnya di belakang mobil sport milik riko..


"Kak. boleh aku bertanya..?" chacha memulai pembicaraan nya..


Diki mengangguk sambil terus fokus menatap jalanan di depan nya..


"Kak diki dan kak riko itu kerjanya apa sih ?" tanya chacha penasaran.. "kenapa sepertinya kalian berdua jauh lebih santai dari suami nya sahabatku, dinda.."


Diki menoleh sekilas lalu menyunggingkan senyumnya..


"Aku pengangguran..!!" jawab nya asal..


Chacha mengerutkan keningnya..


"Masa pengangguran punya mobil sport dan black card..??" tanya chacha lagi tidak percaya. Karena selama dia jalan dengan diki beberapa bulan kebelakang, laki laki itu selalu yang membayar apapun yang mereka makan atau yang chacha beli dengan kartu tanpa batas yang di miliki nya itu..


"Aku anak tunggal, dan daddy ku memiliki beberapa perusahaan pertambangan di Indonesia.." jawab diki membuat chacha membelalakkan matanya..


"Astaga.. calon suami ku ternyata sultan.." ucap chacha dengan mata berbinar..


Diki tertawa geli saat melihat wajah chacha yang lucu..


"Lalu kak riko ?" tanya chacha lagi semakin penasaran, sekaya apa sahabat dari lelaki nya..


"emm, yang aku tahu riko juga anak tunggal. Dan daddy nya memiliki beberapa showroom dan bengkel khusus mobil sport di Jerman, Italia dan Indonesia.." jawab diki dan langsung kembali membuat chacha membuka mulutnya tidak percaya..


"Pantas saja. Kalian berdua tidak bekerja pun tidak masalah.." ucap chacha sambil menggelengkan kepalanya takjub dengan harta kekayaan yang di miliki oleh kedua orang yang dia tahu bersahabat sejak lama itu..

__ADS_1


"Tapi kekayaan yang di miliki bima jauh lebih banyak.."


"Masa ?" tanya chacha tidak percaya..


"Kamu tidak tahu rumah sakit yang kita kunjungi tadi milik siapa ?"


Chacha menggeleng cepat..


"Itu milik keluarga bima.." kata diki memberitahu "Dan keluarga bima juga memiliki beberapa perusahaan lagi di bidang, fashion, furniture, farmasi, sampai F&B.." sambung diki lagi yang semakin membuat chacha tidak percaya..


Diki mencubit pipi chacha gemas saat melihat wajah gadisnya yang polos itu begitu lucu..


"emm, kalau suami dinda sudah sekaya itu lalu untuk apa dia bekerja lagi. Dia kan bisa seperti kak diki dan kak riko, tinggal santai menikmati hidup.."


Diki hanya menjawab dengan senyuman, dia tidak mau membongkar rahasia bima pada chacha, kalau bima bekerja karena trauma masa lalu nya. Bima sangat kesepian hingga membuat dia jadi gila kerja seperti sekarang ini.


Tidak lama setelah percakapan panjang itu, mobil diki sudah berhenti tepat di parkiran sebuah rumah mewah di kawasan elit..


deg


"Kak. ini rumah kak riko ??" tanya chacha dengan wajah pucat..


"Iya sayang. Kenapa ?" tanya diki..


Chacha tidak menjawab pertanyaan diki..


Diki yang kurang peka tidak mengerti arti pertanyaan chacha. Laki laki itu lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk kesayangan nya..


Diki mengulurkan tangan "Ayo sayang.." katanya mengajak chacha untuk keluar dari mobil..


"Sayang kamu sakit ?" tanya diki saat memegang tangan chacha yang dingin dan sedikit gemetar..


"ah..emm nggak kak. Chacha gak apa apa.." jawab chacha tapi malah semakin membuat diki khawatir ..


"Ayo masuk..!!" ucap Riko menyela..


Lalu diki dengan ragu mengajak chacha untuk masuk ke dalam rumah tersebut..


Riko mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu dulu..


*Di ruang keluarga..


"Dad, ada diki dan kekasih nya di depan.." kata riko pada daddy nya..


Tuan Bara yang merupakan orang tua tunggal dari riko langsung menoleh ke arah putra nya.. "Kau ini bagaimana ? Memangnya diki tamu dirumah ini ? Kenapa kau menyuruhnya menunggu diluar ??" kata dad bara.. Karena memang biasanya diki memang tidak pernah duduk di ruang tamu seperti ini. Dad bara sudah mengaggap diki dan bima seperti anaknya sendiri..


"Suruh mereka masuk..!!"


Riko pun dengan malas kembali ke luar untuk mengajak diki dan kekasihnya untuk keruang keluarga menemui daddy nya..


*Di ruang tamu..


"Sayang. kamu kenapa ?" tanya diki benar benar sangat khawatir..


"nggak apa apa kak. Beneran.." jawab chacha seraya memaksakan senyumnya..


Tiba tiba diki kembali menemui mereka..


"Ayo masuk. Daddy menunggu kalian di ruang keluarga.."


Setelah itu, chacha dan diki mengekor riko di belakang..


deg


Chacha tiba tiba menggenggam tangan diki begitu erat. Membuat si empunya langsung menoleh ke arah gadisnya..


"Wah.. om tidak menyangka kau pandai mencari kekasih.." ucap tuan bara seraya tersenyum bangga ke arah diki..


Diki tersenyum, "kenalkan om. Calon istriku Chacha.." kata diki memperkenalkan chacha pada tuan bara


Tuan bara mengulurkan tangan nya. Tapi chacha hanya diam, gadis itu hanya menatap tangan pria yang mengambang di udara..

__ADS_1


"Sayang.." bisik diki..


"Ah..oh..maaf.." chacha lalu membalas uluran tangan itu. Gadis itu kemudian mencium punggung tangan tuan bara..


"Astaga.. ini baru pertama kali nya ada anak gadis yang mencium punggung tangan ku.."


Dengan memaksakan senyum nya lagi, mata chacha mulai berkaca kaca..


Setelah percakapan singkat itu tuan bara lalu mengajak diki dan chacha untuk makan siang di rumah nya..


*Di meja makan..


Ada 4 orang yang berada di sana. Tuan bara duduk di kursi utama, riko sang putra duduk di sisi sebelah kiri kemudian sisi sebelah kanan di isi oleh diki dan chacha..


"Ngomong ngomong. Kapan kau akan membawa menantu untuk ku ??" tanya dad bara pada riko


Riko memutar bola mata nya malas.. "Kapan dad akan mengenalkan calon istri baru mu ??" riko malah balik bertanya..


Uhuk..uhuk..


Chacha terbatuk mendengar pertanyaan yang di ajukan riko..


Diki dengan sigap langsung memberikan chacha minum..


"Kamu jangan kaget cha. Daddy ku ini memang hobinya menikah lalu bercerai dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan.." kata riko santai..


deg


Dada chacha semakin sesak..


"Maaf om, kak riko.. Chacha permisi.." kata chacha lalu melangkahkan kaki nya meninggalkan ketiga pria yang tidak mengerti dengan sikap chacha..


"Om sorry. lain kali aku akan datang lagi..." kata diki lalu segera mengejar chacha di belakang..


*Di luar rumah..


Ternyata chacha berlari sudah sampai keluar dari pagar rumah sahabatnya..


"Hey.. sayang.. kamu kenapa ??" riko menarik tangan chacha menahan nya untuk menghentikan langkah cepat gadis itu


Chacha lalu berbalik dengan air mata yang sudah membanjiri wajah mungil nya..


"Astaga.." kata diki yang langsung memeluk tubuh gadisnya


"Kamu tinggu di sini.. !! Jangan kemana mana..!! Aku ambil mobil dulu.." kata diki setelah melepaskan pelukan nya..


Laki laki itu lalu berlari menuju mobilnya yang masih terparkir di dalam halaman parkir besar rumah riko..


Setelah melajukan mobilnya, diki berhenti tepat di depan chacha. Dia lalu turun setengah berlari kemudian membukakan pintu mobil untuk chacha..


Mobil diki kemudian kembali bergerak meninggalkan kawasan elit perumahan itu..


*Di jalanan yang cukup sepi..


Diki menghentikan laju kendaraan nya..


Dia kemudian membuka seatbelt nya dan memposisikan duduk menghadap chacha..


Sejak dari rumah riko, Chacha terus menangis sesenggukan membuat diki bingung..


Diki membawa kepala chacha untuk bersandar di dada bidang nya. Tanpa bertanya diki terus mengusap usap kepala gadis itu perlahan. Mencoba menenangkan nya meskipun tangisan itu semakin terdengar pilu..


"Tuan bara...hiks..hiks..dia itu..hiks..hiks.." chacha mencoba menjelaskan tapi sangat sulit di mengerti oleh diki karena dia terus menangis..


"Kak..hiks..hiks.."


"Iya sayang.. kenapa, hem ?" tanya diki melepaskan pelukan nya..


"Daddy nya kak riko, hiks..hiks.."


"Iya kenapa ? Ada apa dengan Om bara, hem ?" tanya diki dengan sabar..

__ADS_1


"Dia..hiks..hiks..Ayah kandung chacha...."


...****************...


__ADS_2