Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 78 MCS


__ADS_3

Angel sudah berada di cafe bersama dengan Riko. Wanita itu juga sudah memberitahukan apa yang di ketahui nya pada sahabat nya tersebut.


Riko begitu shock, dia tidak menyangka dion bisa membuat keputusan sejauh itu. Dion benar benar sudah berubah. Dendam dan ambisi nya sudah mendominasi akal sehat nya.


Angel meminta riko untuk memberitahukan hal ini pada bima. Tapi riko yakin, bahwa bima, sahabat nya itu sudah pasti mengetahui semua ini.


"Aku punya rencana..!!" kata angel


Riko mengerutkan kening nya, "rencana apa ??" tanya riko penasaran


"Begini..." Angel membisikkan di telinga riko apa yang di rencanakan nya


Sementara riko terus mendengarkan tanpa menyela sedikitpun.


**


Di apartemen Chacha..


Setelah mengutarakan perasaan nya, diki berniat untuk datang kerumah chacha hari ini juga. Lelaki itu merasa jika lebih cepat akan lebih baik. Terlebih dia takut jika terlalu lama akan banyak godaan yang menghampiri mereka. Bukan hanya godaan dari manusia tapi yang lebih buruk dari itu godaan dati setan. Jangan sampai dia merusak chacha sebelum menghalalkan nya.


"Aku nggak mau pulang dalam keadaan begini kak..!!" rengek chacha


"Memang kenapa ??" riko tidak mengerti maksud chacha


"ck, lihat nih.." chacha memperlihatkan mata nya yang sudah sangat sembab karena terlalu banyak menangis tadi


"Aku nggak mau sampai ibu berpikir macam macam saat melihat mata ku yang sembab begini.."


Ya, kekhawatiran chacha adalah ibunya, dia tidak mau sampai wanita itu berpikir yang tidak tidak jika dia pulang membawa laki laki dengan mata yang sembab karena habis menangis. Chacha tahu sifat ibunya, akan banyak pertanyaan yang akan di lontarkan wanita itu nanti.


Diki tersenyum lalu mengecup mata chacha kiri dan kanan bergantian..

__ADS_1


"Kak..." ucap chacha salah tingkah


"Oke..Oke.." ujar diki mengembangkan senyum nya sambil mengacak acak rambut chacha


"eh tunggu tunggu.." chacha memicingkan kedua matanya "kak diki ko bisa tahu aku di sini..??? Kakak ngikutin aku ya ???" pertanyaan yang sejak tadi belum di jawab diki kembali di lontarkan chacha


Diki mengangguk pelan "Aku tidak mungkin membiarkan mu pulang sendiri dengan taksi..!!" jawab diki


"Lalu kenapa kak diki membiarkan aku terus berada di taksi itu..??"


"Aku tadinya ingin memberhentikan taksi itu saat melihat mobil yang kamu tumpangi tidak mengarah ke jalan menuju rumah kamu.." Diki menjelaskan "Aku takut kamu kenapa napa cha, tapi nggak lama ternyata taksi itu berhenti di depan gedung apartemen. Dan aku melihat kamu turun lalu masuk ke gedung ini..!!" sambung diki


"dan aku melihat kamu menangis di sepanjang jalan..!!" bisik diki menggoda gadis itu


plak


plak


Chacha memukul dada diki kesal, "ck, itu semua karena kak diki yang nggak peka..!!"


Mata diki menatap intens kedua manik mata gadis di depan nya, entah siapa yang memulai lebih dulu tapi bibir kedua nya sudah menempel. Chacha yang pasif hanya diam menerima lu ma tan liar yang di berikan lelaki nya.


Diki menggigit bibir bawah chacha, dan saat mulutnya sedikit terbuka lelaki itu langsung memasukkan li d ah nya dan me.gekspos setiap inci di dalam rongga chacha..


"Sungguh manis.." batin diki


Saat menyadari chacha sudah kehabisan nafas, dia pun buru buru melepaskan ciuman nya.


"Cha, Kamu sekarang hanya milik aku..!! Tidak boleh dekat dekat dengan lelaki lain selain aku..!! Oke..!!" Kata diki seraya menyelipkan anak rambut ke belakang telinga chacha.


"dih belum kak, aku belum resmi jadi milik kakak. Aku masih milik ibu ku..!!" jawab chacha santai sambil tersenyum menggoda

__ADS_1


"Ck.. Kalau begitu ayo kita kerumah ibu mu sekarang..!!" Diki menggenggam tangan chacha lalu bangun dengan setengah menarik tangan gadis itu tanpa menyadarinya


"kak ish.." chacha mengangkat tangannya yang di pegang begitu kuat oleh diki, lelaki itu pun reflek melepaskannya. Terlihat pergelangan chacha yang sedikit memerah karena ulah diki.


"Maaf maaf.. Aku gak sengaja..!!" diki memeriksa tangan chacha khawatir "sakit nggak ??" tanya nya


Chacha tersenyum lalu menggeleng pelan,


Cup


Diki mengecup pergelangan tangan chacha,


"Kalau chacha hitung dari tadi ya, kayanya kak diki udah lebih dari 5 kali ciumin chacha..!! Kepala chacha, mata chacha, sekarang tangan chacha.." ujar chacha polos sambil menunjuk bagian tubuhnya yang mendapat kecupan dari diki


"Ada satu lagi yang lupa kamu absen...!!" Diki mengusap bibir chacha dengan jarinya


"YAAK..!! Yang itu jangan di sebutin, chacha malu..!!"


Diki semakin gemas melihat pipi chacha yang sudah berwarna kemerah merahan.


"Kak diki mau minum apa ??" tanya chacha mengalihkan


Setelah itu chacha mengambil minum, soda kemasan yang tersedia di lemari pendingin nya. Lalu dia memberikan langsung ke tangan diki.


"sini..!!" diki menepuk sisi sofa nya meminta chacha untuk duduk di sebelah nya seraya menerima botol minuman dari chacha.


Setelah meminum beberapa teguk, diki kembali menatap chacha.. "kenapa ??" tanya chacha


"emm.. kamu tahu kalau wanita yang mau menikah itu di agama kita harus ada walinya..?? Kalau masih ada orang tua, berarti Ayah, kalau tidak ada bisa kakak atau adik laki laki, dan jika semua anggota keluarga laki laki sudah tidak ada baru di pakai yang terakhir yaitu wali hakim..!!" Diki menjelaskan panjang lebar..


Chacha mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut lelaki itu.

__ADS_1


"Jika kamu ingin mencari ayah kandung mu, aku bersedia menemani kamu kemana pun..!!"


...****************...


__ADS_2