Mengejar Cinta Suamiku

Mengejar Cinta Suamiku
Part 139 MCS


__ADS_3

Setelah membaca isi dari secarik kertas tersebut, bima pun langsung bergegas menuju kediaman kedua mertuanya.


Dengan mengendarai salah satu mobil sport nya bima memacu kendaraan tersebut dengan kecepatan di atas rata rata. Beberapa kali dia mengklakson mobil di depan nya saat laju kendaraan nya sedikit terhambat oleh pengendara lain.


Di dalam mobil nya tersebut pun sudah puluhan kali bima mencoba menghubungi nomor ponsel sang istri. Meskipun nomor itu aktif tapi si empu nya belum juga mengangkat sambungan nya.


Perasaan nya semakin resah dan gelisah.


"Pliss..pliss..angkat yank.." gumam bima dengan khawatir


Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu, mobil bima pun tiba di halaman rumah mertuanya..


Dengan langkah yang panjang bima langsung masuk ke dalam rumah tersebut.


"Assalamu'alaikum.." ucap nya saat masuk ke dalam rumah


"Wa'alaikumsalam.."


"Bim.." kata bunda menjawab,


Bima pun langsung mencium punggung tangan ibu mertua nya..


"Bun, dinda dimana ??" tanya bima tanpa basa basi

__ADS_1


"Duduk dulu.." bunda tidak menjawab pertanyaan bima, dia malah meminta bima untuk duduk terlebih dulu


"Tapi bun, aku ingin bertemu istri ku dulu.." katanya lagi menggebu, "Apa dia di kamar nya ?? Kalau begitu aku ke atas dulu bun.."


Tanpa menunggu jawaban bunda, pria bertubuh tinggi tegap itu segera melangkah cepat menuju tangga..


"Istri mu tidak ada di sini..!!"


Sontak ucapan bunda langsung menghentikan langkah bima.


"Apa maksud bunda ?? Lalu dimana istri ku ??"


Bunda kembali menepuk sisi sofa lain, meminta menantu nya untuk duduk...


"Dimana istri ku bun..??" tanya bima lagi tidak sabaran


Bunda tersenyum kecil. Merasa lucu melihat menantu nya yang terkenal dingin dan kejam itu kembali panik karena istri kecil nya.


"Bukannya bunda sudah mengingatkan agar kamu bisa lebih bersabar..!!"


Deg!!


Bima terdiam membisu tidak seperti tadi. Ya, sekali lagi dia mengaku salah. Karena ketidak sabaran nya, karena ketidakpekaan nya sebagai seorang suami kembali menyakiti hati istri nya.

__ADS_1


"Untuk kali ini biarkan pikiran istri mu tenang sejenak. Jangan temui dia dulu."


"Tapi bun, aku khawatir dengan kandungan nya.."


"Kamu hanya khawatir dengan kandungan nya saja ?? Dengan istri mu kamu tidak khawatir ??"


"Bukan begitu maksud ku. Tapi istri ku itu tidak bisa makan selain makan masakan ku.." bima langsung menyanggah pertanyaan bunda


"Kamu jangan khawatir, sekarang istrimu bisa makan apa saja.." ucap bunda yang langsung membuat bima mengerutkan kening nya. Tanpa bima tahu, pagi ini dinda sudah menghabiskan banyak makanan di rumah orang tua nya itu.


"Meskipun bunda yakin jika pun bunda tidak memberitahumu dimana dinda, pasti dalam beberapa menit saja kamu sudah tahu keberadaan nya. Tapi kali ini bunda mohon, biarkan istri mu yang datang kembali pada mu..!!"


Deg!!


"Tapi aku yakin dia tidak akan kembali padaku kalau bukan aku yang menjemputnya.."


"Bim, cinta selalu tahu kemana dia harus pulang. Kamu tidak perlu khawatir, istri mu berada di tempat yang aman. Bunda pastikan istri dan calon anak mu akan baik baik saja. Jadi bunda mohon untuk kali ini biarkan dinda menenangkan hati dan pikiran nya.." kata bunda menjawab dengan panjang lebar


Bima tidak bisa berkata kata lagi. Sedih memang, tapi mau bagaimana lagi. Dinda sudah membuat keputusan.


Tapi yang jelas, dia akan mencari tahu dimana istri nya itu. Ke ujung bumi sekalipun kedua mertua nya menyembunyikan dinda, bima pastikan dia akan menemukan nya.


Dan setelah percakapan panjang itu bima pun pamit untuk pergi ke kantornya. Disana tentu saja dia akan mencari cara dan membuat rencana bagaimana agar dia bisa bertemu kembali dengan sang istri.

__ADS_1


__ADS_2