
Luna tidak pernah mengatakan yang hal buruk pada putra nya mengenai bima. Tentu saja membuat dewa langsung menerima kedatangan bima dengan tangan terbuka, terlebih dewa memang sangat menginginkan kehadiran papi nya selama ini.
Luna membiarkan dewa dan papi nya saling melepas rindu. Wanita itu memilih masuk ke dalam kamar nya demi menutupi tangisan nya yang sudah tak tertahan lagi sejak tadi.
*Di dalam kamar...
Luna memandangi diri nya di depan cermin. Dia bertanya dalam hati, apa kiranya yang harus dia lakukan setelah ini. Memutuskan untuk memberikan kesempatan lagi pada suami nya tapi hati nya masih ragu. Namun melihat dewa yang begitu bahagia bisa bertemu dengan ayah kandung nya membuat luna merasa tersentuh.
Beep Beep
Ponsel nya berdering..
"Dokter Daniel..." gumam luna ketika melihat nama di layar ponsel nya..
"Halo..." Luna langsung mengangkatnya karena dia berpikir dokter daniel menghubungi nya mungkin ada sesuatu yang gawat di rumah sakit..
"Selamat malam dokter luna.." ucap dokter daniel di sebrang sana
"Selamat malam, dokter daniel. Apa ada sesuatu yang darurat di rumah sakit ??" tanya luna tanpa mau basa basi
"Oh. Tidak ada dokter luna. Saya hanya sedang lewat di daerah rumah mu, apa boleh saya mampir ??"
Luna mengerutkan kening nya.. "Astaga.. Aku tahu apa maksudnya.. Pasti dia sengaja kesini.." luna membatin. Ya, luna tahu dokter daniel tidak mungkin tanpa sengaja lewat daerah rumah nya karena daerah rumah mereka berbeda dan berlawanan arah..
"Maaf dokter daniel. Seperti nya tidak bisa.."
"Yah, tapi saya sudah ada di depan rumah, dokter luna.."
Deg!!
"Astaga. Bagaimana ini ??"
Luna takut bima akan terbawa emosi, sebab dia tahu suami nya itu seorang yang pencemburu. Wanita itu yakin jika bima tahu dokter daniel menyukai nya, pasti tamatlah sudah karir dokter daniel di dunia kedokteran..
"Halo. Dokter luna..???"
"Dokter luna, bisakah kamu keluar ? Saya sudah di depan pintu..."
Belum sempat luna bicara, dokter daniel sudah lebih dulu turun dari mobil nya..
Dengan langkah cepat, luna pun keluar dari kamar nya..
"Mami..." Dewa memanggil mami nya saat luna melewati dewa dan papi nya begitu saja..
*Di depan rumah..
"Astaga!! Dokter luna, kamu cantik sekali.." Mata dokter daniel berbinar melihat luna yang jauh dari bayangan nya. Luna begitu anggun dan cantik. Pria itu tidak pernah melihat luna memakai pakaian seperti ini.
__ADS_1
Sementara itu di dalam sana bima merasa ada sesuatu yang terjadi di luar rumah istri nya..
"Sayang, tunggu di sini sebentar ya. Papi punya hadiah untuk kamu dan mami..." ucap bima seraya mencubit ujung hidung putra nya gemas. Ya, dia memang sudah menyiapkan hadiah untuk istri dan anak nya. Sayang nya karena dia yang begitu antusias ingin bertemu dengan luna dan dewa, pria itu sampai lupa dengan barang hadiah tersebut.
Bima pun menurunkan dewa dari pangkuan nya. Tanpa menunggu jawaban putra nya, bima langsung keluar rumah..
Deg!!
Bukan hanya bima yang terkejut, tapi dokter daniel pun terkejut melihat si pemilik rumah sakit keluar dari rumah luna..
Bima dengan wajah dingin nya langsung menghampiri kedua orang itu..
Luna mematung ketika merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya. Mata dokter Daniel melebar sempurna, "Dokter luna.." suara dokter daniel langsung menyadarkan luna dari lamunan nya..
"Maaf tuan, anda siapa ya ??" Dokter daniel langsung melayangkan pertanyaan lebih dulu
Bima tidak berniat menjawab pertanyaan tidak penting itu, dia melepaskan tangan nya dari pinggang luna dan berjalan menuju mobil..
Cupp..
Bima mengecup pipi luna dan memberikan nya sebuket bunga yang begitu cantik.. "Maaf, aku lupa memberikan nya tadi.." ucap nya dengan sengaja di depan pria itu
Luna tidak tahu harus berbuat apa, wanita itu hanya menerima pemberian bima tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Aku menunggu mu di dalam , jangan terlalu lama sayang karena aku sulit menahan emosi ku jika melihat kamu berdua dengan pria lain seperti saat ini..!!" bisik bima di telinga istri nya, dan tanpa menunggu jawaban luna , bima pun kembali ke dalam rumah dengan membawa hadiah untuk dewa di satu tangan nya..
"Dokter daniel, maaf saya harus masuk.." kata luna merasa sedikit tidak enak..
"Apa saya boleh bertanya, dokter luna..??"
Luna sedikit ragu, tapi dia tetap memberikan anggukan pelan sebagai jawaban..
"Sebenarnya siapa pria tadi ?? Kenapa dia berani menciummu seperti itu, dokter luna ?? Dan tadi di rumah sakit pun dia langsung memeluk kamu.."
Luna menarik nafas nya dalam dalam..
"Maaf dokter daniel, sepertinya anda terlalu mencampuri urusan pribadi saya. Saya harap tidak ada lagi pertanyaan di luar pekerjaan.. Kalau begitu saya permisi.." Luna pun berlalu meninggalkan dokter daniel yang masih berdiri tegak di depan rumah nya. Wanita itu enggan menjawab sesuatu yang sangat pribadi seperti ini. Lagi pula dia tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan di luar dari pekerjaan nya sebagai bawahan dokter daniel..
Luna masuk ke dalam rumah..
"Tunggu..." Bima menahan tangan luna ketika wanita itu terus melangkah seolah mengabaikan nya yang masih berada di ruang tamu..
"Dewa mana ??" tanya luna berpura pura mencari putra nya..
"Dewa sedang mencoba hadiah nya.." jawab bima dengan tatapan dingin seakan meminta jawaban dari pertanyaan yang belum dia lontarkan..
Bima menuntun tangan sang istri agar wanita itu duduk di samping nya...
__ADS_1
"Tadi dokter daniel, dokter senior ahli bedah jantung di rumah sakit milik mu.." ucap luna memberi tahu,
Bima terus menatap dengan intens, tentu saja dia belum puas dengan jawaban sang istri..
Bima memposisikan tubuhnya lebih dekat dengan luna.. "Aku akan memecatnya!!"
Deg!!
Benar saja firasat luna. Dia yakin suami nya itu akan bertindak sangat jauh tanpa berpikir dulu.
"Tidak perlu. Aku yang akan berhenti dari rumah sakit itu !!" kata luna tak kalah dingin
"Ya, kamu tidak boleh bekerja lagi!! Aku tidak mengizinkan nya."
Luna tersenyum smirk.. "Aku akan bekerja di rumah sakit yang bukan milik mu..!!" tantang luna dengan sengaja menyulut amarah suami nya.
"Kalau begitu aku akan membeli rumah sakit di seluruh negeri ini agar kamu tidak bisa lagi bekerja di rumah sakit mana pun !!" balas bima dengan suara parau berbicara tepat di telinga luna.. "Jangan menguji kesabaran ku. Aku tidak akan membiarkan ada pria mana pun yang berani mendekati milikku..Cupp.." Bima mengecup daun telinga luna hingga membuat wanita itu bergidik kegelian merasakan hangat nya hembusan nafas sang suami..
Tangan bima terulur melingkar ke perut luna yang rata.. "Kamu milik ku!! Selama nya hanya milikku!!" Bima mengecup seluruh bagian leher luna dengan basah.
Hushh..
Bima langsung mengangkat tubuh sang istri ala bridal.. "Turunkan aku!!" luna yang terkejut langsung meronta meminta turun dari gendongan suami nya. Tapi tentu saja bima tidak semudah itu menuruti permintaan sang istri..
Ceklek..
Mungkin karena insting nya kuat atau karena keberuntungan saja, tapi bima tidak salah masuk kamar, dia masuk ke kamar istri nya...
Bima merebahkan tubuh sang istri.. "Aku sangat merindukan mu, sayang.."
Luna tidak mau terbawa suasana lagi seperti tadi siang ketika di rumah sakit, saat itu dia tanpa sadar membiarkan suami nya mencium nya padahal hati nya belum menerima..
Wanita itu kembali bangun.. "Kamu sudah bertemu dengan dewa, kan ?? Aku minta kamu pulang sekarang..!!"
Deg!!
Bima terkejut dengan ucapan istri nya. Dinda mengusirnya lagi...
Tanpa menunggu jawaban dari bima, luna langsung berdiri dan berjalan menuju pintu kamar..
"Apa kamu masih mencintai ku ??" tanya bima membuat luna menghentikan langkah kaki nya..
Bima kembali menarik pergelangan tangan luna, "Katakan!! Apa sudah tidak ada lagi harapan kita untuk bersama ??"
Luna diam dengan buliran kristal bening yang sudah menggenang..
"Katakan!! Apa kamu tidak mencintai ku lagi ??"
__ADS_1
"Cepat katakan!!"