
Pagi hari nya..
Tok..Tok
"Cha.." ibu sedikit berteriak memanggil putri nya
"sebentar bu.." kata chacha yang baru keluar dari dalam kamar mandi
Ceklek
Chacha membuka pintu kamarnya sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk..
"Ada apa bu ?" tanya chacha
"Cha, seperti nya semalaman diki tidur di mobilnya.."
"Hah ?" chacha terkejut..
Semalam memang chacha tidak tahu diki sudah pulang atau belum karena saat pagi dia membuka mata laki laki itu sudah tidak ada di kamarnya.
"Iya, kata si bibi sejak semalam mobil diki tidak bergerak dari tempatnya.."
Chacha dengan langkah seribu langsung berlari menuju anak tangga..
"Cha, hati hati.." teriak ibu saat melihat putrinya berlari menuruni tangga..
"Astaga.." kata chacha saat melihat mobil diki
Dengan langkah cepat chacha menghampiri mobil tersebut..
TokTokTok
Chacha mengetuk kaca jendela mobil..
TokTokTok
Lagi chacha kembali mengetuk..
Setelah menunggu beberapa detik, diki lalu membuka kaca jendela nya..
Laki laki itu mengerjapkan kedua matanya saat cahaya matahari mengganggu penglihatan nya..
"Kak diki ngapain tidur di sini ?"
Diki tersenyum simpul.. "Semalam aku terlalu mengantuk untuk kembali pulang.." kata laki laki itu dengan muka bantal nya. Ya, memang sejak kepulangan nya kemarin diki sama sekali belum beristirahat. Kemarin diki langsung bergegas menemui chacha. Dan semalam setelah dia sampai apartemen chacha kembali membuat diki balik lagi kerumah nya.
"Astaga.. terus kenapa gak tidur di dalam aja kak ? Kan ada kamar tamu di bawah.." kata chacha heran
"Its okay baby.. aku gak apa apa ko tidur di sini.." kata diki saat nyawa nya sudah berkumpul semua..
drrttzz drrttzz..
ponsel diki berbunyi..
"Riko.." kata diki memberitahu chacha..
"Sebentar ya sayang.." katanya lagi lalu segera mengangkat panggilan telepon itu..
Dš Halo
Rš Halo. Dik kau dimana ? Bima sudah sadar.. Aku on the way rumah sakit sekarang..
Dš Baiklah.. Kalau begitu aku juga kesana sekarang..!!
Setelah itu diki pun memutus sambungan telepon nya..
"Sayang, kamu mau tahu kan kemana aku selama 4 hari tidak memberi kabar kamu ?" tanya diki
Chacha langsung mengangguk cepat dengan wajah polosnya..
"Kamu harus ikut aku sekarang.." katanya lagi. Diki lalu menyuruh chacha untuk mendekatkan wajahnya..
"Tapi seperti nya kamu harus pakai baju dulu.." bisik diki membuat mata chacha langsung melotot..
"ASTAGA.." pekik chacha yang baru menyadari dia masih menggunakan handuk kimono dengan rambut yang juga masih di lilit handuk..
__ADS_1
Dengan jurus seribu langkah, chacha langsung masuk kembali ke dalam rumahnya. Sementara diki sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi melihat kelakuan gadis nya yang semakin hari semakin menggemaskan..
**
Selang 30 menit chacha keluar dengan memakai baju simple seperti biasa..
Hari ini dia memilih untuk memakai baju dengan model turtle neck yang dia masukkan kedalam rok midi jeans nya..
Diki sampai terpesona. Karena baru kali ini dia melihat chacha memakai rok seperti itu..
Tin..Tin
Tiba tiba bunyi klakson mobil dari arah luar saat chacha baru saja melangkahkan kaki nya menuju mobil diki..
"Kak Bayu.." gumam chacha melihat mobil di luar yang tidak asing di matanya..
"Sebentar ya kak.." kata chacha pada diki, lalu gadis itu berjalan lagi melewati mobil tersebut..
"Kamu mau kemana cha ?" tanya bayu yang baru turun dari mobilnya..
Tiba tiba chacha merasakan ada tangan yang melingkar di bahu nya..
Reflek gadis itu langsung mendongakkan kepalanya..
"Siapa SAYANG.. ?" tanya diki dengan sengaja menekan kan kata sayang nya..
deg
"SAYANG.." beo bayu dalam hati nya..
"Oh, apa jangan jangan dia laki laki yang menghubungi ku semalam.."
**
Flashback On..
Setelah membaca pesan di ponsel wanita nya semalam, di luar rumah chacha diki langsung menghubungi nomor tersebut..
Diki memperingatkan untuk tidak lagi dekat dekat dengan chacha. Laki laki itu juga memperingatkan bayu untuk menghapus foto profil nya, karena diki yakin walaupun wajah chacha tidak terlihat tapi dari bentuk badan dan cara berpakaian nya itu jelas foto wanita nya.
Bayu yang sudah terlanjur menaruh hati pada gadis itu pun tidak ingin mundur begitu saja, meski ibu chacha sudah membatalkan perjodohan ini secara sepihak.
Bayu sedikit menyesal kenapa dia baru menyadari ketertarikan nya pada chacha sekarang. Padahal saat jaman kuliah dulu jika dia sudah menyadari ini bisa saja sekarang dia sudah menjalin hubungan dengan gadis itu..
**Flashback Off..
*Pertemuan diki dan bayu..
"Kak, kenalin ini kak bayu.." Chacha sedikit tegang karena melihat wajah diki yang tidak biasa..
"Kak bayu, kenalin ini kak diki.." kata chacha bergantian
Tidak ada dari mereka yang lebih dulu mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Cha, bisa kita bicara sebentar.." kata bayu mengacuhkan perkenalan tadi..
"TIDAK BISA..!!" kata diki semakin posesif merangkul bahu kesayangan nya..
"Aku tidak punya urusan dengan mu..!!" kata bayu tak kalah sinis..
"Apapun yang berhubungan dengan chacha, itu akan menjadi urusan ku juga..!!" balas diki menantang..
Sedikit tersulut bayu mulai maju mendekati diki..
Chacha reflek bergerak ke tengah tengah kedua lelaki itu..
"Ada apa sih dengan kalian ??" bentak chacha menahan dada bidang kedua lelaki itu dengan kedua tangannya..
"Kak bayu, maaf chacha ada urusan.." kata chacha menatap ke arah bayu,
Setelah itu chacha dengan sekuat tenaga menarik lengan lelaki nya untuk kembali masuk ke dalam mobilnya..
"Ayooo.." diki yang masih belum puas tidak bergerak sama sekali..
"Yaudah, kalau gitu kita gak jadi pergi..!!" pekik chacha lalu melangkahkan kaki nya meninggalkan diki
__ADS_1
"Sayang tunggu.." diki yang tersadar pun langsung menahan tangan gadisnya itu..
"Maaf sayang.. Ayo masuk.." kata diki membawa chacha masuk ke mobil nya. Chacha dengan wajah kesal nya langsung masuk ke mobil tanpa mengatakan apapun..
Dengan tatapan tajam diki lalu meminta bayu untuk menyingkirkan mobilnya dari pintu masuk parkiran rumah chacha..
Setelah mobil bayu mundur, diki pun segera melajukan mobilnya keluar dari rumah itu
*Di mobil..
"A.B.W." ucap diki memulai pembicaraan..
Chacha tidak menjawab,
Diki menengok chacha sekilas.. "Kamu kenapa diam aja ? Kamu marah karena sikap ku tadi ?" tanya diki..
"Iya chacha marah. Kenapa kak diki bersikap seperti itu tadi ?" tanya chacha meminta penjelasan..
Diki tidak menjawab, dia memilih untuk fokus mengendarai laju mobilnya..
"Ck.." suara chacha berdecak kesal..
Tiba tiba tanpa terasa mobil diki sampai di parkiran apartemen nya..
"Kita dimana ?" tanya chacha bingung
"Apartemenku.." jawab diki lalu mematikan mesin mobilnya
"Hah ? ngapain kita kesini ? Jangan macem macem ya kak.." kata chacha panik
"Macam macam apa ? Aku hanya ingin membersihkan diri dan berganti baju.." kata diki dengan menahan tawa nya..
Setelah itu diki lalu turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk chacha .
"Ayo.." ajak diki sambil mengulurkan tangannya
*Di dalam apartemen..
"Aku mandi dulu.. kamu jangan kemana mana..!!" kata diki lalu dia segera masuk ke dalam kamar nya..
Chacha yang baru pertama kali masuk ke apartemen diki begitu terpana melihat ruang tamu apartemen itu uang 2 kali jauh lebih luas dari apartemen nya..
Perpaduan warna monokrom yang sangat selaras dengan tema ruang nya membuat mata chacha terasa di manjakan dengan desain ruang tamu apartemen lelaki ini..
Chacha memang tahu, ini adalah apartemen mewah yang hanya di miliki oleh orang orang dari kalangan jet set (KBBI:Kelompok orang yang sangat kaya dengan kebiasaan hidup bersenang senang..) Tapi dia tidak menyangka kalau diki termasuk di dalam nya.
Chacha berdiri tepat menghadap keluar jendela..
Tiba tiba harum yang menyeruak membuyarkan lamunan chacha..
Sebelum chacha berbalik ada tangan yang lebih dulu melingkar di perut gadis itu..
"Kak diki.." ucap chacha terkejut
"Maaf atas sikap ku tadi.." kata diki menyesal
"Aku hanya tidak mau dia mendekati kamu lagi..!! Kamu hanya milikku cha..!!" bisik diki di telinga chacha..
Chacha lalu meletakkan kedua tangannya di atas tangan lelaki itu yang masih melingkar di perutnya..
"Iya chacha ngerti ko. Tapi chacha mohon jangan pakai kekerasan ya. Chacha gak mau kamu sampai terluka.." kata chacha jujur..
Mendengar ucapan chacha itu diki seperti terbang ke atas awan..
Cupp
Diki menghujani pipi chacha dengan kecupan berkali kali..
"Kak, seperti nya akan terjadi hal buruk kalau kita terlalu lama di sini.." kata chacha mengingatkan..
"Maaf sayang. Kalau begitu ayo kita berangkat.."
...****************...
__ADS_1