Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 74 MCS


__ADS_3

Deg


"Jadi selama ini dia menganggap aku hanya sebatas teman..!!"


Terlihat raut wajah diki yang berubah. Jujur dia kecewa dengan ucapan chacha tadi yang mengatakan mereka hanya teman. Ya, apa mau dikata mungkin memang chacha tidak merasakan getaran yang sama yang dirasakan oleh diki.


"Yank, pulang yuk..!!" rengek bima yang sudah kesal bercampur bosan mendengar ocehan ketiga orang di depannya.


"ck, sebentar dulu om, aku masih penasaran ko bisa mereka nonton bareng kaya gini kalau nggak pacaran..!!" cecar dinda semakin membuat chacha merasa tidak enak dengan diki,


"Sssttt..!!" Bima menarik paksa tangan istrinya, dia tahu ada sesuatu yang harus di selesaikan diki dengan chacha.


Dinda pun mau tidak mau mengikuti suaminya karena genggaman tangan bima yang begitu kuat membuat dia akhirnya pasrah saja. Padahal dia masih sangat penasaran, karena selama ini tidak ada rahasia antara dirinya dan sahabatnya itu. Biarlah nanti dia bisa menghubungi chacha dan menanyakan kebenarannya..


**


"ehem..!!" chacha berdehem karena sedari tadi diki terus menatapnya dengan intens,


"Kak, kita pulang aja yuk..!! Aku capek..!!" Ucap Chacha seraya bangun dari duduknya,


Diki menundukkan kepalanya, masih terngiang di telinga nya bagaimana chacha mengucapkan kata "Teman" di depan bima dan istrinya.


"emm, kalau gitu aku pulang sendiri aja deh. Aku duluan ya kak, terimakasih untuk hari ini..!!" Melihat diki tidak merespon ucapannya tadi, akhirnya chacha memilih untuk pulang sendiri meninggalkan diki yang masih duduk di kursi cafe dekat bioskop tempat tadi mereka nonton film.


Chacha sudah menaiki eskalator seorang diri menuju ke lantai dasar, sementara diki masih termenung di kursinya. Gadis itu terus menahan sesak di dadanya, mengingat bagaimana respon diki yang tidak membantah saat dia mengatakan mereka hanya berteman dan tidak lebih.


Kedua netra nya mulai basah, tiba tiba saja air mata itu terus menetes membasahi kedua pipinya.


"Haishhh, ngapain sih gue harus nangis kaya gini..!!"


Berjalan semakin cepat, tidak terasa chacha sudah sampai di depan gedung mall tersebut.


"Taksi..!!" pekik chacha menghentikan kendaraan yang lewat di depan nya.


Setelah mobil itu berhenti, chacha pun langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang.


"Mau kemana non..??" tanya supir taksi itu,


"Ke Apartemen Happy Homes ya pak..!!"


Akhirnya chacha memutuskan untuk menenangkan dirinya di apartemen, tidak mungkin dia pulang kerumahnya dalam keadaan seperti ini.


Tidak ada yang tahu apartemen chacha selain sahabatnya dinda dan tentu saja sekarang suaminya juga tahu. Tapi tetap ini adalah tempat paling aman untuk chacha menenangkan dirinya jika sedang ada masalah.


"Astaga, kenapa air mata ini gak mau berhenti..!!"

__ADS_1


"Silahkan non..!!" supir taksi sepertinya tahu penumpangnya sedang menangis, dia pun memberikan sekotak tissue pada chacha.


"Terimakasih pak..!!" Chacha mengangguk pelan lalu menarik satu tissue dan segera menghapus kedua pipi nya yang basah.


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, akhirnya chacha pun turun di depan gedung apartemennya



Chacha memberikan 3 lembar uang berwarna merah,


"Non, ini kebanyakan..!!" kata supir taksi itu,


"Gak apa apa pak, itu buat bayar tissue yang saya pake tadi..!!"


Setelah mengucapkan terimakasih chacha pun segera masuk ke dalam gedung itu dan naik menggunakan lift menuju ke unit apartemennya.


"Dasar cengeng..!! Makanya jangan jatuh cinta segala..!!" chacha terus bergumam sambil jalan,


Dia pun menekan tombol untuk membuka pintunya.


Tiitttt...


Bunyi peringatan karena chacha salah memasukkan kata sandi nya..


Setelah cukup tenang, chacha kembali berdiri dan memasukkan lagi angka angka yang menjadi kunci pintu apartemennya.


Cekrek..


Akhirnya pintu itu terbuka, chacha pun segera masuk dan biasanya pintu itu akan menutup secara otomatis, tapi ada yang aneh, chacha pun membalikkan tubuh nya saat tidak mendengar suara pintu nya tertutup


deg


Seseorang menahan pintu itu dengan kakinya.


Pintu itu pun perlahan semakin terbuka lebar,


"Kak Diki..!!" Chacha buru buru menghapus air matanya,


"Ko ada di sini ??" tanya chacha. Tanpa chacha sadari, sejak dia keluar dari mall itu diki sudah mengikutinya dari belakang.


Tanpa di persilahkan, laki laki dewasa itu langsung masuk ke dalam apartemen pribadi chacha. Setelah pintu tertutup secara otomatis pintu itu langsung terkunci kembali.


"Maaf kak, sebaiknya kak diki pulang aja. Aku lagi pengen sendiri..!!" kata chacha menatap intens wajah pria dewasa di depannya


huh

__ADS_1


Diki menarik nafas panjang nya,


"Aku hanya ingin memastikan satu hal..!!" kata diki seraya berjalan mendekati chacha, "Apa selama ini kamu hanya menganggap aku sebagai TEMAN ??"


deg


Chacha terdiam, bahkan kini air mata yang sudah berhenti kembali menetes lagi,


"Jadi benar kamu hanya menganggap aku teman..??" Karena tidak ada jawaban dari gadis di depan nya, diki pun memilih untuk pergi "Kalau begitu, aku permisi..!!"


Diki membalikkan tubuhnya


"Bukan aku tapi kak diki yang menganggap aku seperti itu..!!" pekik chacha,


"Aku hanya di anggap sebagai adik kan selama ini ?? Buktinya setiap kali kita jalan bersama, kakak selalu memakai topi dan masker..!! Sebegitu memalukan kah jalan bersama ku..hiks..hiks..!!"


Chacha menangis tersedu sedu, menyesali kenapa dia mudah sekali jatuh cinta. Dan selalu dengan orang yang salah, dulu tanpa dinda tahu chacha pernah menyimpan rasa pada bayu. Tapi bayu ternyata menyukai dinda, sahabatnya. Setelah itu dia berjanji untuk tidak jatuh cinta lagi, tapi pertahanan nya runtuh saat diki selalu memberikan perhatian perhatian kecil pada chacha, membuat dia tanpa sengaja membuka hati nya lagi.


Diki membalikkan tubuh nya lagi, dia berjalan kembali ke depan chacha.


Di hapusnya air mata yang terus membasahi kedua pipi gadis di depan nya itu dengan lembut.


Chacha menggeleng, "Jangan kak, jangan kaya gini..!!"


Chacha tidak mau dia semakin salah paham karena sikap diki yang begitu lembut seperti ini,


"Stop..!!" Chacha menahan tangan diki yang mengusap usap pipinya, "Jangan bikin aku semakin salah paham dengan sikap kakak yang kaya gini..hiks..hiks..!!"


"Kalau kakak cuma menganggap aku adi..."


Ucapan chacha menggantung saat bibirnya di sambar oleh bibir diki..


eeumpphhtt


Chacha memukul dada bidang diki. "Kak..eeumpphht.!!"


Lama diki mengecup bibir lembut chacha menikmati deru nafas yang bersahut sahutan.


Setelah beberapa saat diki pun melepaskan bibirnya, "Kak.." lirih chacha


Di usap nya bibir chacha lembut dengan jarinya,


"Apa ada kakak yang mencium bibir adiknya...??"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2