Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 76 MCS


__ADS_3

Angel yang masih berada di ruangan apartemen dion memutuskan untuk tetap menunggu lelaki itu disana. Angel ingin memastikan bahwa dion benar benar sudah tidak memiliki perasaan apapun pada nya.


drrttzzz


drrttzzz


Ponsel dion terus bergetar


Setelah membersihkan tubuhnya, angel pun masuk ke dalam kamar dion. Kamar yang menjadi saksi bisu peluh dan keringat yang bercampur antara dion dan dirinya.


drrttzzz


drrttzzz


Lagu lagi ponsel dion bergetar, angel yang sedari tadi sudah pura pura tidak mendengarnya pun akhirnya menjadi penasaran. Siapa kira kira yang menghubungi dion beberapa kali itu.


Dengan kepala yang masih di lilit handuk, angel berjalan menuju ke arah meja kecil di sebelah tempat tidur dion.


Angel mengambil ponsel itu lalu melihat ke layar nya..


Hanya nomer telepon tanpa nama pemilik. Berarti dion tidak menyimpan nomer itu di kontak nya.


Pikir angel, mungkin orang iseng atau sales sales kartu kredit yang menghubungi dion berkali kali itu.


Tapi semakin lama di diamkan, ponsel dion terus bergetar dengan nomer yang sama yang menghubunginya. Akhirnya dengan penasaran angel pun mengangkat sambungan telepon itu.


"Bos.. Perwakilan dari mafia timur tengah sudah berada di lobby perusahaan kita..!! Mereka ingin segera bertemu dengan mu..!!"


deg


"MAFIA..!!"


"Bos.. Halo bos..??" suara di sebrang sana yang angel yakin itu adalah anak buah dari dion.


Huushhhh


Ada yang menarik ponsel yang masih menempel di telinga angel dari arah belakang.


"Siapa yang mengizinkan mu untuk mengangkat telepon di ponsel ku ??" dengan tatapan membunuh dion bertanya pada angel


"Kenapa kau bermain main dengan mafia ?? Kau ini masih waras atau tidak ??" bentak angel tak kalah menyeramkan nya


Jujur, angel sangat takut saat mendengar kata mafia. Karena definisi mafia yang ada di kepala angel itu pasti orang yang melakukan kejahatan dan tidak segan segan untuk membunuh orang yang sudah di target kan nya.

__ADS_1


"Itu bukan urusan mu..!!" Dion berbalik untuk pergi meninggalkan angel,


Angel segera menahan tangan dion, "Jelaskan pada ku..!! Kenapa kau berurusan dengan mafia ?? Apa rencana mu sebenarnya dion..!!" pekik angel


Dion tidak menjawab, dia malah menghempaskan tangan angel. Lelaki itu pun segera melangkah keluar dari kamar meninggalkan angel.


Angel yang masih penasaran semakin mencecar dion dengan beribu pertanyaan yang dia lontarkan.


"Jangan campuri urusanku..!! Urus saja hidupmu sendiri..!!" bentak dion


"Jelaskan dulu pada ku, apa yang kau rencanakan, hah ??"


"Kau mau tahu kenapa aku berurusan dengan mafia ?? Aku akan melenyapkan lelaki mu..!! PUAS ???"


Kilatan kemarahan terlihat jelas di kedua mata dion.


"ASTAGA..!! Jangan gila dion..!!" pekik angel


Wanita itu lalu memegang kedua pipi dion. Netra mereka bertemu, angel menyelami kedua mata dion yang sudah memerah menahan amarah dan dendam nya.


"Please, batalkan rencana mu. Aku mohon..!!"


"Ck, Sebegitu takutkah kau, jika lelaki mu akan mati di tangan ku ???" Dion melepaskan tangan angel,


Sementara angel membeku di tempatnya. Khawatir sudah pasti, tapi khawatirnya sekarang bukan pada Bima, tapi dengan dion. Angel takut kalau rencana lelaki itu malah akan menjadi bumerang untuk nya. Apalagi bima bukan orang sembarangan. Menurut angel, bima adalah tipe orang yang diam diam menghanyutkan. Dia bisa menghancurkan siapapun tanpa menyentuh nya secara langsung.


Angel langsung menghubungi Riko, dia adalah satu satunya orang yang bisa angel mintai tolong.


📞 Halo, rik. Kau dimana ? Aku butuh bantuan mu..


Setelah sambungan nya terputus angel lalu bersiap untuk bertemu kembali dengan riko. Mereka akan bertemu di cafe tidak jauh dari gedung apartemen dion.


**


Sementara itu..


Dinda dan suaminya sekarang masih berada di mobilnya menuju kerumah mereka lagi.


"Aku masih gak percaya, ko bisa chacha sama kak diki..!!"


Dinda terus memikirkan berapa lama dia tidak berkomunikasi dengan sahabatnya, sampai banyak sekali yang dia lewatkan selama ini.


"Om ko diem aja sih ?? Pasti udah tahu ya sebelumnya ??" selidik dinda dengan memicingkan matanya curiga.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mencari tahu apa yang bukan urusan ku..!!"


"Ck..!!" cibir dinda kesal dengan respon suaminya yang menyebalkan.


Dinda memainkan ponselnya, mengetik pesan dan langsung di kirimkan pada sahabatnya. Setelah itu dinda pun mencari tahu di akun akun sosial media chacha. Apakah ada petunjuk yang chacha posting di akun akunya itu.


Bima yang melihat menjadi curiga, istrinya fokus bermain ponsel selama perjalanan. Bucin, Posesif dan Over Protective, lengkap sudah penderitaan dinda.


ehem


Bima berdehem satu kali, tapi dinda sama sekali tidak menyadarinya..


Bima menari nafas dalam dalam, lalu..


EHEM...


Deheman bima semakin kencang, lagi lagi dinda tidak melepaskan pandangan dari ponselnya. Dia terlalu sibuk menjadi stalker.


Bima menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Setelah mematikan mesin mobilnya, lelaki itu diam sambil menatap lekat ke arah istrinya.


1 menit


Istrinya belum juga menyadari mobil mereka sudah berhenti..


3 menit


5 menit berlalu..


Bima sudah tidak tahan, akhirnya dia merebut ponsel yang berada di genggaman istrinya.


"Om...!! Kenapa ??" tanya dinda tidak merasa bersalah..


Bima menutup matanya, menahan agar jangan sampai dia meninggikan suaranya.


"eh, ko kita berhenti di sini ??" tanya dinda sambil melihat ke kiri dan kanan jalan.


Dinda menyadari ada yang tidak beres dengan raut wajah suaminya. "Kenapa ?? Apa aku berbuat salah ??" tanya dinda


"Sayang, bisa tidak kamu jangan bermain ponsel terus saat bersama ku..!!" kata bima dengan lembut


deg


"Astaga, benar sedari tadi aku terlalu fokus bermain ponsel..!!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2