Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 108 MCS


__ADS_3

Setelah makan malam bersama dengan chacha dan ibu nya, diki memutuskan untuk pamit pulang karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 8 malam.


"Bu, saya permisi pulang.." katanya pada calon mertua..


Ibu mengangguk sambil tersenyum..


Chacha pun mengantarkan diki sampai ke depan rumah nya..


*Di depan mobil diki..


"Kamu masuk gih, disini dingin.." kata diki seraya mengusap lengan chacha yang dingin


"Chacha mau lihat kak diki pergi dulu, setelah itu baru chacha masuk.."


Cupp..


Diki mengecup kening chacha..


"Rasa nya aku ingin membawa mu pulang bersama ku.."


Chacha tersenyum, lalu dia mendorong diki untuk segera masuk ke dalam mobil nya kalau tidak pasti laki laki itu akan membicarakan lagi soal niatnya untuk segera menikahi chacha..


"Hati hati di jalan. Kabarin chacha kalau sudah sampai ya.." kata chacha saat diki membuka jendela mobilnya..


Diki mengangguk dengan senyuman "Iya sayang.." jawab nya membuat chacha jadi salah tingkah


Setelah berpamitan dengan wanita nya, diki segera melajukan mobil nya meninggalkan halaman rumah chacha..


Chacha pun kembali masuk ke dalam rumah..


"Cha.." ibu memanggil putrinya.


Chacha langsung menghentikan langkahnya menuju tangga dan segera menghampiri sang ibu yang duduk di ruang keluarga seorang diri..


"Bisa kita bicara ?" tanya ibu..


deg


"Kenapa wajah ibu begitu serius ?"


Puk..puk..


Ibu menepuk nepuk sofa di sebelah dia duduk..


Chacha pun dengan perasaan yang tiba tiba gelisah segera duduk di sisi sang ibu..


"Cha, apa kamu benar benar mencintai diki ?" tanya ibu hati hati..


Chacha mengangguk tapi tidak mengeluarkan suara nya


"Diki tadi mengatakan pada ibu, dia ingin segera menikahi mu. Apa kamu sudah siap ??"


Lagi lagi hanya anggukan kepala yang menjadi jawaban chacha..


Ibu tersenyum bahagia "Ibu tidak menyangka putri ibu akan menikah secepat ini.." kata ibu dengan mata yang berkaca kaca sambil membelai rambut putrinya..


"Bu. Chacha tidak akan menikah.." kalimat pertama yang chacha katakan membuat ibu mengerutkan keningnya..


"Apa maksud kamu cha ? Ibu tidak mengerti.."


"Bu. Chacha gak akan dan gak bisa nikah selama ayah chacha belum ketemu.."


deg


Ibu membeku di tempatnya, mulutnya sampai terbuka sedikit menandakan betapa terkejutnya wanita itu


Chacha lalu menggenggam kedua tangan ibu nya..


"Bu.. Chacha udah tahu semuanya tanpa ibu cerita ke chacha. Chacha mohon izinin chacha untuk mencari ayah, bu.." katanya dengan air mata yang sudah mulai mengalir di kedua pipinya..


Tiba tiba ibu melepaskan tangan chacha yang menggenggam nya tadi dan sedetik kemudian ibu berdiri dari duduknya..


"Kita bicara lagi nanti..!!" ucap ibu seraya memalingkan wajahnya lalu wanita itu pergi meninggalkan chacha dan langsung masuk ke dalam kamarnya..


Hiks..hiks..


Chacha menangis di ruang keluarga itu sambil menutup wajah dengan kedua tangan nya..


Tanpa chacha tahu, di dalam kamarnya ibu juga sedang menangis karena teringat masa lalu nya..

__ADS_1


Ibu membuka laci yang ada di meja riasnya..


Ada satu bingkai foto berwarna hitam yang terbalik..


Dengan tangan yang gemetar ibu mengambil bingkai tersebut..


Wanita itu lalu membalikkan benda tersebut..


Hiks..Hiks..


"AKU BENCI KAMU..!!"


**


Di dalam kamar chacha..


Setelah menangis cukup lama di ruang keluarga nya, chacha lalu kembali masuk ke dalam kamar..


drrttzz drrttzz


Ponselnya berdering saat chacha baru saja masuk ke dalam kamar..


Chacha lalu mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidurnya..


Ternyata itu sambungan dari diki, tapi bukan sambungan biasa, diki menghubungi chacha melalui panggilan video..


Chacha lalu menekan tombol hijau saat ponselnya tidak berhenti berbunyi..


"Cha, kamu dari mana ?" seluruh wajah lelaki itu langsung terlihat jelas di layar ponsel chacha..


Sementara chacha, dia dengan saja hanya menampilkan setengah wajahnya saja..


"Maaf kak, aku dari toilet.." suara chacha sedikit serak..


"Sayang. Kamu menangis ?"


Diki khawatir saat mendengar suara chacha yang dia yakini gadisnya tengah menangis..


Hiks..Hiks..


Benar dugaan nya.. Chacha memang sedang menangis..


Hanya suara tangisan yang terdengar dari chacha..


"Aku kembali kesana..!! Kamu tunggu aku..!!"


Setelah itu diki langsung mematikan sambungan video nya.


Padahal diki baru saja tiba di apartemen nya, saking khawatirnya laki laki itu langsung bergegas kembali kerumah wanita nya..


Di dalam kamar chacha terus menangis. Tangisan chacha semakin pecah saat tadi mendengar isakan dari dalam kamar ibu nya..


"Maafin chacha bu.."


Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, mobil diki sudah kembali masuk ke dalam halaman rumah chacha..


Asisten rumah tangga langsung membukakan pintu saat diki mengetuk..


"Chacha mana bi ?" tanya diki pada ART itu..


"Di kamar mas. Tadi non chacha menangis cukup lama setelah berbicara sama nyonya.." kata ART memberitahu diki apa yang di lihat nya tadi..


"Yaudah kalau gitu saya langsung ke kamar chacha ya bi.."


Dengan langkah panjang nya diki sudah tiba di kamar wanita nya..


TokTokTok


"Yank, ini aku.." kata diki lalu membuka pintu kamar chacha..


Saat pintu terbuka terlihat chacha menundukkan kepala nya di atas meja dengan bahu nya yang naik turun..


Dengan cepat laki laki itu langsung menghampiri chacha..


Chacha lalu memeluk pinggang diki, kini wajah chacha tepat bersembunyi di perut sixpack lelaki itu..


"Hey.. sssttt.." kata diki sambil mengusap kepala chacha


"Kamu kenapa sayang..?? Ada apa ??"

__ADS_1


Tanpa melepaskan tangan nya yang melingkar di pinggang diki, chacha lalu mendongakkan kepala nya melihat ke arah laki laki itu dengan wajah sedih..


Dengan lembut diki menghapus air mata chacha yang terus mengalir tanpa henti itu..


"Kenapa hem ? Ada apa sayang.. Katakan.."


Chacha dengan terisak menceritakan semua nya pada diki..


Diki lalu berlutut di depan chacha duduk. Kembali dia menghapus air mata di kedua pipi wanita nya..


"Its okay sayang, kamu tidak perlu terburu buru. Berikan ibu cukup waktu untuk membuat keputusan.." kata diki hati hati..


"Aku yakin ibu pasti punya alasan atas kenyataan yang selama ini di sembunyikan nya.." sambungnya lagi


Chacha mengangguk pelan. Diki kembali memeluk chacha..


"Tugas kamu sekarang hanya menunggu. Dan aku pun akan sabar menunggu sampai aku bisa menikahi mu.."


Setelah gadis nya tenang, diki lalu membawa chacha ke tempat tidurnya..


Diki membenarkan posisi selimut chacha.. "Aku akan disini sampai kamu tidur.." kata diki lagi


"Terimakasih kak.." kata chacha pelan..


"Anything for you my love.." jawab diki tersenyum kecil sambil mengusap kepala chacha


Setelah itu chacha pun memejamkan matanya..


Beep


Beep


Notifikasi di ponsel chacha..


Diki lalu memeriksa benda pipih milik calon istrinya tersebut..


A.B.W


"Siapa A.B.W..?" gumam diki bertanya tanya saat melihat pesan yang dikirimkan oleh seseorang yang nama nya di simpan chacha dengan inisial 3 huruf..


"Buka saja kak. Chacha tidak mau ada rahasia lagi di antara kita.." kata chacha dengan mata tertutup


"Maaf sayang, aku tidak bermaksud.." kata diki lalu menaruh kembali ponsel chacha..


"Tidak apa apa, chacha pun akan melakukan hal yang sama ke kak diki.." kata chacha lagi lalu kembali membuka mata nya..


Gadis itu lalu memposisikan kembali untuk duduk..


"Chacha sayang sama kak diki. Chacha gak mau ada salah paham lagi. Chacha cuma mau kak diki..!! chacha gak mau yang lain..!! Tolong jangan pernah pergi lag..."


Belum sempat chacha menyelesaikan kalimatnya, diki langsung ******* bibir gadis itu..


Chacha menutup matanya menikmati setiap sesapan dari lelaki yang sangat di cintai nya itu..


Chacha yang masih amatir hanya dia tidak membalas..


"I love you cha.." katanya setelah ciuman nya terlepas..


Diki mengusap lembut bibir wanita nya yang sedikit basah karena ulahnya itu.


Laki laki itu lalu kembali membantu chacha untuk berbaring..


Mungkin karena kelelahan habis menangis, chacha langsung tertidur sambil memeluk tangan diki yang duduk di sisi kasurnya..


Pelan pelan diki menarik tangan nya agar jangan sampai chacha terbangun...


Setelah itu diki kembali melihat ponsel gadisnya. Sama halnya seperti bima, diki juga tipe lelaki yang sangat cemburuan. Tapi beda nya, meski cemburu diki masih bisa menahan amarahnya. Dia tidak seperti sahabatnya itu yang selalu berapi api saat cemburu..


"Cha, kenapa kamu membatalkan perjodohan ini ?"


"Cha. Bisa ketemu besok ?"


"Kalau kamu tidak membalas pesan ku, besok pagi aku akan datang kerumah mu.."


3 pesan yang dikirimkan oleh si inisial A.B.W pada gadisnya..


Cupp


Diki lalu mengecup kening chacha dan segera keluar dari dalam kamar itu..

__ADS_1


...****************...


__ADS_2